Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 418
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Berbicara tentang sastra tentunnya sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, karena karya sastra yang lahir di tengah-tengah masyarakat merupakan hasil imajinasi atau ungkapan jiwa. Sastra sebagai refleksi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Baik tentang kehidupan, peristiwa, maupuan pengalaman hidup yang telah dialaminya.

Dalam konteks umum, sastra tentunya sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Hal ini sejalan yang disampaikan Sumaryanto, ia mengungkapkan, bahwa karya sastra sebagai penjelmaan kehidupan akibat pengamatan sastrawan atas kehidupan sekitarnya.

Politik secara umum merupakan kesepakatan kolektif unuk kebijakan umum masyarakat. Menurut Max Weber, politik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Sementara menurut Aristoteles, politik merupakan “master of science”, maksudnya bukan dalam arti ilmu pengetahuan, melainkan ia menganggap pengetahuan tentang politik merupakan kunci untuk memahami lingkungan.

Mengenai relevansi sastra dan politik, kita bisa merujuk pada konsep Gramsci mengenai dengan HEGEMONI SASTRA, bahwa teori sastra bisa menjadi wacana-wacana politik kekuasaan. Dalam ANALISIS WACANA, Gramsci mengungkapkan bahwa teks tidak berdiri sendiri, karena teks selalu berhubungan dengan legitimasi politik. Misalnya teks “Menangkan”. Teks ini bukan hanya sekedar kata, didalamnya menganduk makna yang besar, karena dalam teks politik terselubungnya kepentingan kekuasaan.

Teks (sastra) sebagai produk superstructure secara relatif tidak bergantung dengan base structure, teks memiliki otonomi relatif. Althusser menyebutkan bahwa teks sastra tidak lain adalah wacana ketaksadaran (unconsiousness) ideologis itu sendiri. Teks sastra merupakan transformasi dari proses tawar-menawar kehidupan individual dalam formasi sosial yang terjadi secara imajinari. Teks sastra sebagai praktik sosial terjadi berkat dan dalam ideologi. Dengan demikian, ideologi diartikan sebagai praktik-praktik yang dipercaya dan diyakini saling berhubungan dengan praktik, dan struktur kekuasan tempat menusia tersebut hidup.

  • Penulis: Muhammad Muzijad Mandea. Pengurus Komisariat Unkhair Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 23 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda (LBH GP) Ansor Kota Ternate mendesak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, untuk memanggil dan meminta klarifikasi dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, terkait dugaan kuat keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aksi penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi. Aksi […]

  • Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pulau Morotai Gelar Doa Lintas Agama untuk Perkuat Persatuan dan Toleransi

    Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pulau Morotai Gelar Doa Lintas Agama untuk Perkuat Persatuan dan Toleransi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, PULAU MOROTAI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai menggelar kegiatan Doa Lintas Agama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan sinergitas antarumat beragama di wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut berlangsung khidmat di Aula Polres Pulau Morotai, Desa Darame, […]

  • Pererat Tali Silaturahmi, IKA PMII Malut, Ansor, dan NU Morotai Berkumpul di Pantai Army Dock

    Pererat Tali Silaturahmi, IKA PMII Malut, Ansor, dan NU Morotai Berkumpul di Pantai Army Dock

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 68
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Suasana keakraban dan kekeluargaan menyelimuti kawasan Pantai Army Dock, Pulau Morotai, pada Jumat (23/10/2026). Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Maluku Utara, Muhajirin Bailussy, menggelar silaturahmi hangat bersama jajaran pimpinan organisasi pergerakan dan keagamaan di wilayah tersebut. Pertemuan santai namun sarat makna ini dihadiri langsung […]

  • Pernyataan sikap AJI Yogyakarta dan Persma se DIY terkait pernyataan londo ireng Prabowo

    Sebut Jurnalis ‘Londo Ireng’, Presiden Prabowo Dikecam Koalisi AJI Yogyakarta dan Persma se-D.I.Yogyakarta

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 188
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Gelombang protes keras melayang kepada Presiden Prabowo Subianto pascapidatonya dalam peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis (23/07/2026). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta bersama Koalisi Pers Mahasiswa (Persma) se-DIY mengecam penggunaan istilah “londo ireng” yang dialamatkan kepada wartawan, jurnalis, pengamat, serta organisasi masyarakat sipil. Melalui pernyataan resmi pada […]

  • Make Munir Live Again Tugu Jogja GEMPUR Maluku Utara Isu Tambang

    Make Munir Live Again Tugu Jogja: Aliansi GEMPUR Bawa Isu Kerusakan Lingkungan dan Industri Ekstraktif Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 227
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Tugu Yogyakarta kembali menjadi ruang perlawanan untuk merawat ingatan atas luka-luka sejarah yang sengaja dibiarkan menganga. Pada Kamis (24/09/2026), puluhan massa aksi dari berbagai elemen gerakan sipil memadati ikon Kota Pelajar tersebut dengan membawa satu nama yang menolak mati: Munir Said Thalib. Mengusung tema utama “Make Munir Live Again”, Aksi Kamisan edisi […]

  • Oleh: Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara

    MBG dan Bayang-Bayang Bread and Circuses: Jangan Sampai Rakyat Diberi Makan Lalu Lupa Bertanya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Ada sebuah pelajaran politik dari sejarah Romawi yang menurut saya menarik untuk direnungkan dalam konteks kebijakan publik Indonesia hari ini. Lebih dari dua ribu tahun lalu, penyair Romawi Juvenal memperkenalkan istilah panem et circenses, yang kemudian dikenal luas sebagai bread and circuses atau “roti dan pertunjukan”. Istilah itu digunakan Juvenal untuk menggambarkan masyarakat yang semakin […]

expand_less