Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian
- calendar_month Ming, 1 Feb 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar

Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)
JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri.
Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Poin Utama Arahan Ketum PBNU:
- Tanggung Jawab Generasi: Gus Yahya mengibaratkan momentum abad kedua NU sebagai instrumen yang kuat namun berisiko jika tidak dikelola dengan bijak. “Semua yang saya lakukan ini untuk kalian. Kalian harus hati-hati, cerdas, dan bertanggung jawab agar tidak melukai diri sendiri,” tegasnya.
- Melampaui Seremonial: IPNU didorong untuk tidak terjebak dalam kegiatan formalitas. Kader IPNU wajib menjadi lokomotif perubahan di sektor pendidikan, literasi digital, dan penguatan Islam moderat.
- Kualitas Intelektual: Kaderisasi harus mampu menjawab tantangan global, disrupsi teknologi, dan krisis identitas di kalangan generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PP IPNU, M. Agil Nuruzzaman, menyatakan bahwa arahan PBNU merupakan “peringatan moral” sekaligus bekal ideologis. Ia berkomitmen membawa IPNU menjadi organisasi yang tidak hanya loyal secara struktural, tetapi juga adaptif dan berkualitas secara intelektual.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi IPNU untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan penjaga peradaban Islam Nusantara di masa depan.
- Penulis: Agung Gumelar
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar