Dinkes Morotai Buka Suara Soal Keterlambatan Proyek LabKesmas, Sebut Kendala Cuaca hingga Mutu Material
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- visibility 353
- comment 0 komentar

Penampakan fisik bangunan LabKesmas Pulau Morotai yang sedang dalam masa adendum. Kepala Dinas Kesehatan memastikan tetap mengedepankan profesionalitas dan standarisasi material meskipun pekerjaan mengalami keterlambatan dari jadwal semula. (Sumber Foto: Istimewa)
“Kami sudah bicarakan terkait adendum. Saat ini diberikan penambahan waktu 50 hari, dan itu sudah berjalan dengan mekanisme denda. Target kami tetap dikejar agar selesai 100 persen,” tegasnya.
Kendala Teknis: Uji Mutu Beton dan Material Pabrikan
Selain faktor cuaca, dr. Diana membeberkan kendala teknis terkait ketersediaan material yang memenuhi standar spesifikasi. Ia mengungkapkan adanya hambatan dalam penyediaan mix design K-250 (mutu beton).
“Tidak adanya mix design K-250 di lokasi memaksa penyedia melakukan uji mandiri. Proses pengujian ini memakan waktu cukup lama, hampir satu bulan,” jelasnya.
Masalah logistik juga menjadi faktor krusial. Material pabrikan seperti besi dan bata ringan (hebel) dilaporkan baru tiba di lokasi pada akhir Agustus hingga awal September. Tak hanya itu, material lokal seperti kayu dan batu pecah pun mengalami kelangkaan stok di pasaran.
Komitmen pada Mutu Lokal
Terkait keputusan tidak mengambil material dari luar wilayah Morotai, dr. Diana beralasan hal tersebut dilakukan untuk efisiensi biaya mobilisasi serta kepastian jaminan mutu.
“Biaya mobilisasi dari luar sangat besar. Kami memilih menggunakan material lokal, seperti batu dari SP2 yang sudah lolos uji mix design. Meskipun stoknya terbatas, penyedia bersikap profesional dengan melakukan pengujian ulang demi memastikan kualitas bangunan tetap sesuai persyaratan K-250,” pungkasnya.
Pihak Dinkes berharap masyarakat dapat memahami kendala teknis yang dihadapi dan memastikan bahwa pengawasan terus dilakukan agar gedung LabKesmas dapat segera difungsikan untuk melayani masyarakat Morotai.
- Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr. Diana Pinangkaa

Saat ini belum ada komentar