Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 2.510
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

Ketua KOMPPI Maluku Utara di Yogyakarta, Muhammad Asmar Joma, menyebut bahwa klaim-klaim seperti pendidikan gratis dan pembangunan infrastruktur sekolah di pulau-pulau kecil harus diuji secara empiris. Ia menilai pembangunan masih terlalu berfokus pada aspek fisik tanpa diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami melihat adanya kesenjangan besar antara retorika pembangunan dan kondisi lapangan. Infrastruktur penting, tetapi kualitas pendidikan dan akses yang adil jauh lebih mendesak,” ujar Asmar Joma, Sabtu (15/6/2025).

Dalam pengamatannya, KOMPPI menemukan masih banyak sekolah di wilayah terpencil Maluku Utara yang menghadapi kondisi memprihatinkan. Fasilitas rusak, sanitasi buruk, akses listrik minim, hingga tidak adanya koneksi internet menjadi masalah klasik yang tak kunjung tuntas. Selain itu, guru-guru honorer masih digaji rendah dan bekerja di bawah tekanan tanpa perlindungan yang layak.

“Pendidikan gratis tidak boleh dimaknai sebagai pendidikan murahan. Kualitas dan kelayakan harus menjadi standar minimum,” tegas Asmar.

KOMPPI juga menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan berbasis budaya. Erosi identitas dan punahnya bahasa daerah menjadi sinyal darurat yang, menurut mereka, tidak cukup ditanggapi serius oleh Dinas Pendidikan maupun Gubernur.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi soal nilai, karakter, dan kebudayaan. Kalau generasi muda kehilangan jati diri, itu bukan kemajuan, tapi kemunduran,” tambahnya.

KOMPPI menyampaikan bahwa pendekatan teknokratis yang hanya mengejar capaian angka-angka, proyek, dan akreditasi tidak menjamin kualitas pendidikan secara menyeluruh. Mereka mendorong Gubernur dan Dinas Pendidikan Maluku Utara untuk mulai membangun pendidikan berbasis konteks lokal, partisipatif, dan inklusif.

“Sekolah seharusnya menjadi garda terdepan pelestarian budaya. Tetapi faktanya, banyak yang justru kehilangan fungsi itu karena kurikulum tidak relevan,” kata Asmar.

Sebagai komunitas akademik yang beranggotakan mahasiswa magister asal Maluku Utara di Yogyakarta, KOMPPI menyatakan kesiapannya untuk berdialog dan memberi masukan akademis secara konstruktif.

“Kami mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan saat ini, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Kami siap hadir sebagai mitra kritis dan solutif,” tutup Asmar Joma.(red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan lokal Morotai terancam kapal pakura

    HIPPMAMORO Yogyakarta Desak Pemda Morotai dan Gubernur Maluku Utara Tuntaskan Masalah Kapal Pakura

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 25 September 2025 –Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (HIPPMAMORO) Yogyakarta menegaskan sikap atas maraknya kapal pakura yang masuk ke wilayah tangkap nelayan tuna di Kabupaten Pulau Morotai. Aktivitas kapal tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan DPRD. Lebih jauh lagi, kondisi ini mengancam keberlangsungan hidup nelayan kecil yang bergantung pada hasil tangkapan tradisional. […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku, Al Walid Muhammad Umamit. (Sumber foto: Istimewa)

    LBH Ansor Maluku Terpilih Kembali Jadi Penyedia Bantuan Hukum Posbakum PTUN Ambon 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Ambon (BALENGKO), 8 Januari 2026 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku kembali terpilih sebagai penyedia layanan bantuan hukum pada Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon tahun 2026. Ini merupakan kali kelima LBH Ansor Maluku dipercaya menjalankan tugas tersebut. Penetapan ini dilakukan setelah LBH Ansor Maluku dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi, […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memimpin rapat realisasi program Biro Kesra di kediaman Wagub.

    Wagub Malut Pastikan Distribusi Sapi Kurban dan Hibah Keagamaan 2026 Merata

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 285
    • 0Komentar

    TERNATE, BALENGKO SPACE – Wakil Gubernur Maluku Utara, Hi. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pdi, memimpin rapat koordinasi terkait realisasi program kerja bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku Utara. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Wagub, eks Chrysant, pada Jumat (10/04/2026) tersebut fokus membahas dua agenda besar bidang keagamaan tahun 2026. Rapat ini dihadiri langsung oleh […]

  • FKPMT Talaga Nuzulul Quran

    FKPMT Talaga Gelar Peringatan Nuzulul Quran, Wakil Bupati Halmahera Barat Apresiasi Semangat Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 353
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Halmahera Barat — Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Talaga (FKPMT) Desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, sukses menyelenggarakan kegiatan peringatan Nuzulul Quran pada Sabtu (14/03/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad. Ketua Umum FKPMT, Yusrival Hi. Husen, menyampaikan bahwa kegiatan Nuzulul Quran merupakan bentuk kepedulian para […]

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 452
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Indonesia hari ini menyerupai sebuah bangunan raksasa. Dari luar, ia tampak kokoh: tembok-temboknya terbuat dari beton tebal, berdiri tinggi dan menjulang. Jalan tol membentang, gedung pemerintahan menjamur, proyek strategis nasional digulirkan, dan regulasi diproduksi hampir tanpa jeda. Namun siapa pun yang berani masuk dan menyentuh bagian dalam bangunan itu akan merasakan getarannya. Bangunan ini memang […]

expand_less