Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » HMI Cabang Morotai Tolak Morofest: Pemda Dinilai Lebih Pilih Seremonial daripada Tangani Karhutla

HMI Cabang Morotai Tolak Morofest: Pemda Dinilai Lebih Pilih Seremonial daripada Tangani Karhutla

  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morotai menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu, Jalan Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (15/10/2026).

Massa aksi secara tegas menolak pelaksanaan Festival Morotai (Morofest) dan menyoroti berbagai permasalahan mendasar yang dinilai diabaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Koordinator Lapangan, Hasanudin Saba, menyatakan penolakan terhadap Morofest karena kegiatan tersebut dianggap tidak bermanfaat dan tidak memiliki unsur kemanusiaan di tengah penderitaan masyarakat.

“Pemerintah daerah lebih mengutamakan kegiatan yang sifatnya seremonial, ketimbang menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta masalah lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Hasan di sela-sela aksi.

Lebih lanjut, HMI Cabang Morotai mempertanyakan efektivitas Morofest terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perputaran ekonomi masyarakat.

“Jika Morofest dijadikan sebagai ajang promosi wisata, kami dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan Rusli-Rio kali ini gagal total dan kekurangan konsep dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah,” ujarnya.

Menurut Hasan, promosi pariwisata semestinya dibarengi dengan pembenahan fasilitas. Prioritas utama untuk mengembangkan daerah berbasis pariwisata adalah kemudahan akses transportasi, infrastruktur yang memadai, kebersihan, sanitasi dasar, serta fasilitas pendukung lainnya yang menjadi minat utama wisatawan.

Dalam orasinya, HMI Cabang Morotai juga menyodorkan enam tuntutan mendesak yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat, yakni:

1.Menolak pelaksanaan Morofest.

2.Mendesak Pemda segera menangani masalah Karhutla dan memberikan solusi bagi masyarakat terdampak.

3.Meminta Pemda segera memperbaiki tempat tambat perahu di Taman Kota.

4.Mendesak pengesahan RT/RW di tingkat kabupaten.

5.Menyediakan jalan alternatif untuk bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM).

6.Memisahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) dari Dinas Sosial (Dinsos).

Hasan menutup orasinya dengan peringatan keras kepada pemerintah daerah agar segera bertindak.

“Kami berharap Pemda dapat mengakomodir seluruh tuntutan yang kami sampaikan. Utamanya, segera tangani Karhutla dan berikan efek jera serta solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.

  • Penulis: Jainudin Naba
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • proyek swering talud Desa Ploly Halmahera Selatan

    Kontrak, Wanprestasi, dan Hak Masyarakat: Membaca Sengketa Proyek Talud Desa Ploly dari Perspektif Hukum Perdata

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Algojo Manyelu., S.H
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Pembangunan infrastruktur pada hakikatnya merupakan instrumen negara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pembangunan akan kehilangan makna ketika proses pelaksanaannya justru melahirkan ketidakadilan bagi masyarakat yang menjadi bagian dari proyek tersebut. Salah satu persoalan yang muncul saat ini adalah dugaan tidak dipenuhinya kewajiban hukum oleh kontraktor Sofyan Marwan yang bertindak sebagai Pelaksana Proyek dengan mengendarai perahu […]

  • Organda Morotai Tolak Kenaikan Dexlite

    Tolak Kenaikan Dexlite, Organda Morotai Gelar Hearing di DPRD: Ancam Mogok Massal 7 Hari

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 363
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Gelombang protes akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menyasar sektor transportasi di daerah. Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi konvoi dan hearing di Kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (11/5/2026). Aksi ini dipicu oleh kenaikan harga […]

  • Forum BEM Se-DIY menggelar aksi damai memperingati Hari HAM Sedunia di Perempatan Gondomanan, Yogyakarta, disertai sholat ghoib dan doa bersama untuk korban banjir bandang di Sumatera, 10 Desember 2025.”

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Hari HAM Sedunia, Sholat Ghoib, dan Penggalangan Dana Akbar untuk Sumatera

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Yogyakarta, BALENGKO — 12 Desember 2025, Dalam momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, Forum BEM Se-DIY menggelar aksi damai di Perempatan Gondomanan, Yogyakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta bersama elemen masyarakat sipil turut hadir dalam aksi yang berlangsung sekitar siang hingga sore hari. Koordinator […]

  • Darurat Abrasi di Koloray: Jarak Rumah ke Pantai Tinggal 4 Meter

    Darurat Abrasi di Koloray: Jarak Rumah ke Pantai Tinggal 4 Meter

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Jainudin Naba
    • visibility 438
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Desa Koloray di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, menghadapi ancaman serius akibat abrasi pantai yang terus menggerus daratan. Kondisi ini tidak hanya mengancam infrastruktur pemukiman, tetapi juga berpotensi menghilangkan sumber air bersih bagi sekitar 600 jiwa penduduk setempat. Berdasarkan pantauan, bangunan penahan ombak (breakwater) yang sebelumnya dibangun melalui Program Nasional […]

  • REKONSILIASI DAN KONSOLIDASI IKA PMII  UNTUK MALUKU UTARA BANGKIT, INDONESIA MAJU

    REKONSILIASI DAN KONSOLIDASI IKA PMII UNTUK MALUKU UTARA BANGKIT, INDONESIA MAJU

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 1.664
    • 0Komentar

    Adalah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang mengikat para kadernya untuk tetap berjuang dalam rangka memberikan musa’adah (konstribusi) pemikiran, tenaga dan waktunya untuk terlibat aktif dalam pembangunan Maluku Utara bangkit dan Indonesia maju. Membantu kerja-kerja pemerintah, baik pusat maupun daerah pada konteks kerja-kerja Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, kerja-kerja siyasiyyah (politik) dan berkomitmen yang […]

  • Saint Yowza: Menjaga Semangat HipHop di Kota Ruteng Lewat “Keep The Flame”

    Saint Yowza: Menjaga Semangat HipHop di Kota Ruteng Lewat “Keep The Flame”

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram St.Yowza Musik HipHop semakin mendapat tempat di hati para pecinta musik Indonesia, bahkan di kota lain seperti Ruteng, Flores, NTT. Salah satu rapper yang terus menjaga semangat ini adalah Saint Yowza, yang baru saja merilis single terbarunya berjudul “Keep The Flame”. Dalam wawancara ini, Saint Yowza berbagi cerita tentang inspirasi, proses […]

expand_less