Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kita hidup di zaman yang gemerlap tapi sunyi,masa ketika para pemuda lebih sibuk memotret reruntuhan sejarah ketimbang membangunnya kembali. Mereka menjadi penikmat kisah-kisah perjuangan, bukan pelanjut perjuangan itu sendiri. Kita bangga dengan masa lalu, tapi lupa bertanggung jawab atas masa depan.

Pemuda hari ini, dalam banyak hal telah menjadi pesakitan sejarah.
Tersandera oleh kemapanan, dipenjara oleh kenyamanan, dan kehilangan arah di tengah derasnya arus kapitalisme digital. Kita menjadi saksi generasi yang bangga menyebut diri “pewaris peradaban”, namun abai pada kenyataan bahwa peradaban itu tengah runtuh di depan mata.

Menelisik pemuda Maluku Utara, Kita menyebut diri anak negeri rempah, tapi gagal melindungi tanah tempat rempah itu tumbuh. Kita berbicara tentang kejayaan masa lampau, tapi tak berani menolak perusahaan-perusahaan yang menjarah laut dan hutan kita hari ini.

Di sinilah ironi itu lahir: pemuda yang gemar berbicara tentang Sultan Baabullah, Sultan Khairun, Sultan Nuku dan para Kapita yang berjuang untuk tanah ini tapi diam ketika rakyat di Halmahera diusir dari tanahnya. Pemuda yang mengutip kata “persatuan”, tapi tak lagi mengenal makna solidaritas.
Kita menjadi generasi yang fasih dalam narasi, tapi gagap dalam aksi.

bahwa problem utama kepemudaan hari ini bukan kekurangan potensi, melainkan kehilangan orientasi. Kita punya pendidikan, tapi tak punya kesadaran. Kita punya akses, tapi tidak punya arah.
Kita terlalu sibuk menjadi “modern,” tapi lupa menjadi “manusia.”

Sejarah tak butuh penikmat baru, tapi pelaku baru.
Kita tak bisa terus hidup di bawah bayang-bayang masa lalu sambil menunggu keajaiban dari masa depan. Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi masa lampau ia adalah perintah abadi untuk terus melawan setiap bentuk penindasan, baik dari penjajahan fisik maupun ekonomi, budaya, dan politik.

Pemuda pesakitan adalah mereka yang menyerah pada keadaan, yang lebih sibuk memperindah citra diri ketimbang memperjuangkan martabat bangsanya.
Sedangkan pemuda pembaharu adalah mereka yang berani menanggung luka, kehilangan, dan ketakutan demi satu hal yang lebih besar yakni kemanusiaan.

Maka, di tengah zaman yang memperjualbelikan segala hal, termasuk idealisme, tugas pemuda bukan lagi mencari kenyamanan, tetapi menyalakan kembali bara yang hampir padam.

Karena sejarah tidak akan mengingat mereka yang diam.
Sejarah hanya mengingat mereka yang melawan bahkan ketika dunia menertawakannya.

  • Penulis: Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

    AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 1.301
    • 0Komentar

    Aku menemukan Tuhan bukan di mimbar yang gaduh, melainkan di simpul tajam antara iman, ilmu, dan amal. Di situlah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam menyalakan makna tauhid sebagai pusat gravitasi, kemanusiaan sebagai medan kerja, dan keadilan sosial sebagai faktor gerakan. Jika di baca dengan amat teliti NDP memiliki tiga poin penting yang perlu […]

  • Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara

    LBH Ansor Maluku Utara: Status Kuasa Pengguna Anggaran Bukan Penentu atau Pengendali Anggaran Tunjangan DPRD

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.719
    • 0Komentar

    Maluku utara (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menanggapi dinamika pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan tunjangan operasional dan rumah tangga DPRD Maluku Utara periode 2019–2024, khususnya yang mengaitkan mantan Sekretaris DPRD, Abubakar Abdullah, dengan posisi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proses penganggaran tunjangan DPRD. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, S.H., menegaskan bahwa […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan arahan dalam pembukaan Musprov POSSI Maluku Utara di Emerald Hotel Ternate, Kamis (22/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wagub menegaskan kesiapan pemerintah melakukan operasi besar guna memberantas praktik bom ikan di wilayah perairan Maluku Utara. (Foto: Ika/RRI).

    Wagub Sarbin Sehe Tabuh Genderang Perang Lawan Bom Ikan di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan operasi besar-besaran guna memberantas praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan). Langkah tegas ini diambil demi menyelamatkan ekosistem laut yang menjadi modal utama masa depan ekonomi berkelanjutan di wilayah Maluku Utara. Pernyataan tersebut disampaikan Sarbin saat membuka Musyawarah Provinsi […]

  • M. Ade Bahtiar, SKM., MM., Bendahara Umum PC GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, saat memberikan keterangan pers terkait rencana pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor tahun 2025 di Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan.

    GP Ansor Kota Tidore Kepulauan Akan Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD)

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, akan kembali melaksanakan agenda kaderisasi formal melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada bulan Jumadil Akhir 1447 H mendatang. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–8 Desember 2025 di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. PKD akan diikuti oleh […]

  • Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

    Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Jafar Noh | Pengamat Informasi.
    • visibility 1.843
    • 0Komentar

    Dalam membicarakan otonomi daerah, penting bagi kita memahami terlebih dahulu posisi dan fungsi otonomi dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Otonomi bukan sekadar jargon yang berpindah dari satu ruang diskusi ke ruang lainnya. Ia adalah proses kompleks yang menuntut kehati-hatian, legalitas, dan kesiapan dalam berbagai aspek. Pelaksanaan otonomi daerah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan […]

  • Mantan Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Desak Evaluasi Kabag Kesra Terkait Mangkraknya Pembangunan Masjid Pas Ipa

    Mantan Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Desak Evaluasi Kabag Kesra Terkait Mangkraknya Pembangunan Masjid Pas Ipa

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Pas Ipa Kepulauan Sula – | Lambannya progres pembangunan Masjid Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, menuai sorotan dari salah satu tokoh muda asal desa tersebut, Mursid Puko. Dalam pernyataannya, Mursid mengungkapkan kekecewaannya atas terhentinya pembangunan rumah ibadah yang dinilai vital bagi masyarakat setempat. Sebagai putra asli Pas Ipa dan mantan […]

expand_less