Peringati Hari Santri Nasional 2026, Kepala Kemenag Morotai Tegaskan Pentingnya Penguatan Ukhuwah dan Kemandirian Santri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemenag Morotai menggelar apel Hari Santri Nasional tahun 2026. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, MOROTAI — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 yang berlangsung di lingkungan Kantor Kemenag Pulau Morotai, Kamis (22/10/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, S.Ag., M.Pd.I., saat ditemui wartawan menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober kini telah memasuki tahun ketiga atau keempat secara konsisten dilaksanakan di wilayah Morotai.
Dalam penjelasannya, H. Abdurachman Assagaf mengulas kembali nilai sejarah di balik penetapan Hari Santri yang berakar dari semangat perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan ini merujuk pada Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945 yang dipelopori oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari. Momen ini menjadi pijakan bagi kita untuk terus memperkuat ukhuwah islamiyah, khususnya antar lembaga pondok pesantren di Kabupaten Pulau Morotai,” ujar Abdurachman.
H. Abdurachman Assagaf memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pondok pesantren di daerah terluar, terutama Pesantren Nurul Sabah yang terletak di Usbar Perbatasan. Ia mengungkapkan bahwa pesantren tersebut memiliki nilai strategis nasional karena merupakan salah satu pesantren di Indonesia Timur yang diakui dan ditandatangani langsung oleh Menteri Agama pada tahun 2015 sebagai pondok pesantren perbatasan.
“Kesan dan harapan kami, keberadaan pondok pesantren perbatasan ini perlu terus kita tingkatkan. Anak-anak yang mondok di sana harus betul-betul fokus belajar. Kita dorong agar kualitas pendidikan meningkat dan jumlah santrinya semakin bertambah,” tegasnya.
Terkait dukungan sarana dan prasarana, Kemenag Morotai terus mengawal berbagai program bantuan. Pada tahun 2025 lalu, melalui Sistem Informasi Manajemen Bantuan (SIMBA) Pontren, Pesantren di Usbar memperoleh alokasi pembangunan 5 unit fasilitas pendidikan untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) melalui kerja sama Kementerian PUPR dan Kementerian Agama.
Santri Multifungsi dan BerinovasiLebih lanjut, Kepala Kemenag Morotai menekankan bahwa santri masa kini harus mampu beradaptasi dan berinovasi di berbagai bidang kehidupan. Santri tidak lagi hanya diidentikkan dengan aktivitas keagamaan tradisional semata.
“Santri harus punya inovasi. Jangan lagi dianggap santri itu cuma sarungan saja, tapi santri harus bisa segalanya. Santri bisa berkiprah di bidang pertanian, keterampilan teknis, dan bidang lainnya. Santri itu harus multifungsi,” jelasnya.
Menutup keterangannya, H. Abdurachman Assagaf menyampaikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pulau Morotai, khususnya di wilayah Usbar dan Usbar Pantai, untuk bersama-sama mendukung peningkatan mutu pendidikan pesantren.
Kemenag juga berkomitmen untuk menyalurkan berbagai program pendukung bagi perkembangan santri dan pengajar. Selain beasiswa untuk santri dan para kiai yang disalurkan secara tepat sasaran berbasis data, terdapat pula berbagai kegiatan pengembangan bakat seperti Kemah Santri serta Pekan Seni dan Olahraga Pondok Pesantren (Pospeda).
- Penulis: Mujizad Mandea

Saat ini belum ada komentar