Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 433
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menurunkan prevalensi stunting demi menyelamatkan generasi masa depan. Berbagai kebijakan nasional telah digulirkan, mulai dari penguatan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi masyarakat serta makan bergizi gratis di sekolah. Namun, satu faktor krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar adalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Di beberapa daerah, kondisi ini bahkan mencapai tingkat darurat, seperti yang kini terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Sanitasi tidak hanya berbicara tentang keberadaan jamban sehat, tetapi juga mencakup air bersih, pengelolaan limbah rumah tangga, dan kebersihan lingkungan. Di kota-kota yang mengalami pertumbuhan penduduk cepat, seperti Ternate, tekanan terhadap sistem sanitasi dan pengelolaan sampah semakin tinggi. Sayangnya, banyak kawasan yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Sampah menumpuk di sudut-sudut kota, di saluran drainase, dan bahkan di pesisir pantai yang menjadi tempat bermain anak-anak.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan memperbesar risiko infeksi penyakit, terutama bagi anak-anak balita. Penyakit diare, infeksi cacing, dan gangguan pencernaan lainnya merupakan pintu masuk bagi stunting, karena tubuh anak yang terus menerus mengalami infeksi tidak bisa menyerap gizi dengan baik, meskipun asupan gizinya cukup.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Ternate menunjukkan angka yang fluktuatif, pada tahun 2021 prevalensi 24%, kemudian pad tahun 2022 turun menjadi 17,07%, namun pada tahun 2023 naik menjadi 21,1%. Penurunan yang signifikan pada 2022 menjadi kabar baik. Namun, kenaikan kembali pada 2023 menunjukkan bahwa masih ada faktor lain yang belum teratasi. Salah satu penyebabnya adalah buruknya sanitasi lingkungan dan krisis pengelolaan sampah yang belum ditangani secara tuntas. Berdasarkan laporan dari Dinas Lingkiungan Hidup Produksi sampah di Kota Ternate, Maluku Utara mencapai 140 ton setiap hari. Volume sampah tersebut berdasarkan rekapan yang masuk di tempat pembuangan akhir (TPA). dan baru baru ini terjadi banjir di Kota Ternate, hal ini lebih memperparah sanitasi terutama air bersih. Kondisi ini harusnya menjadi alarm buat kita karena sanitasi lingkungan berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan linier dan jika terjadi secara berulang akan mengurangi asupan zat gizi sehingga dapat menyebabkan stunting.

Kita sering menganggap sampah hanya sebagai persoalan lingkungan. Namun, lebih dari itu, sampah telah menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Penumpukan sampah di lingkungan tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak langsung terhadap kualitas air bersih yang dikonsumsi sehari-hari.

Kondisi ini akan memperparah fasilitas air bersih air dari sumur dangkal atau sungai tercemar untuk mandi, mencuci, bahkan memasak dan minum. Padahal, konsumsi air yang terkontaminasi akan meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare, kolera, dan tifus penyakit yang sangat membahayakan bagi balita dan ibu hamil.

Jika ini terus berlangsung maka fenomena Environmental Enteric Dysfunction (EED) atau kerusakan mikroskopik pada usus akibat paparan kotoran dan bakteri lingkungan. Kejadian ini akan menghambat penyerapan zat gizi, bahkan ketika anak sudah mendapatkan makanan bergizi kondisi mengakibatkan gagal tumbuh yang pada akhirnya terjadi stunting. Berdasarkan data Keluarga Berisiko Stunting 2023 jumlah balita di Kota Ternate dari 0-60 bulan sebanyak 5.421 balita. Bayangkan saja jika kejadian ini terjadi pada balita dengan jumlah kurang lebih 5 ribu tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNICEF (2021) menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko stunting 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibanding anak-anak di lingkungan sehat.

