Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 2.592
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang di dalamnya adalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Menjadi sesuatu yang niscaya bahwa ada sisi dan dinamika lain yang mengemuka dari civitas akademika agar dinyalakan api perubahan atau transformasi yang terjadi di lingkungan Kampus ke-islaman ini adalah besarnya ekspektasi-harapan publik Maluku Utara untuk bisa melihat secara nyata mutaghayyirah-perubahan paradigma akademik yang harus terjadi di Kampus IAIN Ternate. Implikasi terbesar untuk mewujudkan transformasi di lingkungan IAIN Ternate adalah bagaimana Kampus Keagamaan Islam Negeri ini mampu berkiprah dalam konteks dan perspektif yang waasi’un-luas dalam membangun dan mengembangkan secara tajam al-hadharah-budaya akademik, budaya penelitian, dan budaya pengabdian terhadap pengembangan masyakarat Islam Kepulauan di Maluku Utara. Transliterasi atas perubahan tersebut secara komprehensif harus mampu dibuktikan oleh IAIN Ternate untuk cepat dan sesegera mungkin men-contruct pemikiran role model Islam Kepulauan yang memiliki kesigapan dan kesiapan untuk merespon dan mengembangkan paham ke-Islaman yang mendorong terwujudnya kemashlahatan al-waqi’yyah-realistis bagi masyarakat Islam Kepulauan di Jaziratul Muluk.

 Konstruktivisme yang dimunculkan atas terwujudnya proses transformasi tersebut harus dikonsepsikan dalam format-bentuk terciptanya sebuah polarisasi dalam “frame” aktualisasi pemikiran ke-Islaman yang lebih-lebih peka lagi dalam merespon berbagai musykilah-persoalan kebangsaan, kerakyatan, dan ke-ummatan sekaligus di Provinsi Maluku Utara, sehingga transformasi dimaksud tidak kemudian hanya dipandang sebagai “kemubaziran akademik” yang tak jelas orientasinya-dis-orientasi. Memang perlu diakui bahwa kekuatan dan kebesaran dunia akademik yang dimiliki oleh PTKIN di Indonesia, khsusnya di IAIN Ternate tidak bisa diukur dan ditentukan hanya dengan keberhasilan peningkatan alih status dari STAIN ke IAIN Ternate dan adanya rencana besar untuk beralih status lagi dari IAIN ke UIN SUBA-Sultan Baabullah Ternate. Akan tetapi lebih dari itu, kebesaran dan kekuatan akademik di IAIN Ternate terletak pada pembuktian terhadap eksistensi dan kiprah nyata secara kelembagaannya sendiri. Kampus Keagamaan Islam ini harus mampu membuktikan sekaligus membangun serta mengokohkan diri menjadi institusi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri satu-satunya di Maluku Utara yang memiliki budaya riset unggul, meningkatkan frekuensi instrumen baru untuk menunjukkan reputasi Kampus Keagamaan Islam ini untuk mendapatkan apresisasi oleh masyarakat Maluku Utara dan stakeholders kelembagaan lainnya di Provinsi Maluku Utara.

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (1)

  • Todd

    Sangat setuju dengan pandangan Pak Fahrul mengenai pentingnya nalar kritis dalam transformasi IAIN Ternate menuju UIN Sultan Baabullah, terutama agar kampus tidak hanya menjadi “cagar budaya” tapi pusat peradaban yang modern. Terkait visi universitas yang berbasis teknologi dan kebutuhan holistik, apakah dalam perencanaan transformasi ini juga mencakup standar kesehatan lingkungan kampus yang lebih baik? Saya sedang meriset standar pengobatan darurat untuk civitas akademika di daerah kepulauan, dan menemukan referensi ini https://e-residence.com/nifonline/ mengenai ketersediaan obat-obatan esensial. Menurut Bapak, sejauh mana kesiapan infrastruktur medis kampus dalam mendukung produktivitas mahasiswa agar tetap unggul dan sehat di masa depan?

