Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 584
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menurunkan prevalensi stunting demi menyelamatkan generasi masa depan. Berbagai kebijakan nasional telah digulirkan, mulai dari penguatan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi masyarakat serta makan bergizi gratis di sekolah. Namun, satu faktor krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar adalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Di beberapa daerah, kondisi ini bahkan mencapai tingkat darurat, seperti yang kini terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Sanitasi tidak hanya berbicara tentang keberadaan jamban sehat, tetapi juga mencakup air bersih, pengelolaan limbah rumah tangga, dan kebersihan lingkungan. Di kota-kota yang mengalami pertumbuhan penduduk cepat, seperti Ternate, tekanan terhadap sistem sanitasi dan pengelolaan sampah semakin tinggi. Sayangnya, banyak kawasan yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Sampah menumpuk di sudut-sudut kota, di saluran drainase, dan bahkan di pesisir pantai yang menjadi tempat bermain anak-anak.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan memperbesar risiko infeksi penyakit, terutama bagi anak-anak balita. Penyakit diare, infeksi cacing, dan gangguan pencernaan lainnya merupakan pintu masuk bagi stunting, karena tubuh anak yang terus menerus mengalami infeksi tidak bisa menyerap gizi dengan baik, meskipun asupan gizinya cukup.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Ternate menunjukkan angka yang fluktuatif, pada tahun 2021 prevalensi 24%, kemudian pad tahun 2022 turun menjadi 17,07%, namun pada tahun 2023 naik menjadi 21,1%. Penurunan yang signifikan pada 2022 menjadi kabar baik. Namun, kenaikan kembali pada 2023 menunjukkan bahwa masih ada faktor lain yang belum teratasi. Salah satu penyebabnya adalah buruknya sanitasi lingkungan dan krisis pengelolaan sampah yang belum ditangani secara tuntas. Berdasarkan laporan dari Dinas Lingkiungan Hidup Produksi sampah di Kota Ternate, Maluku Utara mencapai 140 ton setiap hari. Volume sampah tersebut berdasarkan rekapan yang masuk di tempat pembuangan akhir (TPA). dan baru baru ini terjadi banjir di Kota Ternate, hal ini lebih memperparah sanitasi terutama air bersih. Kondisi ini harusnya menjadi alarm buat kita karena sanitasi lingkungan berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan linier dan jika terjadi secara berulang akan mengurangi asupan zat gizi sehingga dapat menyebabkan stunting.

Kita sering menganggap sampah hanya sebagai persoalan lingkungan. Namun, lebih dari itu, sampah telah menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Penumpukan sampah di lingkungan tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak langsung terhadap kualitas air bersih yang dikonsumsi sehari-hari.

Kondisi ini akan memperparah fasilitas air bersih air dari sumur dangkal atau sungai tercemar untuk mandi, mencuci, bahkan memasak dan minum. Padahal, konsumsi air yang terkontaminasi akan meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare, kolera, dan tifus penyakit yang sangat membahayakan bagi balita dan ibu hamil.

Jika ini terus berlangsung maka fenomena Environmental Enteric Dysfunction (EED) atau kerusakan mikroskopik pada usus akibat paparan kotoran dan bakteri lingkungan. Kejadian ini akan menghambat penyerapan zat gizi, bahkan ketika anak sudah mendapatkan makanan bergizi kondisi mengakibatkan gagal tumbuh yang pada akhirnya terjadi stunting. Berdasarkan data Keluarga Berisiko Stunting 2023 jumlah balita di Kota Ternate dari 0-60 bulan sebanyak 5.421 balita. Bayangkan saja jika kejadian ini terjadi pada balita dengan jumlah kurang lebih 5 ribu tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNICEF (2021) menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko stunting 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibanding anak-anak di lingkungan sehat.

Harapan saya dengan fluktuasi angka stunting di Kota Ternate menjadi sinyal kuat bahwa penurunan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan atau edukasi gizi. Tanpa memperbaiki lingkungan. Sanitasi yang layak dan lingkungan bersih adalah pondasi dari tubuh yang sehat. Jika ini terus terjadi maka setiap upaya pemberian gizi akan sia-sia. Darurat sanitasi dan sampah harus diatasi jika Kota Ternate ingin keluar dari jebakan stunting.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fahrul Abdul Muid

    IAIN-KAN KAMI, UIN-KAN KAMI

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Institut Agama Islam Negeri—IAIN Ternate memiliki identitas dan peran keagamaan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Islam Kepulauan di Provinsi Maluku Utara. Lebih-lebih pada Civitas Akdemika IAIN Ternate harus memiliki identitas yang kuat pada dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas IAIN Ternate. Kemana dan dimana pun Civitas Akademika berada tetap dirinya adalah bagian dari identitas IAIN Ternate, sehingga dirinya menjadi warna—lawnun yang jelas dalam […]

  • Pengurus Wilayah Ansor Maluku Utara Gelar Rapat Persiapan Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor

    Pengurus Wilayah Ansor Maluku Utara Gelar Rapat Persiapan Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 796
    • 0Komentar

    Ternate, (9/4/25) – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Maluku Utara menggelar rapat kedua dalam rangka mempersiapkan peringatan Hari Lahir GP Ansor. Rapat ini dilaksanakan di Sekretariat PW Ansor Maluku Utara dan dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif. Dalam arahannya, Syarif menyampaikan beberapa poin penting terkait agenda organisasi, antara lain: […]

  • Pelatihan Peacemaker TFT 2025 Resmi Digelar di Ternate, Siapkan Kader Perdamaian dari Berbagai Kalangan

    Pelatihan Peacemaker TFT 2025 Resmi Digelar di Ternate, Siapkan Kader Perdamaian dari Berbagai Kalangan

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Ternate, 15 Juni 2025 – Pelatihan Peacemaker Training for Trainer (TFT) 2025 resmi digelar selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni, bertempat di Asrama Haji Ternate, Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaboratif, dengan partisipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat, termasuk GP […]

  • Bentor Hiasi Aksi Hari Buruh 1 Mei 2025 di Yogyakarta, Suarakan Tuntutan Pekerja

    Bentor Hiasi Aksi Hari Buruh 1 Mei 2025 di Yogyakarta, Suarakan Tuntutan Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 2 Mei 2025 – Ribuan buruh dan elemen masyarakat turun ke jalan di Yogyakarta pada Kamis, 1 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional. Mereka memusatkan aksi di kawasan Titik Nol Kilometer sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan atas hak-hak pekerja. Massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Parkiran Abubakar Ali. Sekitar pukul […]

  • Anggota DPRD Morotai Naswin Rowo Apresiasi Kontingen MA, MTs, dan MI Juara Galatama II Maluku Utara

    Anggota DPRD Morotai Naswin Rowo Apresiasi Kontingen MA, MTs, dan MI Juara Galatama II Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 361
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen peserta dari sekolah Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berpartisipasi dalam ajang Galatama II tingkat Provinsi Maluku Utara. Apresiasi khusus disampaikan kepada para siswa yang berhasil meraih juara dalam […]

  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY melakukan long march dan aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026), menyoroti berbagai isu nasional dengan salah satu fokus pada polemik proyek geotermal Telaga Ranu. Source : Instagram Forum BEM DIY

    Telaga Ranu di Pusaran Kritik: Isu Geotermal Warnai Aksi Forum BEM D.I Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO)— Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar unjuk rasa pada Rabu petang (25/2) dengan menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk isu proyek geotermal yang dinilai berkaitan dengan kepentingan asing dan berdampak pada masyarakat. Aksi dimulai dari kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, berorasi di depan DPRD DIY, dan berakhir […]

expand_less