Komisariat (P) Ali Maksum Resmi Berdiri, RAKLB Ke-I Tetapkan Formatur dan Caretaker
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 92
- comment 0 komentar

Asril Sermaf berpose usai ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum HMI Cabang Yogyakarta dalam Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa (RAKLB) Ke-I yang digelar di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta, Minggu (8/2/2026).
Yogyakarta (BALENGKO) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta resmi mendirikan Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum melalui Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa Ke-1 (RAKLB Ke-I) yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 (19 Sya’ban 1447 H) bertempat di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta.
Forum tertinggi komisariat tersebut menetapkan M. Asril Sermaf sebagai Formatur Ketua Umum Komisariat (P) Ali Maksum. Selain itu, forum juga menetapkan struktur caretaker yang terdiri dari:
- Muhammad Al Amin sebagai Anggota Caretaker
- K. Moh Reza sebagai Koordinator Caretaker
- Suhail Elly sebagai Anggota Caretaker
Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, menegaskan bahwa bertambahnya satu komisariat baru di bawah naungan HMI Cabang Yogyakarta menjadi spirit baru, khususnya di lingkungan Kampus Universitas Alma Ata, untuk terus memperhatikan kondisi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kader HMI terhadap umat dan bangsa.

“Kehadiran komisariat baru ini bukan hanya soal penambahan struktur organisasi, tetapi menjadi energi baru bagi kader HMI untuk lebih peka terhadap persoalan sosial dan memperkuat peran pengabdian di tengah masyarakat,” tegas Isra Boy.
Pendiri Komisariat (P) Ali Maksum, Suhail Elly, menyampaikan rasa bahagia dan haru atas terwujudnya gagasan yang telah diwacanakan sejak akhir tahun 2022. Ia menuturkan bahwa berdirinya komisariat ini merupakan hasil proses panjang yang direkomendasikan dalam Pleno II HMI Cabang Yogyakarta tahun 2025, sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi melalui RAKLB Ke-I.

“Sebagai pendiri, saya menyambut baik terbentuknya komisariat ini. Ada rasa bahagia, suka, dan haru yang bercampur menjadi satu saat RAKLB berlangsung di Gedung Kebudayaan Lafran Pane,” ujar Suhail.
Ia berharap Komisariat (P) Ali Maksum menjadi ruang kaderisasi yang konsisten, melahirkan insan akademis yang kritis, berintegritas, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Menurutnya, kehadiran komisariat di Universitas Alma Ata tidak boleh berhenti sebagai organisasi formal, tetapi harus menjadi wadah pembinaan intelektual dan moral mahasiswa, sekaligus mitra strategis kampus dalam menciptakan iklim akademik yang sehat dan dialogis.
“Selama komisariat ini berjalan pada koridor perjuangannya, maka keberadaannya akan menjadi aset penting, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Bang Musta, pencetus, pendiri, dan pembina Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata (HIMAIT), turut mengapresiasi berdirinya Komisariat (P) Ali Maksum. Ia menilai kehadiran komisariat ini sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk berproses dan mengembangkan diri melalui organisasi.

Menurutnya, HIMAIT sejak awal hadir sebagai wadah mahasiswa Indonesia Timur tanpa membatasi pilihan organisasi, baik eksternal seperti HMI, PMII, GMNI, maupun organisasi internal kampus.
“Mahasiswa Himpunan Timur Universitas Alma Ata Yogyakarta (HIMAIT) harus aktif berorganisasi karena tantangan dunia kerja sangat besar. Soft skill seperti manajemen emosi, public speaking, dan problem solving tidak diajarkan di ruang kelas, tetapi ditempa melalui organisasi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengalaman organisasi akan membentuk mahasiswa yang dewasa, berdaya saing, dan berkarakter, sehingga ketika kembali ke daerah asal mampu berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
RAKLB Ke-I Komisariat (P) Ali Maksum HMI Cabang Yogyakarta ini menjadi tonggak awal penguatan kaderisasi HMI di Universitas Alma Ata, sekaligus membuka harapan lahirnya kader-kader umat dan bangsa yang kritis, berintegritas, serta berpijak pada nilai keislaman dan keindonesiaan.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar