Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 572
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menurunkan prevalensi stunting demi menyelamatkan generasi masa depan. Berbagai kebijakan nasional telah digulirkan, mulai dari penguatan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi masyarakat serta makan bergizi gratis di sekolah. Namun, satu faktor krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar adalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Di beberapa daerah, kondisi ini bahkan mencapai tingkat darurat, seperti yang kini terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Sanitasi tidak hanya berbicara tentang keberadaan jamban sehat, tetapi juga mencakup air bersih, pengelolaan limbah rumah tangga, dan kebersihan lingkungan. Di kota-kota yang mengalami pertumbuhan penduduk cepat, seperti Ternate, tekanan terhadap sistem sanitasi dan pengelolaan sampah semakin tinggi. Sayangnya, banyak kawasan yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Sampah menumpuk di sudut-sudut kota, di saluran drainase, dan bahkan di pesisir pantai yang menjadi tempat bermain anak-anak.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan memperbesar risiko infeksi penyakit, terutama bagi anak-anak balita. Penyakit diare, infeksi cacing, dan gangguan pencernaan lainnya merupakan pintu masuk bagi stunting, karena tubuh anak yang terus menerus mengalami infeksi tidak bisa menyerap gizi dengan baik, meskipun asupan gizinya cukup.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Ternate menunjukkan angka yang fluktuatif, pada tahun 2021 prevalensi 24%, kemudian pad tahun 2022 turun menjadi 17,07%, namun pada tahun 2023 naik menjadi 21,1%. Penurunan yang signifikan pada 2022 menjadi kabar baik. Namun, kenaikan kembali pada 2023 menunjukkan bahwa masih ada faktor lain yang belum teratasi. Salah satu penyebabnya adalah buruknya sanitasi lingkungan dan krisis pengelolaan sampah yang belum ditangani secara tuntas. Berdasarkan laporan dari Dinas Lingkiungan Hidup Produksi sampah di Kota Ternate, Maluku Utara mencapai 140 ton setiap hari. Volume sampah tersebut berdasarkan rekapan yang masuk di tempat pembuangan akhir (TPA). dan baru baru ini terjadi banjir di Kota Ternate, hal ini lebih memperparah sanitasi terutama air bersih. Kondisi ini harusnya menjadi alarm buat kita karena sanitasi lingkungan berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan linier dan jika terjadi secara berulang akan mengurangi asupan zat gizi sehingga dapat menyebabkan stunting.

Kita sering menganggap sampah hanya sebagai persoalan lingkungan. Namun, lebih dari itu, sampah telah menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Penumpukan sampah di lingkungan tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak langsung terhadap kualitas air bersih yang dikonsumsi sehari-hari.

Kondisi ini akan memperparah fasilitas air bersih air dari sumur dangkal atau sungai tercemar untuk mandi, mencuci, bahkan memasak dan minum. Padahal, konsumsi air yang terkontaminasi akan meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare, kolera, dan tifus penyakit yang sangat membahayakan bagi balita dan ibu hamil.

Jika ini terus berlangsung maka fenomena Environmental Enteric Dysfunction (EED) atau kerusakan mikroskopik pada usus akibat paparan kotoran dan bakteri lingkungan. Kejadian ini akan menghambat penyerapan zat gizi, bahkan ketika anak sudah mendapatkan makanan bergizi kondisi mengakibatkan gagal tumbuh yang pada akhirnya terjadi stunting. Berdasarkan data Keluarga Berisiko Stunting 2023 jumlah balita di Kota Ternate dari 0-60 bulan sebanyak 5.421 balita. Bayangkan saja jika kejadian ini terjadi pada balita dengan jumlah kurang lebih 5 ribu tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNICEF (2021) menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk memiliki risiko stunting 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibanding anak-anak di lingkungan sehat.

Harapan saya dengan fluktuasi angka stunting di Kota Ternate menjadi sinyal kuat bahwa penurunan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan atau edukasi gizi. Tanpa memperbaiki lingkungan. Sanitasi yang layak dan lingkungan bersih adalah pondasi dari tubuh yang sehat. Jika ini terus terjadi maka setiap upaya pemberian gizi akan sia-sia. Darurat sanitasi dan sampah harus diatasi jika Kota Ternate ingin keluar dari jebakan stunting.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpukan sampah rumah tangga di Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate, yang sudah berhari-hari belum diangkut petugas DLH.

