Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Perjuangan Tenaga Kesehatan: Melayani di Tengah Sistem yang Tertinggal dan Akses yang Sulit

Perjuangan Tenaga Kesehatan: Melayani di Tengah Sistem yang Tertinggal dan Akses yang Sulit

  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 362
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ada rasa miris ketika melihat keluarga pasien di wilayah kerja Puskesmas Yaba, Halmahera Selatan, harus memikul anggota keluarganya menyeberangi sungai dan melewati jalan rusak demi mencapai fasilitas rujukan. Ini bukan adegan dari situasi bencana, melainkan bagian dari keseharian pelayanan kesehatan di wilayah dengan akses yang terbatas.

Di tengah kondisi itu, yang patut dicatat adalah perjuangan para tenaga kesehatan. Bahkan Kepala Puskesmas Yaba secara langsung mendampingi proses rujukan, memastikan pasien tetap mendapatkan pertolongan meski sarana dan akses sangat terbatas. Sikap ini menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang patut diapresiasi.

Namun apresiasi tidak boleh berhenti sebagai pujian. Ketika praktik rujukan pasien harus dilakukan secara manual karena akses jalan rusak dan transportasi tidak tersedia, di situlah pemerintah perlu dikritik secara jujur. Pelayanan kesehatan adalah urusan wajib negara. Ia tidak bisa diserahkan pada pengorbanan personal para petugas. Ketika infrastruktur dasar tidak dipastikan, maka yang dipertaruhkan adalah keselamatan warga dan martabat pelayanan publik itu sendiri.

Kasus di Yaba juga bukan peristiwa tunggal. Dalam beberapa waktu terakhir, publik berkali-kali disuguhi cerita serupa dari berbagai wilayah di Maluku Utara dan daerah kepulauan lainnya. Ada petugas kesehatan di Loloda yang harus menantang maut menyebrangi sungai untuk melaksanakan puskesmas keliling, ada pasiean yang dirujuk dengan perahu kecil, atau mereka yang menunggu rujukan berjam-jam karena akses terputus. Masalah yang selalu berulang, hanya di lokasi yang berbeda. Ini menunjukkan persoalan struktural yang belum ditangani secara serius, meski ceritanya sudah terlalu sering muncul.

Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Yaba, Halmahera Selatan, pasien digendongn melalui jalur darat yang sulit karena akses jalan terputus dan gelombang laut yang ekstrem. Sebuah heroisme yang lahir dari keterbatasan infrastruktur (Sumber foto) : Facebook Asthy Asmiathy

Refleksi dari rangkaian kejadian ini seharusnya membawa kita pada satu kesimpulan penting; pelayanan kesehatan tidak bisa dipisahkan dari perencanaan wilayah dan pembangunan infrastruktur. Puskesmas, tenaga medis, dan alat kesehatan akan selalu terbatas dampaknya jika jalan, jembatan, dan transportasi dibiarkan dalam kondisi yang menyulitkan. Dalam situasi seperti ini, pelayanan kesehatan seolah berjalan dalam mode darurat yang berkepanjangan.

Solusinya membutuhkan keberanian dan konsistensi kebijakan. Pemerintah daerah perlu menjadikan akses menuju fasilitas kesehatan sebagai prioritas lintas sektor, bukan cuma menjadi urusan dinas kesehatan. Pemetaan jalur rujukan berisiko tinggi, perbaikan infrastruktur penghubung, penyediaan transportasi darurat, serta perlindungan bagi tenaga kesehatan harus berjalan bersamaan. Pendekatan ini bukan hal baru, tetapi sering kali tertunda oleh minimnya keberpihakan dan keberlanjutan.

Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa masalah pelayanan kesehatan bukan pada kekurangan tenaga kesehatan, melainkan absennya dukungan sistem. Negara diuji bukan saat meresmikan fasilitas, tetapi saat memastikan warganya dapat menjangkau fasilitas itu dengan aman. Selama rujukan masih dilakukan dengan cara-cara darurat, tanggung jawab itu belum sepenuhnya ditunaikan.

  • Penulis: Oleh: Ariyo Dermawan, S.Kep Koordinator TurunTangan Maluku Utara | Pemerhati Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum SEMMI Cabang Yogyakarta Alif Kelrey memberikan pernyataan kepada media terkait desakan pemberhentian Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra di Yogyakarta.

    SEMMI Yogyakarta Desak Syarikat Islam Copot Bintang Wahyu Saputra karena Rangkap Jabatan di BP2MI

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Yogyakarta, Alif Kelrey, mendesak Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, untuk segera memberhentikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, yang diketahui merangkap jabatan sebagai Staf Khusus Menteri di Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Menurut Alif Kelrey, rangkap […]

  • Mahasiswa baru UNJAYA mengikuti Sapa Achmad Yani Muda 2025.

    BEM UNJAYA 2025 Gelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair Sambut Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 768
    • 0Komentar

    BEM UNJAYA 2025 menggelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair 2025 di Yogyakarta, Senin (8/9). Agenda ini menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan semangat perjuangan Jenderal Achmad Yani. Presiden Mahasiswa UNJAYA 2025, Faturahman Djaguna, menyampaikan orasi di depan mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa mahasiswa UNJAYA harus memegang teguh spirit perjuangan Jenderal Achmad Yani. “Musuh kita […]

  • Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

    Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Foto : Instagram itssun_d Sun D, seorang rapper asal Indonesia Timur, memiliki perjalanan hidup yang penuh liku dan inspirasi. Dari kecintaannya pada hip-hop sejak kecil hingga menjadi bagian dari komunitas rap Jakarta, Westwew, kisahnya menunjukkan bagaimana semangat dan ketekunan dapat membawa seseorang melampaui batasan. Awal Mula: Hip-Hop di Tanah Papua Bakat rap Sun D sudah […]

  • Nazlatan Ukhra Kasuba Komisi I DPRD Malut menyoroti dugaan pungli di Morotai. Ia meminta warga mengedepankan asas praduga tak bersalah dan lengkapi bukti.

    Nazlatan Ukhra Kasuba Komisi I DPRD Malut Soroti Isu Dugaan Pungli Morotai

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 394
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba Komisi I DPRD Malut, memberikan atensi serius terhadap mencuatnya isu dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyasar para pedagang kecil di kawasan Army Dock dan Desa Darame, Kabupaten Pulau Morotai. Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Nazla Kasuba ini menegaskan bahwa […]

  • Anggota Satgaswil Malut Densus 88 AT Polri, Briptu Andi Riski Putra, mengedukasi siswa SMK Putra Bahari Ternate tentang bahaya radikalisme daring, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bertujuan mencegah rekrutmen anak melalui game online dan media sosial. (Foto: Istimewa)

    Waspada Digital Grooming, Densus 88 Edukasi Siswa SMK Putra Bahari Ternate Cegah Radikalisme

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 278
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme di SMK Putra Bahari Kota Ternate, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menyasar para siswa untuk mengantisipasi penyebaran paham ekstremis melalui media sosial dan game online. Briptu Andi Riski Putra, Anggota Tim Pencegahan Satgaswil Malut, memaparkan data mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 112 […]

  • Source : Istimewa

    Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 402
    • 0Komentar

    HALMAHERA TENGAH (BALENGKO), 23 Februari 2026 – Upaya pembungkaman terhadap pejuang lingkungan kembali terjadi di Maluku Utara. Koalisi Save Sagea mengecam keras langkah PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia yang melaporkan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya ke Kepolisian Daerah Maluku Utara. Langkah hukum tersebut dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dan intimidasi nyata terhadap […]

expand_less