Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 232
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kita hidup di zaman yang gemerlap tapi sunyi,masa ketika para pemuda lebih sibuk memotret reruntuhan sejarah ketimbang membangunnya kembali. Mereka menjadi penikmat kisah-kisah perjuangan, bukan pelanjut perjuangan itu sendiri. Kita bangga dengan masa lalu, tapi lupa bertanggung jawab atas masa depan.

Pemuda hari ini, dalam banyak hal telah menjadi pesakitan sejarah.
Tersandera oleh kemapanan, dipenjara oleh kenyamanan, dan kehilangan arah di tengah derasnya arus kapitalisme digital. Kita menjadi saksi generasi yang bangga menyebut diri “pewaris peradaban”, namun abai pada kenyataan bahwa peradaban itu tengah runtuh di depan mata.

Menelisik pemuda Maluku Utara, Kita menyebut diri anak negeri rempah, tapi gagal melindungi tanah tempat rempah itu tumbuh. Kita berbicara tentang kejayaan masa lampau, tapi tak berani menolak perusahaan-perusahaan yang menjarah laut dan hutan kita hari ini.

Di sinilah ironi itu lahir: pemuda yang gemar berbicara tentang Sultan Baabullah, Sultan Khairun, Sultan Nuku dan para Kapita yang berjuang untuk tanah ini tapi diam ketika rakyat di Halmahera diusir dari tanahnya. Pemuda yang mengutip kata “persatuan”, tapi tak lagi mengenal makna solidaritas.
Kita menjadi generasi yang fasih dalam narasi, tapi gagap dalam aksi.

bahwa problem utama kepemudaan hari ini bukan kekurangan potensi, melainkan kehilangan orientasi. Kita punya pendidikan, tapi tak punya kesadaran. Kita punya akses, tapi tidak punya arah.
Kita terlalu sibuk menjadi “modern,” tapi lupa menjadi “manusia.”

Sejarah tak butuh penikmat baru, tapi pelaku baru.
Kita tak bisa terus hidup di bawah bayang-bayang masa lalu sambil menunggu keajaiban dari masa depan. Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi masa lampau ia adalah perintah abadi untuk terus melawan setiap bentuk penindasan, baik dari penjajahan fisik maupun ekonomi, budaya, dan politik.

Pemuda pesakitan adalah mereka yang menyerah pada keadaan, yang lebih sibuk memperindah citra diri ketimbang memperjuangkan martabat bangsanya.
Sedangkan pemuda pembaharu adalah mereka yang berani menanggung luka, kehilangan, dan ketakutan demi satu hal yang lebih besar yakni kemanusiaan.

Maka, di tengah zaman yang memperjualbelikan segala hal, termasuk idealisme, tugas pemuda bukan lagi mencari kenyamanan, tetapi menyalakan kembali bara yang hampir padam.

Karena sejarah tidak akan mengingat mereka yang diam.
Sejarah hanya mengingat mereka yang melawan bahkan ketika dunia menertawakannya.

  • Penulis: Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 27 April 2025 – Perkumpulan Keluarga Pemuda Mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakarta bersama Taman Pelajar Aceh sukses menggelar peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-917 kegiatan ini di gelar pada Sabtu, (26/4/25) Balai Bale gading Asrama Putri Aceh Yogyakarta. Kolaborasi lintas budaya ini menegaskan semangat persatuan Indonesia dari Aceh hingga Maluku Utara. Siti Chumairah Anwar, Ketua […]

  • Album Ketiga, Gym dan Lari Bareng HipHop Run It : Transformasi Dewasa Penikmat Soto

    Album Ketiga, Gym dan Lari Bareng HipHop Run It : Transformasi Dewasa Penikmat Soto

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram @penikmatsoto Dunia musik rap Indonesia selalu penuh dengan kejutan, dan salah satu nama yang sedang menjadi sorotan adalah Penikmat Soto, rapper asal Jakarta yang kini tengah sibuk mengerjakan album ketiganya. Dalam wawancara santai, ia berbagi cerita tentang perjalanan musik, kecintaannya pada kebugaran, hingga asal-usul nama panggungnya yang unik. Album Ketiga: Lebih […]

  • Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumber Foto : BloombergDimas Ardian Pada 6 Februari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai Persentase Usia Muda (15-24 Tahun) yang Tidak Sedang Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan, atau yang dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training). NEET merujuk pada sekelompok penduduk usia muda yang tidak aktif di dunia pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. […]

  • Situasi ricuh aksi demonstrasi buruh DPR RI yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan

    LBH Ansor Ternate Desak Presiden Copot Kapolri, Ingatkan Pola Represif 1998

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate, Zulfikran A. Bailussy, S.H., mengecam tragedi yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi buruh dan serikat pekerja di depan gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025). Aksi tersebut berlangsung ricuh ketika kendaraan taktis Brimob melindas korban hingga tewas di kawasan Rumah Susun […]

  • Petani transmigran mengolah lahan pertanian di kawasan permukiman baru program transmigrasi.

    Pemecahan Urusan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Solusi atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Imran Tahir
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Dahulu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi—hingga ke tingkat pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi—dibentuk dengan tujuan menyinergikan kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan serta transmigrasi. Harapannya, kebijakan tersebut mampu menciptakan keterkaitan yang erat antara penyediaan lapangan kerja dan penempatan tenaga kerja, termasuk bagi transmigran, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia, pembangunan, […]

  • Sejumlah mahasiswa membentangkan poster saat berlangsungnya Kongres HPMS di Asrama Haji, Ternate, Minggu (11/1/2026). Sumber foto: Istimewa.

    Aksi Tolak 10 IUP Pulau Mangoli Diwarnai Dugaan Kekerasan di Kongres HPMS Ternate

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 12 Januari 2026 — Aksi penyampaian aspirasi penolakan 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih besi di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, dilaporkan berujung pada dugaan kekerasan dalam Kongres Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) di Asrama Haji, Ternate Selatan, Minggu malam (11/1/2026). Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sula membentangkan poster penolakan sesaat setelah […]

expand_less