Harapan saya dengan fluktuasi angka stunting di Kota Ternate menjadi sinyal kuat bahwa penurunan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan atau edukasi gizi. Tanpa memperbaiki lingkungan. Sanitasi yang layak dan lingkungan bersih adalah pondasi dari tubuh yang sehat. Jika ini terus terjadi maka setiap upaya pemberian gizi akan sia-sia. Darurat sanitasi dan sampah harus diatasi jika Kota Ternate ingin keluar dari jebakan stunting.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja tambang

    Ribuan TKA di Tambang Maluku Utara: Kegagalan Regulasi dan Pembiaran Sistemik yang Mengorbankan Hak Konstitusional Rakyat

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH Ansor Maluku Utara
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Masuknya ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke sektor pertambangan nikel baik buruh kasar atau pun tenaga kerja asing profesional di Maluku Utara bukan sekadar persoalan ekonomi ataupun isu tenaga kerja. Ini adalah masalah hukum, pembiaran administratif, dan kegagalan negara menegakkan mandat konstitusi. Ketika ribuan pekerja lokal menganggur, tetapi kawasan industri nikel justru dipenuhi pekerja asing […]

  • Foto: Tangkapan layar video rekaman warga di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan, 6 Januari 2026

    Hujan Deras Genangi Ruas Jalan di Ternate Selatan, Arus Lalu Lintas Terganggu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Ternate, Maluku Utara, pada Selasa (6/1/2026) sejak pukul 16.00 WIT hingga petang menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Ternate Selatan, khususnya di Kelurahan Fitu, tergenang banjir. Genangan air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa sempat menghambat arus lalu lintas. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, […]

  • Muslimat NU Maluku Utara Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Maluku Utara Play Button

    Muslimat NU Maluku Utara Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, melaksanakan kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Royal Resto, Ternate, pada Rabu, 12 Maret 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Penggerak Tim PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, […]

  • Ketua Panitia Konfercab NU Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, menyampaikan keterangan terkait kesiapan pelaksanaan Konfercab yang telah mencapai 100 persen, Senin (15/12/2025).

    Persiapan Konfercab NU Kota Tidore Kepulauan Rampung 100 Persen

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tidore Kepulauan memastikan seluruh persiapan kegiatan telah rampung 100 persen. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia, Jafar Noh Idrus, pada Senin, 15 Desember 2025. “Untuk persiapan, progresnya sudah 100 persen. Tinggal beberapa hal administratif yang nantinya akan kami selesaikan,” ungkap Jafar. Ia menambahkan, sejauh […]

  • Sejumlah massa saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kota Tangerang, Rabu (28/1/2026). Mereka mendesak Satpol PP segera menutup aktivitas produksi Himalaya Es Kristal yang diduga melanggar izin alih fungsi bangunan dan dokumen lingkungan. (Foto: Dok. Istimewa/Pusat-Berita)

    Diduga Langgar Izin dan Alih Fungsi Bangunan, Produksi Es Kristal di Tangerang Didemo Warga

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 70
    • 0Komentar

    TANGERANG (BALENGKO) – Sejumlah elemen masyarakat menggeruduk kantor Pemerintah Kota Tangerang, menuntut penutupan aktivitas produksi Himalaya Es Kristal yang diduga kuat melanggar perizinan dan aturan tata ruang. Massa mendesak Satpol PP segera menyegel lokasi tersebut karena dinilai telah menyalahgunakan fungsi bangunan. Koordinator aksi, Agung, menegaskan bahwa operasional perusahaan tersebut terindikasi melakukan alih fungsi bangunan dari […]

  • KONTROVERSIALITAS NUZULUL QUR’AN

    KONTROVERSIALITAS NUZULUL QUR’AN

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Turunnya al-Qur’an adalah terjemahan harfiah dari kata-kata “Nuzul al-Qur’an”. Kata “nuzul” terambil dari kata “nazala” yang secara loghawiyyah paling minimal memiliki dua ta’rif. Al-awwalu, bahwa kata “nazala” berarti singgah atau menempati, seperti dalam ungkapan bahasa arabnya, ”nazala al-amir al-madinah” yang artinya, “kepala negara itu telah singgah di kota. Al-tsani, bahwa kata “nazala” memiliki arti aktifitas […]

expand_less