Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tambang Bukan Segalanya: Aktivis PMII Yogyakarta Menanggapi Pemikiran Visioner Wagub Maluku Utara

Tambang Bukan Segalanya: Aktivis PMII Yogyakarta Menanggapi Pemikiran Visioner Wagub Maluku Utara

  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 517
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Baru-baru ini publik diramaikan dengan kabar yang cukup mencengangkan: pertumbuhan ekonomi Maluku Utara berhasil melesat hingga 32,09% (yoy) pada kuartal II 2025, menurut catatan Databoks yang bersumber dari Badan Pusat Statisik (BPS). Angka ini menempatkan Maluku Utara sebagai salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Namun, di balik euforia tersebut, ada satu pernyataan yang justru menggelitik sekaligus menyejukkan. Dalam seminar “Road to Go Public” di Ternate, Kamis (2/10/2025), Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa:

“Kita semua tahu, tambang suatu saat akan habis. Karena itu, kita harus memikirkan sumber pertumbuhan lain yang berkelanjutan.”

Pernyataan ini, dikutip dari Tribun Ternate, bukanlah sekadar kritik terhadap pola pembangunan yang ada. Ia adalah sebuah visi jauh ke depan, lahir dari kepedulian terhadap rakyat kecil, terutama nelayan dan petani—dua kelompok yang seringkali terpinggirkan dalam riuhnya industri tambang.

Tambang: Kaya Sesaat, Rusak Berkepanjangan

Sarbin Sehe mengingatkan bahwa tambang hanyalah sumber ekonomi sementara. Cepat atau lambat, cadangan akan habis, meninggalkan kerusakan lingkungan yang tak mudah dipulihkan. Inilah mengapa beliau mendorong lahirnya kekuatan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

Kelautan, perikanan, dan pertanian disebut sebagai sektor yang harus diberdayakan. Bagi beliau, nelayan dan petani bukan sekadar profesi, melainkan tulang punggung ekonomi daerah yang wajib diperhatikan dari sisi kesejahteraan, fasilitas, hingga akses pasar.

Pandangan ini sejalan dengan nilai dasar pergerakan (NDP) yang dipegang teguh kader-kader PMII: Hablumminallah, Hablumminannas, dan Hablum minal Alam. Ada kesadaran spiritual, sosial, sekaligus ekologis dalam gagasan tersebut—sebuah keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Belajar dari Nauru

Kita bisa bercermin pada kisah Nauru, sebuah negara kecil di Pasifik yang dulu kaya raya karena fosfat. Di masa kejayaannya, rakyat Nauru hidup dalam kemewahan. Namun ketika tambang fosfat habis, negara itu terjerembab dalam kemiskinan, krisis kesehatan, dan ketergantungan pada bantuan luar negeri.

Jangan sampai Maluku Utara mengulangi jejak yang sama. Kaya akan tambang, tapi miskin ketika sumber daya itu habis.

Jalan Berkeadilan

Sebagai mahasiswa yang ditempa dalam gerakan PMII, saya sepakat dengan pandangan KH. Sarbin Sehe. Maluku Utara harus menyiapkan pilar ekonomi alternatif sejak dini. Jalan-jalan yang dilalui truk tambang harus diperbaiki untuk kepentingan masyarakat, laut yang tercemar akibat limbah tambang harus dipulihkan demi nelayan, dan lahan-lahan pertanian mesti diberi perhatian serius agar petani tetap sejahtera.

Pemikiran KH. Sarbin Sehe terasa relevan dan menyentuh: ia bukan hanya bicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal keadilan, keberlanjutan, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Jika tambang adalah warisan hari ini, maka sektor kelautan, perikanan, dan pertanian adalah investasi masa depan. Dan hanya dengan keberanian untuk menatap jauh ke depanlah, Maluku Utara bisa terhindar dari jebakan “kaya sesaat, miskin selamanya”.

  • Penulis: Muzsta Oscar
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kekerasan Daycare Jogja

    Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 184
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Mencuatnya dugaan Kasus Kekerasan Daycare Jogja yang melibatkan lebih dari satu korban memantik kekhawatiran publik. Praktisi hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati dalam mengusut tuntas perkara yang mencederai hak-hak anak tersebut. Ketua Bidang Hukum dan HAM PB PII sekaligus Advokat GRS Law Office, Gusti Rian […]

  • Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi.

    Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 277
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang […]

  • Tangkapan layar video warga Maba Sangaji saat menyampaikan aspirasi terkait kasus hukum Maba Sangaji.

    LBH Ansor Ternate Soroti Dakwaan JPU terhadap Warga Maba Sangaji

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.423
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE, 8 Agustus 2025 — Kasus hukum Maba Sangaji kembali menjadi sorotan publik. LBH Ansor Ternate menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap beberapa warga sebagai bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang memperjuangkan hak-hak tanah leluhur mereka. Sidang yang seharusnya digelar di Pengadilan Negeri Soasio ini di pindahkan ke dalam Rutan Soa Sio, Tidore […]

  • Euforia Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Hijaukan Kota Daruba

    Euforia Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Hijaukan Kota Daruba

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 326
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Pulau Morotai kembali dipenuhi semangat sepak bola dunia. Ribuan penggemar Timnas Brasil menggelar konvoi akbar mengelilingi Kota Daruba, Jumat (19/6), sebagai bentuk dukungan jelang laga Timnas Brasil melawan Timnas Haiti. Iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat memadati sejumlah ruas jalan utama sambil membawa bendera kuning-hijau serta membunyikan klakson secara serentak. […]

  • KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Keshalehan sosial seorang Kepala Daerah Sherly Tjoanda Laos, bahwa dimana secara nyata dia adalah seorang Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dan pada saat yang sama, dia juga sebagai pemeluk agama miniroritas, tidak hanya dilihat pada kedispilinannya melaksanakan […]

  • Bentor Hiasi Aksi Hari Buruh 1 Mei 2025 di Yogyakarta, Suarakan Tuntutan Pekerja

    Bentor Hiasi Aksi Hari Buruh 1 Mei 2025 di Yogyakarta, Suarakan Tuntutan Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 2 Mei 2025 – Ribuan buruh dan elemen masyarakat turun ke jalan di Yogyakarta pada Kamis, 1 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional. Mereka memusatkan aksi di kawasan Titik Nol Kilometer sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan atas hak-hak pekerja. Massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Parkiran Abubakar Ali. Sekitar pukul […]

expand_less