    Tumpukan Sampah di Makassar Timur Tak Kunjung Diangkut, Warga Geram

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Agung R. Selang,S.Kom
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Ternate, 3 November 2025 — Warga Kelurahan Makassar Timur dibuat geram akibat tumpukan sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga. “Ini sudah lewat dari tiga hari, sampah tidak diangkut. Kalau hujan, airnya bercampur dengan bau sampah, bikin mual!” ujar salah […]

  • Akbar Mangoda

    Bukan Sekadar Jaga Harga, Akbar Mangoda Minta Pasar Murah Morotai Jadi Penyelamat Nasib Petani Lokal

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO)– Ketua Formatur DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pulau Morotai, Moh. Akbar Mangoda, memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyelenggarakan Gerakan Pasar Murah menjelang bulan suci Ramadhan. Namun, ia menekankan agar momentum ini tidak sekadar menjadi ajang menjaga stabilitas harga, tetapi juga instrumen untuk menyejahterakan petani lokal. Akbar menyarankan agar […]

  • TARA NO ATE;  MENJALIN RASA MERAWAT WARISAN DI TANAH PARA LELUHUR

    TARA NO ATE; MENJALIN RASA MERAWAT WARISAN DI TANAH PARA LELUHUR

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    Perintah wahyu Iqra’ (bacalah) merupakan peradaban literasi pertama kali yang tertuju kepada Nabi Muhammad Saw dalam rangka menghidupkan spirit rohaniyyah untuk membangun desain program peradaban manusia dan alam semesta, amar atau perintah “membaca” sarat dengan aneka ragam makna yaitu, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah tanda-tanda alam, tanda-tanda zaman, membaca fakta sejarah, mengenal diri sendiri, […]

  • Ilustrasi foto : Ai

    Pisau Bermata Dua Media Sosial: Antara Promosi dan Ancaman “Viral” bagi UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Andika Putra Pratama Mahasiswa S1 Manajemen
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Media sosial kini bertransformasi menjadi panggung utama bagi pelaku usaha kecil. Dari warung makan sederhana hingga bisnis rumahan, platform digital menawarkan solusi promosi yang murah dengan jangkauan tanpa batas. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko besar yang sering kali diabaikan: risiko menjadi viral karena kesalahan. Di era yang serba cepat ini, satu kekhilafan kecil […]

  • Bumi Moloku Kie Raha sedang tidak baik-baik saja. Di balik ketenangan jejeran pulaunya, Maluku Utara kini menghadapi ujian berat: ancaman kekerasan seksual yang mulai merambah hingga ke jalanan kota dalam bentuk kekejaman yang nyata.

    Teror di Jalanan Kota : Pergeseran Wajah Kekerasan Seksual dari Ruang Privat ke Publik

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Sakila Korois (Mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam IAIN Ternate)
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Ternate – Bumi Moloku Kie Raha sedang tidak baik-baik saja. Di balik ketenangan jejeran pulaunya, Maluku Utara kini menghadapi ujian berat: ancaman kekerasan seksual yang mulai merambah hingga ke jalanan kota dalam bentuk kekejaman yang nyata. Data Simfoni PPA hingga September 2025 mencatat angka yang mengkhawatirkan: 246 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun, yang […]

  • Rudini Majid Serahkan Berkas Ketua GP Ansor Ternate Konfercab V

    Rudini Majid Serahkan Berkas Ketua GP Ansor Ternate, Siap Adu Gagasan

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 201
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) V Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Ternate memasuki babak baru. Bakal calon Ketua PC GP Ansor Kota Ternate, Rudini Majid, secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran pendaftaran sebagai bukti keseriusannya maju dalam kontestasi masa bakti 2026–2030. Berkas pendaftaran tersebut diserahkan langsung oleh Liaison Officer (LO) Rudini, […]

expand_less