Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 274
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kita hidup di zaman yang gemerlap tapi sunyi,masa ketika para pemuda lebih sibuk memotret reruntuhan sejarah ketimbang membangunnya kembali. Mereka menjadi penikmat kisah-kisah perjuangan, bukan pelanjut perjuangan itu sendiri. Kita bangga dengan masa lalu, tapi lupa bertanggung jawab atas masa depan.

Pemuda hari ini, dalam banyak hal telah menjadi pesakitan sejarah.
Tersandera oleh kemapanan, dipenjara oleh kenyamanan, dan kehilangan arah di tengah derasnya arus kapitalisme digital. Kita menjadi saksi generasi yang bangga menyebut diri “pewaris peradaban”, namun abai pada kenyataan bahwa peradaban itu tengah runtuh di depan mata.

Menelisik pemuda Maluku Utara, Kita menyebut diri anak negeri rempah, tapi gagal melindungi tanah tempat rempah itu tumbuh. Kita berbicara tentang kejayaan masa lampau, tapi tak berani menolak perusahaan-perusahaan yang menjarah laut dan hutan kita hari ini.

Di sinilah ironi itu lahir: pemuda yang gemar berbicara tentang Sultan Baabullah, Sultan Khairun, Sultan Nuku dan para Kapita yang berjuang untuk tanah ini tapi diam ketika rakyat di Halmahera diusir dari tanahnya. Pemuda yang mengutip kata “persatuan”, tapi tak lagi mengenal makna solidaritas.
Kita menjadi generasi yang fasih dalam narasi, tapi gagap dalam aksi.

bahwa problem utama kepemudaan hari ini bukan kekurangan potensi, melainkan kehilangan orientasi. Kita punya pendidikan, tapi tak punya kesadaran. Kita punya akses, tapi tidak punya arah.
Kita terlalu sibuk menjadi “modern,” tapi lupa menjadi “manusia.”

Sejarah tak butuh penikmat baru, tapi pelaku baru.
Kita tak bisa terus hidup di bawah bayang-bayang masa lalu sambil menunggu keajaiban dari masa depan. Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi masa lampau ia adalah perintah abadi untuk terus melawan setiap bentuk penindasan, baik dari penjajahan fisik maupun ekonomi, budaya, dan politik.

Pemuda pesakitan adalah mereka yang menyerah pada keadaan, yang lebih sibuk memperindah citra diri ketimbang memperjuangkan martabat bangsanya.
Sedangkan pemuda pembaharu adalah mereka yang berani menanggung luka, kehilangan, dan ketakutan demi satu hal yang lebih besar yakni kemanusiaan.

Maka, di tengah zaman yang memperjualbelikan segala hal, termasuk idealisme, tugas pemuda bukan lagi mencari kenyamanan, tetapi menyalakan kembali bara yang hampir padam.

Karena sejarah tidak akan mengingat mereka yang diam.
Sejarah hanya mengingat mereka yang melawan bahkan ketika dunia menertawakannya.

  • Penulis: Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Kota Ternate menari kegiatan JKPI 2025. Play Button

    Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar: Curhat Mahasiswa Ternate di Yogyakarta Terhadap Pemkot

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.920
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Rabu (13/8/25) Harapan mahasiswa Kota Ternate untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ternate saat gelaran Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta pupus sudah. Meski ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian khas daerah, mereka justru pulang membawa rasa kecewa. Penetapan Ternate sebagai tuan rumah JKPI 2026 memang menjadi momen penting. […]

  • Source : Istimewa

    Legislator PAN Temukan Harga Minyak Tanah di Morotai Jaya Tembus Rp9.000, Desak Evaluasi Total Agen

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 640
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO) – Ketua Formatur DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pulau Morotai, Moh. Akbar Mangoda, kembali sorot dugaan permainan Minyak tanah bersubsidi. Ia meminta Polres pulau Morotai juga harus fokus dugaan minyak tanah bersubsidi. Menurut Akbar, pengurangan kuota dan permainan harga BBM minyak tanah bersubsidi ini suda menjadi masalah klasik, Ia berharap masalah ini […]

  • Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Dua dekade pertama abad ke-21 memperlihatkan dunia yang bergerak dalam ketidakpastian yang nyaris konstan. Perang tidak lagi menjadi peristiwa yang jarang terjadi, melainkan hadir sebagai latar belakang berita harian.

  • Dokumentasi Panen Jagung SMKN 4 Tidore oleh Wakil Gubernur Maluku Utara di Tayawe. Play Button

    Sinergi Vokasi: Wagub Sarbin Sehe dan Kadikbud Malut Panen 2 Ton Jagung di SMKN 4 Tikep

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 370
    • 0Komentar

    TIDORE, BALENGKO SPACE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengintegrasikan sektor pendidikan vokasi. Langkah ini selaras dengan visi kemandirian bangsa yang diperkuat melalui tiga regulasi terbaru Presiden Prabowo Subianto, yakni Perpres Nomor 14 Tahun 2026, Inpres Nomor 2 Tahun 2026, serta Inpres Nomor 3 Tahun 2026. Sebagai aksi nyata di […]

  • MUSWIL IKA PMII MALUKU UTARA: “MERAWAT KEMANUSIAAN, MENATA MASA DEPAN”

    MUSWIL IKA PMII MALUKU UTARA: “MERAWAT KEMANUSIAAN, MENATA MASA DEPAN”

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Ternate, (16/2/25) – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ketiga dengan tema “Merawat Kemanusiaan, Menata Masa Depan.” Para alumni PMII, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi keagamaan dan kepemudaan hadir dalam acara ini. Pembukaan Acara Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan […]

  • MAKNA BUDAYA DAN IDENTITAS TARIAN CAKALELE: JANGAN DIMODIFIKASI MENJADI KONTEN HIBURAN SEMATA

    MAKNA BUDAYA DAN IDENTITAS TARIAN CAKALELE: JANGAN DIMODIFIKASI MENJADI KONTEN HIBURAN SEMATA

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Jidan M. Jein | Mahasiswa Magister Jurusan PBSI Universitas Lambung Mangkurat
    • visibility 485
    • 0Komentar

    P erkembangan media sosial saat ini telah membuka ruang ekspresi budaya yang luas, memungkinkan tradisi lokal dilihat, dibagikan, dan dinikmati oleh khalayak global. Di satu sisi, hal ini menjadi peluang emas bagi pelestarian budaya, termasuk tarian Cakalele dari Maluku Utara. Namun, di sisi lain, muncul fenomena yang mengkhawatirkan: tarian Cakalele sering kali dipertontonkan sekadar sebagai […]

expand_less