Banjir Halmahera Barat: HMI Maluku Utara Desak Komisi VIII DPR RI Turun Tangan
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
HALMAHERA BARAT (BALENGKO) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Maluku Utara mendesak Komisi VIII DPR RI untuk meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Desakan ini muncul menyusul banjir besar akibat curah hujan tinggi sejak awal Januari 2026 yang merendam rumah warga hingga setinggi atap dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.
Kegagalan Mitigasi Bencana
Ketua Bidang Kemaritiman dan Agraria HMI BADKO Maluku Utara, Muhammad Asmar Joma, menyatakan banjir ini merupakan indikasi kegagalan tata kelola wilayah dan lemahnya mitigasi bencana. Ia menilai penanganan di lapangan masih terkendala akses yang terputus serta lambannya pendataan korban.
“Kami memandang perlu kehadiran langsung DPR RI Komisi VIII di Halmahera Barat untuk memastikan penanganan bencana tidak berhenti pada laporan administratif semata,” ujar Asmar Joma dalam keterangannya.
Fokus pada Pemulihan Pascabencana
HMI menyoroti fase pemulihan yang sering diabaikan setelah sorotan publik mereda. Banyak korban harus berjuang sendiri memperbaiki rumah dan memulihkan mata pencaharian tanpa bantuan yang berkelanjutan.
Negara dituntut hadir untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi melalui pengawasan ketat terhadap alokasi anggaran dan distribusi bantuan.
Tiga Desakan Utama HMI
Secara resmi, HMI BADKO Maluku Utara mengajukan tiga tuntutan kepada Komisi VIII DPR RI:
- Melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Halmahera Barat.
- Mengawal proses tanggap darurat dan pemulihan secara transparan dan akuntabel.
- Mendorong penguatan kebijakan mitigasi bencana khusus untuk wilayah kepulauan.
HMI berkomitmen untuk terus mengawal isu ini melalui advokasi kebijakan agar perlindungan terhadap masyarakat Maluku Utara tidak bersifat reaktif dan temporer.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar