Kun Fayakun IAIN Ternate: Berdaya dan Berdampak bagi Indonesia Timur
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 60
- comment 0 komentar

Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut . Source : Istimewa
Bahkan resistensi pemikiran yang muncul adalah IAIN Ternate hanya bersifat konservatif dan hanya memilihara “cagar budaya” ajaran-ajaran Islam yang mudah menyerah-fatalisme, budaya sayyi’ah-buruk dan mudah saling curiga, lebih-lebih budaya mementingkan kepentingan individual, kelompok, dan koleganya daripada kepentingan pengembangan dunia kampus secara berjama’ah atau kolaboratif, protektif dan konservatif yang berakibat pada fase kemunduran kampus ini. Katakanlah, semacam adanya dis-orientasi pada IAIN Ternate yang dapat dirujuk pada adanya perubahan atau pergeseran orientasi kampus ini dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di bagian timur Indonesia. Padahal ada yang lebih penting untuk dikerjakan oleh kampus ini adalah menciptakan output yang memiliki daya saing tinggi dihadapan daerahnya sendiri dan dunia eksternal. Agar kampus ini tidak terjebak pada dis-orientasi, maka diperlukan sikap konsistensi kepemimpinannya yang kuat di masa mendatang, dengan menjaga kualitas pendidikan dan penelitian agar tidak masuk pada kubangan dis-orientasi kepemimpinannya. Kemudian diperlukan untuk mengembangkan inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dan, perlunya menjaga relevansi dengan kebutuhan masyarakat Islam Kepulauan dan mengikuti perkembangan dunia kerja di Provinsi Maluku Utara.
Menurut bacaan penulis, ada yang salah dan keliru dalam struktur dan karakter kepemimpinan IAIN Ternate pada rezim sebelumnya yang masih belum terjadi reformasi-perubahan budaya akademik yang signifikan dimaksud, justru sebaliknya karakter dan struktur tersebut harus dijadikan sebagai sebuah challenge-tantangan bagi IAIN Ternate untuk memberikan jawaban yang argumentatif dan realistis atas sinyalemen dan statement yang negatif. Hal ini adalah sebuah tantangan yang harus dijawab secara cepat secepat kilat dan tajam-setajam silet oleh Rektor baru IAIN Ternate dan seluruh civitas akademika yang ada didalamnya dengan mengembangkan mindset-pola pikir yang strategis dengan menggunakan strategi-strategi baru yang lebih metodologis, canggih dan sustainability-keberlanjutan bagi pengembangan budaya akademik lokalistik yang dianggap masih unggul oleh Rektor baru IAIN Ternate yang akan datang. Rekonstruksi pada IAIN Ternate harus dipahami secara komprehensif dan utuh, tidak hanya diartikulasikan sebagai sebuah kebutuhan tanpa dasar dan penyebab, tetapi juga harus mampu menciptakan sebuah ilustrasi nyata terhadap masa depan civitas akademika dengan value-nilai spritualitas, sains, dan teknologi dalam satu tarikan-nafas. Hal ini untuk membuktikan bahwa IAIN Ternate hari ini tidak dan bukan hadir atas dasar merespon kebutuhan yang reaktif sesaat, akan tetapi kehadirannya atas dasar kebutuhan yang inspiratif dan atas dasar pilihan yang cerdas untuk memberikan solusi terbaik bagi pengembangan kekayaan intelektual bagi para dosennya.
- Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar