Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 350
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Berbicara tentang sastra tentunnya sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, karena karya sastra yang lahir di tengah-tengah masyarakat merupakan hasil imajinasi atau ungkapan jiwa. Sastra sebagai refleksi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Baik tentang kehidupan, peristiwa, maupuan pengalaman hidup yang telah dialaminya.

Dalam konteks umum, sastra tentunya sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Hal ini sejalan yang disampaikan Sumaryanto, ia mengungkapkan, bahwa karya sastra sebagai penjelmaan kehidupan akibat pengamatan sastrawan atas kehidupan sekitarnya.

Politik secara umum merupakan kesepakatan kolektif unuk kebijakan umum masyarakat. Menurut Max Weber, politik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Sementara menurut Aristoteles, politik merupakan “master of science”, maksudnya bukan dalam arti ilmu pengetahuan, melainkan ia menganggap pengetahuan tentang politik merupakan kunci untuk memahami lingkungan.

Mengenai relevansi sastra dan politik, kita bisa merujuk pada konsep Gramsci mengenai dengan HEGEMONI SASTRA, bahwa teori sastra bisa menjadi wacana-wacana politik kekuasaan. Dalam ANALISIS WACANA, Gramsci mengungkapkan bahwa teks tidak berdiri sendiri, karena teks selalu berhubungan dengan legitimasi politik. Misalnya teks “Menangkan”. Teks ini bukan hanya sekedar kata, didalamnya menganduk makna yang besar, karena dalam teks politik terselubungnya kepentingan kekuasaan.

Teks (sastra) sebagai produk superstructure secara relatif tidak bergantung dengan base structure, teks memiliki otonomi relatif. Althusser menyebutkan bahwa teks sastra tidak lain adalah wacana ketaksadaran (unconsiousness) ideologis itu sendiri. Teks sastra merupakan transformasi dari proses tawar-menawar kehidupan individual dalam formasi sosial yang terjadi secara imajinari. Teks sastra sebagai praktik sosial terjadi berkat dan dalam ideologi. Dengan demikian, ideologi diartikan sebagai praktik-praktik yang dipercaya dan diyakini saling berhubungan dengan praktik, dan struktur kekuasan tempat menusia tersebut hidup.

  • Penulis: Muhammad Muzijad Mandea. Pengurus Komisariat Unkhair Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oleh : Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia) Foto : Istimewa

    Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut Marut

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia)
    • visibility 467
    • 0Komentar

    “Di tengah gemerlap kota yang bising, disudut ruang yang hampa. Terdengar suara tangisan rakyat jelata yang menunggu dan menagih janji pemerinta terhadap kesejatraan rakyatnya.” Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut-Marut memanifestasikan sebuah resistensi epistemologis terhadap dekadensi moral yang terbungkus dalam retorika banal. Dalam menggunakan kacamata fenomenologi Edmund Husserl, janji semestinya merupakan sebuah bentuk intensionalitas […]

  • Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor. Perahu itu tidak selalu tampak […]

  • DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Tamansiswa, yang secara historis lahir sebagai antitesis terhadap hegemoni kolonial, kini justru terjebak dalam hegemoni usang di dalam tubuhnya sendiri. Cita-cita revolusioner Ki Hadjar Dewantara untuk memerdekakan manusia secara lahir dan batin tampak kehilangan daya ledaknya di era modern ini. Alih-alih bertransformasi menjadi poros pemikiran pendidikan kontemporer, organisasi ini justru mengalami kemandekan struktural yang sangat […]

  • HALAL BI HALAL dan ANTI-OTORITARIANISME

    HALAL BI HALAL dan ANTI-OTORITARIANISME

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Halal bi Halal sebagai terminologi khas yang hanya dikenal di Indonesia. Jika dilihat dari struktur bahasanya, bahwa Halal bi Halal ini adalah murni bahasa arab yang terdiri dari tiga suku kata, yakni Halal, bi, dan Halal. Tapi orang arab sendiri tidak mengerti apa itu istilah Halal bi Halal ini dan didalam kamus bahasa arab tidak […]

  • Pembangunan Masjid Pas Ipa Terhenti, LBH Ansor Ternate Desak Audit dan Apresiasi Suara Masyarakat

    Pembangunan Masjid Pas Ipa Terhenti, LBH Ansor Ternate Desak Audit dan Apresiasi Suara Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Mangoli Barat, Kepulauan Sula – Pekerjaan pembangunan Masjid di Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, hingga pertengahan Juli 2025 masih terhenti tanpa kejelasan. Padahal, proyek tersebut telah dimulai sejak 8 Agustus 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp626.814.686,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sula melalui Bagian Kesejahteraan […]

  • Gedung RSUD Pratama Wasileo Mangkrak di Maba Utara Halmahera Timur

    RSUD Pratama Wasileo Mangkrak, Pemda Haltim Dinilai Abaikan Hak Kesehatan

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM – Dua tahun sejak diresmikan secara seremonial oleh Bupati Ubaid Yakub pada 10 September 2024, RSUD Pratama Wasileo di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), hingga kini masih berdiri tanpa aktivitas pelayanan kesehatan. Kondisi RSUD Pratama Wasileo yang mangkrak ini memantik sorotan tajam dari Advokat dan Praktisi Hukum asal Desa Wasileo, Abdul Haris […]

expand_less