Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

  • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
  • visibility 391
  • comment 0 komentar

Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menurunkan prevalensi stunting demi menyelamatkan generasi masa depan. Berbagai kebijakan nasional telah digulirkan, mulai dari penguatan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi masyarakat serta makan bergizi gratis di sekolah. Namun, satu faktor krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar adalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Di beberapa daerah, kondisi ini bahkan mencapai tingkat darurat, seperti yang kini terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Sanitasi tidak hanya berbicara tentang keberadaan jamban sehat, tetapi juga mencakup air bersih, pengelolaan limbah rumah tangga, dan kebersihan lingkungan. Di kota-kota yang mengalami pertumbuhan penduduk cepat, seperti Ternate, tekanan terhadap sistem sanitasi dan pengelolaan sampah semakin tinggi. Sayangnya, banyak kawasan yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Sampah menumpuk di sudut-sudut kota, di saluran drainase, dan bahkan di pesisir pantai yang menjadi tempat bermain anak-anak.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan memperbesar risiko infeksi penyakit, terutama bagi anak-anak balita. Penyakit diare, infeksi cacing, dan gangguan pencernaan lainnya merupakan pintu masuk bagi stunting, karena tubuh anak yang terus menerus mengalami infeksi tidak bisa menyerap gizi dengan baik, meskipun asupan gizinya cukup.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Ternate menunjukkan angka yang fluktuatif, pada tahun 2021 prevalensi 24%, kemudian pad tahun 2022 turun menjadi 17,07%, namun pada tahun 2023 naik menjadi 21,1%. Penurunan yang signifikan pada 2022 menjadi kabar baik. Namun, kenaikan kembali pada 2023 menunjukkan bahwa masih ada faktor lain yang belum teratasi. Salah satu penyebabnya adalah buruknya sanitasi lingkungan dan krisis pengelolaan sampah yang belum ditangani secara tuntas. Berdasarkan laporan dari Dinas Lingkiungan Hidup Produksi sampah di Kota Ternate, Maluku Utara mencapai 140 ton setiap hari. Volume sampah tersebut berdasarkan rekapan yang masuk di tempat pembuangan akhir (TPA). dan baru baru ini terjadi banjir di Kota Ternate, hal ini lebih memperparah sanitasi terutama air bersih. Kondisi ini harusnya menjadi alarm buat kita karena sanitasi lingkungan berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan linier dan jika terjadi secara berulang akan mengurangi asupan zat gizi sehingga dapat menyebabkan stunting.

Kita sering menganggap sampah hanya sebagai persoalan lingkungan. Namun, lebih dari itu, sampah telah menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Penumpukan sampah di lingkungan tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak langsung terhadap kualitas air bersih yang dikonsumsi sehari-hari.

Kondisi ini akan memperparah fasilitas air bersih air dari sumur dangkal atau sungai tercemar untuk mandi, mencuci, bahkan memasak dan minum. Padahal, konsumsi air yang terkontaminasi akan meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare, kolera, dan tifus penyakit yang sangat membahayakan bagi balita dan ibu hamil.

Jika ini terus berlangsung maka fenomena Environmental Enteric Dysfunction (EED) atau kerusakan mikroskopik pada usus akibat paparan kotoran dan bakteri lingkungan. Kejadian ini akan menghambat penyerapan zat gizi, bahkan ketika anak sudah mendapatkan makanan bergizi kondisi mengakibatkan gagal tumbuh yang pada akhirnya terjadi stunting. Berdasarkan data Keluarga Berisiko Stunting 2023 jumlah balita di Kota Ternate dari 0-60 bulan sebanyak 5.421 balita. Bayangkan saja jika kejadian ini terjadi pada balita dengan jumlah kurang lebih 5 ribu tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNICEF (2021) menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko stunting 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibanding anak-anak di lingkungan sehat.

