Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kita hidup di zaman yang gemerlap tapi sunyi,masa ketika para pemuda lebih sibuk memotret reruntuhan sejarah ketimbang membangunnya kembali. Mereka menjadi penikmat kisah-kisah perjuangan, bukan pelanjut perjuangan itu sendiri. Kita bangga dengan masa lalu, tapi lupa bertanggung jawab atas masa depan.

Pemuda hari ini, dalam banyak hal telah menjadi pesakitan sejarah.
Tersandera oleh kemapanan, dipenjara oleh kenyamanan, dan kehilangan arah di tengah derasnya arus kapitalisme digital. Kita menjadi saksi generasi yang bangga menyebut diri “pewaris peradaban”, namun abai pada kenyataan bahwa peradaban itu tengah runtuh di depan mata.

Menelisik pemuda Maluku Utara, Kita menyebut diri anak negeri rempah, tapi gagal melindungi tanah tempat rempah itu tumbuh. Kita berbicara tentang kejayaan masa lampau, tapi tak berani menolak perusahaan-perusahaan yang menjarah laut dan hutan kita hari ini.

Di sinilah ironi itu lahir: pemuda yang gemar berbicara tentang Sultan Baabullah, Sultan Khairun, Sultan Nuku dan para Kapita yang berjuang untuk tanah ini tapi diam ketika rakyat di Halmahera diusir dari tanahnya. Pemuda yang mengutip kata “persatuan”, tapi tak lagi mengenal makna solidaritas.
Kita menjadi generasi yang fasih dalam narasi, tapi gagap dalam aksi.

bahwa problem utama kepemudaan hari ini bukan kekurangan potensi, melainkan kehilangan orientasi. Kita punya pendidikan, tapi tak punya kesadaran. Kita punya akses, tapi tidak punya arah.
Kita terlalu sibuk menjadi “modern,” tapi lupa menjadi “manusia.”

Sejarah tak butuh penikmat baru, tapi pelaku baru.
Kita tak bisa terus hidup di bawah bayang-bayang masa lalu sambil menunggu keajaiban dari masa depan. Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi masa lampau ia adalah perintah abadi untuk terus melawan setiap bentuk penindasan, baik dari penjajahan fisik maupun ekonomi, budaya, dan politik.

Pemuda pesakitan adalah mereka yang menyerah pada keadaan, yang lebih sibuk memperindah citra diri ketimbang memperjuangkan martabat bangsanya.
Sedangkan pemuda pembaharu adalah mereka yang berani menanggung luka, kehilangan, dan ketakutan demi satu hal yang lebih besar yakni kemanusiaan.

Maka, di tengah zaman yang memperjualbelikan segala hal, termasuk idealisme, tugas pemuda bukan lagi mencari kenyamanan, tetapi menyalakan kembali bara yang hampir padam.

Karena sejarah tidak akan mengingat mereka yang diam.
Sejarah hanya mengingat mereka yang melawan bahkan ketika dunia menertawakannya.

  • Penulis: Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengulas polemik pelarangan film Pesta Babi di Indonesia dari sudut pandang hak informasi konstitusional serta kaitannya dengan kajian fikih teologis.

    Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Dosen FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Maluku Utara
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sebuah penelusuran tekstual menunjukkan bahwa kata “babi” atau al-khinzir disebutkan sebanyak empat kali dalam Al-Qur’an. Tiga di antaranya berbentuk tunggal (mufrad/singular) dan menggunakan makrifat—menunjukkan bahwa eksistensi hewan ini sangat dekat dengan realitas kehidupan manusia. Sementara itu, satu penyebutan lainnya berbentuk jamak (jam’ut taksir), yaitu al-khanaazir, yang mengisyaratkan banyaknya jumlah populasi hewan tersebut di bumi, sekaligus […]

  • Rempah Legendaris dari Timur: Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Kenal Buah Pala

    Rempah Legendaris dari Timur: Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Kenal Buah Pala

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE- Buah pala, tanaman endemik asli Indonesia Timur, buah dengan nama latin Myristica fragrans tumbuh subur di wilayah seperti Ternate, Banda, Sulawesi, hingga Papua. Sejak abad ke-6, rempah ini telah dikenal hingga Byzantium, berjarak 12.000 kilometer dari Banda. Pada tahun 1000 M, Ibnu Sina, seorang dokter Persia, menulis tentang “jansi ban” atau “kacang dari […]

  • Aksi kreatif Lapak Baca MTsN 1 Morotai digelar di Taman Kota Daruba guna menjemput bola dan meningkatkan minat baca masyarakat di era digital.

    Lapak Baca MTsN 1 Morotai Dorong Literasi di Taman Kota

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 248
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Guna menumbuhkan minat baca dan memperkuat indeks literasi di kalangan generasi muda, aksi kreatif luar kelas mulai digalakkan di pusat keramaian. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pulau Morotai mengambil langkah taktis dengan menggelar program “Lapak Baca MTsN 1 Morotai” di kawasan ruang publik Taman Kota Daruba, Pulau Morotai, Sabtu (23/05/2026) malam. […]

  • Narasumber dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya memberikan pendampingan kepada peserta Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara di Kampus UNUTARA, Ternate.

    Unutara Perkuat Budaya Mutu Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI)

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 13 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan optimal dan berkelanjutan. Pelatihan yang […]

  • Pertemuan hangat antara Ketua Umum HIPPMAMORO Yogyakarta sekaligus Koordinator Umum Forum BEM DIY dengan Dr. Firman Jaya Daeli, mantan anggota DPR RI/MPR RI, menjadi ruang dialog seputar kepemimpinan dan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa.

    BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Pertemuan antara Dr. Firman Jaya Daeli, S.H., M.H., seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pandangan kenegarawanan dan pengalaman panjang sebagai mantan anggota DPR RI dan MPR RI, bersama Faturahman Djaguna, Koordinator Umum Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga putra daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna tentang arah pembangunan […]

  • Komunitas Pijar NC Gelar Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pantai Falajawa, Ternate

    Komunitas Pijar NC Gelar Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pantai Falajawa, Ternate

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    peserta simulasi BHD di Pantai Falajawa bersama Komunitas Pijar NC.

expand_less