    Balas1 Maret 2026 7:49 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua GP Ansor Maluku Utara memberikan pernyataan sikap terkait DOB Sofifi

    GP Ansor Maluku Utara Sayangkan Pernyataan Senator Hasbi Yusuf: “Sikap Emosional Tidak Menjawab Substansi Masalah DOB Sofifi”

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.818
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 29 Juli 2025 — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara menyayangkan pernyataan Senator DPD RI dari Maluku Utara, Hasbi Yusuf, yang meminta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk “diam saja” dalam menyikapi wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi. Pernyataan tersebut dinilai tidak hanya keliru secara posisi kelembagaan, tetapi […]

  • Source : Istimewa

    Bisa Ganggu Proses Hukum, GP Ansor Morotai Soroti Tekanan Opini Kasus Tunjangan DPRD

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 302
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pulau Morotai, Safrudin Boy, memberikan pernyataan tegas terkait perkembangan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024. Ia menekankan bahwa penanganan perkara yang kini tengah diproses oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara harus tetap berada dalam koridor negara hukum yang murni. Dalam keterangannya di Pulau Morotai […]

  • Sherly Tjoanda

    Menasehati Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Wakil Dekan II FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Malut
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Khalifah Ali bin Abi Thalib dimasa lampau tahun 38 H, pernah menunjuk saudara Malik bin Al-Harits Al-Asytar menjadi pelaksana tugas Gubernur Mesir. Ali menunjuk saudara Malik untuk menggantikan saudara Muhammad bin Abi Bakar yang dicopot ditengah jalan. Ali pun menulis sebuah surat yang panjang pragrafnya kepada saudara Malik sebagai petunjuk tekhnis dalam melaksanakan sistem pemerintahannya. […]

  • Ketua LBH Ansor Ternate Zulfikran Bailussy memberikan keterangan pers soal pencalonan Sarbin Sehe dan Rio C. Pawane di HIPMI dan KONI Maluku Utara.

    Jangan Sesatkan Publik, LBH Ansor Tegaskan Pencalonan Pejabat di HIPMI dan KONI Tidak Langgar Hukum

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 6 Oktober 2025 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menegaskan bahwa pencalonan Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, sebagai Ketua KONI Maluku Utara dan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio C. Pawane, sebagai Ketua HIPMI Maluku Utara, tidak melanggar hukum. Menurut LBH Ansor, opini publik yang menyebut keduanya melanggar Undang-Undang Nomor […]

  • GP Ansor 91 Tahun: Gubernur Sherly Laos Bongkar Komitmen Almarhum Suami yang Bikin Semua Terinspirasi

    GP Ansor 91 Tahun: Gubernur Sherly Laos Bongkar Komitmen Almarhum Suami yang Bikin Semua Terinspirasi

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Ternate, 25 April 2025 – Pengurus Wilayah GP Ansor Maluku Utara sukses menggelar puncak peringatan Harlah ke-91 GP Ansor pada Kamis, 24 April 2025. Acara berlangsung meriah di Ballroom Muara Ternate dan menghadirkan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos serta Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe. Ketua Wilayah GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah, menegaskan komitmen organisasi […]

  • Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Yusril S. Pom (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan)
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Kesejahteraan dan kebebasan merupakan cita-cita mendasar setiap manusia. Setiap orang berhak menjalani hidup secara bermartabat tanpa tekanan, ketidakadilan, maupun perlakuan sewenang-wenang. Ketika penindasan dan ketidakadilan menjadi praktik yang dinormalisasi, nilai-nilai kemanusiaan pun tercederai. Dalam konteks tersebut, perlawanan terhadap praktik penindasan bukanlah pilihan emosional, melainkan tuntutan etis. Upaya ini diperlukan agar kelompok-kelompok yang termarjinalkan dapat menjalankan […]

expand_less