Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 679
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pernah terjadi pelaksanaan seminar bertajuk tentang kemiskinan yang ditinjau dari perspektif Islam, yang dihadiri oleh beberapa profesor Islam dalam seminar tersebut. Salah seorang profesor Islam di antara mereka mengemukakan pendapatnya begini: “Problem kemiskinan tidak dapat kita atasi, karena Allah Swt yang mengatur rezeki.” Profesor itu kemudian mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan sebagai basis argumennya secara teologi. Profesor yang lain, yang juga sebagai seorang muballigh dan psikolog, mengungkapkan pendapatnya begini: “Kita harus mendidik orang-orang miskin untuk mengembangkan mekanisme pertahanan ego, agar dia memiliki pertahanan mental dalam kemiskinannya.” Sementara profesor yang lainnya menegaskan bahwa, “Kemiskinan itu adalah hari kejayaan yang dipergilirkan oleh Allah Swt di antara manusia di pentas dunia ini.” Walhasil, menurut para maha guru itu, tidak ada gunanya merumuskan upaya-upaya untuk mengatasi kemiskinan, karena kemiskinan itu sudah ada dan akan tetap ada sepanjang sejarah manusia di atas dunia ini seolah-olah mereka hendak mengatakan bahwa kemiskinan itu merupakan Sunatullah. Alih-alih untuk dibasmi, maka kemiskinan itu harus dilestarikan serta dipelihara oleh negara. Justru pendapat para Profesor Islam itu sama sekali tidak memberikan solusi sama sekali terhadap eksistensi nasib orang-orang miskin. Coba itu kawan!

Maka, saya, anda, dan kita semua pasti terkejut, juga jengkel dengan pendapat yang telah dikemukakan oleh para profesor Islam tersebut. Para profesor itu dengan entengnya mengutip nash-nash agama untuk melestarikan kemiskinan itu. Melihat kenyataan pendapat yang dikemukakan oleh para profesor Islam itu, membuat saya sadar bahwa pemahaman agama juga merupakan masalah ideologi yang sudah menjadi sebuah kenyakinan kuat dalam dirinya. Justru mereka sudah mewakili para elit yang sesungguhnya diuntungkan dengan adanya orang-orang miskin dalam rantai kehidupannya. Dengan menggunakan analisis fungsional dari Robert K. Merton yang mengatakan: “Kita dapat menunjukkan bahwa kemiskinan itu bersifat fungsional. Kemiskinan perlu dipertahankan untuk kelestarian sebuah sistem yang ada. Saya juga meminjam pendapatnya, Herbert J. Gans dalam “the uses of poverty” yang menyebutkan, bahwa ada tiga belas fungsi orang miskin. Maka, dalam tulisan ini saya hanya akan menyebutkan fungsi orang-orang miskin itu enam buah saja supaya tidak kebanyakan disini yang akan membuat pembaca tulisan ini jenuh dan bosan dalam mengetahui fungsi kemiskinan.

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Densus 88 sosialisasi di SDN 2 Kota Ternate.

    Waspada Digital Grooming, Densus 88 Edukasi Siswa SDN 2 Ternate Bahaya Radikalisme

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 157
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme bagi siswa serta guru di SD Negeri 2 Kota Ternate, Sabtu (7/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk membentengi anak-anak dari sasaran rekrutmen kelompok radikal melalui media sosial dan game online. Tren Radikalisme Menyasar Anak di Dunia Digital Anggota Tim Pencegahan […]

  • Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Muhamad Yudis Kamah
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Di tengah geliat pembangunan yang digadang-gadang membawa kesejahteraan, kampung sering kali dipandang sebagai wilayah tertinggal, identik dengan kekumuhan, konflik, dan ketertinggalan. Namun di balik stigma itu, kampung justru menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ruang hidup dari berbagai bentuk ketidakadilan: penggusuran, bentrokan lahan, hingga perampasan wilayah adat. Ironisnya, ketika warga kampung mempertahankan haknya, respons yang muncul […]

  • ILUSTRASI: Hukum tetap tegak di atas tekanan kelompok.| Sumber gambar Ilustrasi: Istimewa

    LBH Ansor Malut Tegaskan: SK Hukuman Salmin Janidi Sah dan Tidak Bisa Dibatalkan oleh Tekanan Kelompok

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan sikap resmi terkait insiden masuknya sekelompok orang yang mengatasnamakan Brigade Sofifi ke Kantor BKD Provinsi Maluku Utara. Kelompok tersebut diduga menekan Plt Kepala BKD, Zulkifli Bian, agar mencabut Keputusan Gubernur terkait hukuman disiplin terhadap mantan Kepala Dinas Perhubungan, Salmin Janidi, S.H., M.Hum. LBH Ansor […]

  • MUSWIL IKA PMII MALUKU UTARA: “MERAWAT KEMANUSIAAN, MENATA MASA DEPAN”

    MUSWIL IKA PMII MALUKU UTARA: “MERAWAT KEMANUSIAAN, MENATA MASA DEPAN”

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Ternate, (16/2/25) – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ketiga dengan tema “Merawat Kemanusiaan, Menata Masa Depan.” Para alumni PMII, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi keagamaan dan kepemudaan hadir dalam acara ini. Pembukaan Acara Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan […]

  • Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Dr. M. Natsir Tamalene, M.Pd. (kiri), saat bertemu dengan Vice Rector for International Cooperation Bukhara State University, Prof. Abror Juraev (kanan), di Uzbekistan, Jumat (30/01/2026). Kunjungan ini membahas rencana program magang internasional kolaboratif bagi mahasiswa dan dosen PTNU se-Indonesia untuk penguatan kapasitas akademik di bidang sains, teknologi, dan kebudayaan. Dok. Istimewa

    Perluas Jejaring Global, UNUTARA Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Bukhara State University Uzbekistan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 218
    • 0Komentar

    BUKHARA, UZBEKISTAN (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi memulai langkah strategis di kancah internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Bukhara State University (BSU), Uzbekistan. Rektor UNUTARA, Dr. M. Natsir Tamalene, M.Pd., melakukan kunjungan resmi bersama jajaran Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Indonesia untuk membahas kolaborasi lintas negara di kantor pusat BSU, […]

  • Masri Anwar saat diwawancarai di Yogyakarta tentang buku Kerusakan Ekologi Sebuah Antologi

    Masri Anwar dan Buku “Kerusakan Ekologi Sebuah Antologi”: Suara dari Halmahera Tengah yang Terkikis Tambang

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 877
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta – 17 September 2025. Maluku Utara dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah: dari pertanian, perikanan, hingga pertambangan. Namun, di balik derasnya arus investasi tambang, kerusakan lingkungan semakin terasa, terutama bagi masyarakat yang hidup di sekitar wilayah tambang. Keresahan itulah yang mendorong Masri Anwar, aktivis lingkungan sekaligus akademisi asal Maluku Utara, untuk menulis […]

expand_less