Harapan saya dengan fluktuasi angka stunting di Kota Ternate menjadi sinyal kuat bahwa penurunan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan atau edukasi gizi. Tanpa memperbaiki lingkungan. Sanitasi yang layak dan lingkungan bersih adalah pondasi dari tubuh yang sehat. Jika ini terus terjadi maka setiap upaya pemberian gizi akan sia-sia. Darurat sanitasi dan sampah harus diatasi jika Kota Ternate ingin keluar dari jebakan stunting.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendiri Ruang Nyata, Kevin Mardianto, Muhammad Ilham, dan Fatur Djaguna

    Ruang Nyata hadir : gerakan Berdaya, Berjaya, dan Berdampak

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 360
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Yogyakarta, Jumat (15/8/2025) – Tiga serangkai Kevin Mardianto, S.H., Muhammad Ilham, dan Faturahman Djaguna menggagas Ruang Nyata. Gerakan mahasiswa ini lahir dari kegelisahan mereka melihat berbagai persoalan yang membutuhkan wadah untuk menampung dan mengaktualisasikan ide demi kemajuan bangsa. “Politik, hukum kebijakan publik, ekonomi, dan pendidikan menjadi tiga bidang yang konstitusi kita akomodasi. […]

  • Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Balengko Space – Belakangan ini, olahraga lari menjadi fenomena yang menyita perhatian. Media sosial diramaikan dengan berbagai flyer event lomba lari yang bertebaran di Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp. Para influencer dan konten kreator turut mempopulerkan aktivitas ini, mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah fenomena ini benar-benar […]

  • Tim PMR MAN Insan Cendekia Halbar menerima penghargaan Juara 1 Gebyar PMR & KSR se-Maluku Utara.

    Kerja Keras Berbuah Manis, PMR MAN IC Halbar Tampil sebagai Juara 1 Terbaik

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Halmahera Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim Palang Merah Remaja (PMR) mereka meraih Juara 1 Terbaik dalam ajang Gebyar PMR & KSR se-Provinsi Maluku Utara yang berlangsung pada 18–21 September 2025. Perlombaan ini digelar oleh PMI Provinsi Maluku Utara untuk memperingati HUT PMI ke-80. Sebanyak […]

  • Lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Wagub Malut dan Bupati Sula Turun Langsung Bantu Ibu Menyusui di Sanana

    Lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Wagub Malut dan Bupati Sula Turun Langsung Bantu Ibu Menyusui di Sanana

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 343
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus, bersama jajaran forkopimda Provinsi dan Kabupaten Kepulauan Sula, menyerahkan bantuan pangan kepada para ibu menyusui dalam kegiatan yang digelar di Sanana, Jumat (18/7/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang disediakan oleh pemerintah daerah […]

  • Mantan Pelatih Timnas U-17 Iwan Setiawan Hadir Beri Coaching Clinic, Bangkitkan Semangat Pemain Muda Tidore

    Mantan Pelatih Timnas U-17 Iwan Setiawan Hadir Beri Coaching Clinic, Bangkitkan Semangat Pemain Muda Tidore

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Balengko Space – Tidore, 23 Mei 2025 – Mantan pelatih Timnas Indonesia U-17, Iwan Setiawan, hadir di Sekolah Sepak Bola (SSB) Saremo Putra, Kelurahan Tambula, Kota Tidore Kepulauan, untuk memberikan coaching clinic kepada para pemain muda di Lapangan Stadion Marimoi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025. Iwan Setiawan datang bersama Coach Muhlis Nur […]

  • NAHKODA BARU: Ketua Umum terpilih PKPM NUKU Yogyakarta periode 2025–2026, Nurfina Ahmad (tengah), berfoto bersama peserta usai ditetapkan dalam Kongres XXII di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta, Kamis (22/1/2025).(Foto: Istimewa)

    Kongres XXII PKPM NUKU Yogyakarta Tetapkan Nurfina Ahmad sebagai Ketua Umum Baru

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 54
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) – Perkumpulan Keluarga dan Mahasiswa Nuku (PKPM NUKU) Yogyakarta resmi menetapkan Nurfina Ahmad sebagai Ketua Umum periode 2025–2026. Penetapan ini dilakukan dalam Kongres ke-XXII yang dirangkaikan dengan Simposium Kepemimpinan di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta, 16–22 Januari 2026. Kongres yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi ini berjalan demokratis meski sempat mengalami perpanjangan jadwal […]

expand_less