Kohati HMI Ternate Desak Evaluasi Kepala SDN 32 Kalumata Galian Terkait Dugaan Kekerasan
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
TERNATE (BALENGKO) — Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate segera mengevaluasi Kepala SDN 32 Kalumata Galian menyusul adanya dugaan kekerasan terhadap siswi kelas 5 oleh oknum keamanan sekolah. Selain kekerasan fisik, sekolah tersebut juga dilaporkan mengalami berbagai kasus perundungan hingga intimidasi terhadap orang tua wali.
Kegagalan Pengawasan Sekolah
Kohati menilai rentetan peristiwa tersebut menunjukkan kegagalan kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Pemerintah Kota Ternate diminta tidak lepas tangan atas praktik kekerasan dan perundungan yang melibatkan tenaga pendidik maupun non-pendidik.
Evaluasi ini dinilai mendesak untuk memastikan hak anak atas perlindungan dan martabat tetap terpenuhi di lingkungan sekolah.
Empat Tuntutan Kohati
Kohati HMI Cabang Ternate mengajukan empat poin tuntutan kepada Wali Kota Ternate:
- Memerintahkan Dinas Pendidikan melakukan audit internal dan investigasi independen terhadap manajemen SDN 32 Kalumata Galian.
- Menonaktifkan sementara pihak-pihak terkait selama proses pemeriksaan guna mencegah tekanan terhadap korban dan saksi.
- Menjamin pemulihan psikologis korban dan memastikan keberlanjutan pendidikannya tanpa rasa takut.
- Membuka hasil evaluasi secara transparan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.
Mandat Perlindungan Anak
Pihak Kohati menegaskan bahwa pembiaran terhadap kekerasan di sekolah merupakan pengkhianatan terhadap mandat konstitusi dalam melindungi anak. Mereka berharap Wali Kota Ternate mengambil langkah tegas demi menjamin sekolah menjadi ruang aman bagi anak-anak.
- Penulis: Mursid Puko
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar