Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » JAGA BUMI » Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 384
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

HALMAHERA TENGAH (BALENGKO), 23 Februari 2026 – Upaya pembungkaman terhadap pejuang lingkungan kembali terjadi di Maluku Utara. Koalisi Save Sagea mengecam keras langkah PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia yang melaporkan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya ke Kepolisian Daerah Maluku Utara. Langkah hukum tersebut dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dan intimidasi nyata terhadap warga yang berupaya mempertahankan ruang hidupnya dari ancaman industri ekstraktif.

Laporan polisi ini mencuat setelah warga konsisten menolak aktivitas tambang nikel di wilayah mereka. Bagi koalisi, tuduhan hukum ini bukanlah proses peradilan biasa, melainkan pesan teror untuk meredam perlawanan masyarakat yang khawatir akan rusaknya bentang alam Karst Sagea dan Telaga Yonelo (Lagaelol).

Perwakilan Koalisi Save Sagea menegaskan bahwa ancaman penjara tidak akan menggoyahkan komitmen warga.

“Laporan polisi ini justru membuktikan watak asli industri tambang yang lebih mementingkan investasi daripada keselamatan rakyat. Kami hanya menjalankan hak konstitusional untuk hidup di lingkungan yang sehat. Ketika kami menjaga air dan hutan, kami justru dianggap pengganggu,” tegas pernyataan resmi Koalisi Save Sagea.

Warga menekankan bahwa kawasan Sagea–Kiya bukanlah lahan kosong yang bisa dipetakan demi keuntungan korporasi. Wilayah tersebut merupakan kesatuan ekologis yang menyimpan cadangan air bersih, hutan penyangga, serta situs budaya Goa Boki Moruru yang menjadi identitas lintas generasi.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Muhajirin Bailussy, bersama jajaran pengurus saat melakukan audiensi dengan Bupati Halmahera Selatan.

    Bupati Halsel Terima Audiensi PW IKA PMII Maluku Utara, Bahas Peran Strategis Alumni dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Labuha (BALENGKO) — Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, secara resmi menerima audiensi Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di ruang kerja Bupati, Rabu (3/12/2025). Rombongan PW IKA PMII Malut dipimpin oleh Ketua Wilayah Muhajirin Bailussy, didampingi Sekretaris Wilayah Rahdi Anwar, Ketua PC IKA PMII […]

  • Pemuda Desa Yayasan Meriahkan Iduladha di Kediaman Bupati Morotai dengan Musik Yanger

    Pemuda Desa Yayasan Meriahkan Iduladha di Kediaman Bupati Morotai dengan Musik Yanger

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Suasana perayaan Hari Raya Iduladha di kediaman resmi Bupati Pulau Morotai terasa hangat dan kental akan nuansa budaya lokal, Rabu (27/5/2026) pagi. Sekelompok anak muda kreatif dari Desa Yayasan hadir membawa kemeriahan dengan memainkan musik tradisional Yanger, menciptakan momen kebersamaan yang berkesan bersama kepala daerah dan warga sekitar. Musik Yanger instrumen tradisional khas Maluku Utara […]

  • Terkait Dugaan Suap PT Intimkara, Polres Morotai: Silakan Lapor Jika Nama Media/DLH Disalahgunakan

    Terkait Dugaan Suap PT Intimkara, Polres Morotai: Silakan Lapor Jika Nama Media/DLH Disalahgunakan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai membuka ruang bagi komunitas media dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melaporkan dugaan transaksi suap-menyuap yang mengatasnamakan institusi mereka. Langkah ini diambil seiring dengan pendalaman penyelidikan terhadap aktivitas perizinan PT Intimkara. Konfirmasi hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Pulau Morotai melalui Kasi Humas, Muh. Yusuf, saat dihubungi […]

  • PW GP Ansor Maluku Utara menggelar audiensi dengan Perum Bulog Cabang Ternate

    Tindak Lanjuti MoU Pusat, PW GP Ansor Maluku Utara Audiensi Bulog Ternate

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 243
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Perum Bulog Kantor Cabang Ternate pada Selasa (13/10/2026). Audiensi ini merupakan langkah strategis dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Perum […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam panen raya di Desa Sumber Makmur, Gane Timur.

    Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe Dampingi Gubernur Panen Raya di Gane Timur

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 405
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Kamis, 11 September 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam panen raya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan, pada Rabu (10/9). Sarbin tampil kompak bersama Sherly dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi menjadikan pangan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya langkah konkret […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

expand_less