Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dan Krisis Kepedulian Sampah: Lingkungan Kampus Masih Penuh Dengan Sampah

Mahasiswa dan Krisis Kepedulian Sampah: Lingkungan Kampus Masih Penuh Dengan Sampah

  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 568
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Lingkungan yang alami, aman dan nyaman selalu menjadi keinginan bagi setiap manusia, terutama dilingkungan kampus supaya Mahasiswa/i dalam melaksanakan berbagai aktivitas pembelajaran terutama dalam menghadapi isu lingkungan yang semakin hari berdampak. Mahasiswa merupakan Agen Perubahan serta generasi penerus bangsa, selalu dituntut untuk mampu membawa perubahan dimanapun berada, termasuk dilingkungan kampus itu sendiri.

Eksistensi kesadaran Mahasiswa sebagai masyarakat intlektual memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pelestari lingkungan Perguruan Tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat yang bersih, rapi serta peduli terhadap lingkungan sekitar seperti membuang sampah pada tempatnya. Namun kenyataannya masih sering dijumpa sebaliknya, sampah berserakan di berbagai sudut kampus, mulai dari halaman, sampai ke ruang kelas.

Mahasiswa dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan, meskipun tempat sampah telah disediakan di area kampus, sikap acuh tak acuh yang sering kali dilakukan Mahasiswa menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih belum sepenuhnya tertanam dalam pola pikir Mahasiswa. Selain itu, kurangnya sosialisasi serta edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar oleh pihak perguruan tinggi juga menjadi salah satu faktor penting terhadap rendahnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa seharusnya dapat mempengaruhi lingkungan, bukan dipengaruhi oleh lingkungan. Sehingga Mahasiswa harus berperan aktif dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang alami, aman serta nyaman untuk berbagai aktivitas akademis.

Persoalan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa justru Mahasiswa sebagai kaum intelektual masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan kampus?. Krisis kepedulian lingkungan inilah yang menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi oleh Perguruan Tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran Mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketidakpedulian yang dilakukan oleh Mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus dapat memperlambat keefektivitasan dalam pembelajaran serta membuat lingkungan belajar menjadi tidak nyaman. Begitu pula sebaliknya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan mampu memberikan berbagai manfaat, antara lain proses belajar akan menjadi lebih efektif serta suasana belajar akan terasa lebih nyaman. Hal ini dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan merupakan aspek penting yang akan mempengaruhi kelancaran serta keberhasilan dalam aktivitas belajar dilingkungan Perguruan Tinggi. Untuk itu diperlukan perhatian khusus serta upaya mencari solusi efektif guna meningkatkan kesadaran Mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus, yang mungkin bersumber dari berbagai faktor, seperti pengaruh lingkungan pertemanan atau bahkan kurangnya rasa bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mengatasi krisis kepedulian terhadap lingkungan di kalangan Mahasiswa, diperlukan adanya pendekatan secara langsung oleh pihak Perguruan Tinggi serta berkelanjutan. Pertama, Perguruan Tinggi harus lebih aktif dalam mengadakan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya menjaga lingkungan. Seminar, workshop, serta kampanye lingkungan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran Mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Kedua, kampus perlu menyediakan fasilitas yang dapat mendukung perilaku ramah lingkungan, seperti tempat sampah terpilah, stasiun isi ulang air minum, serta sistem daur ulang yang efektif. Dengan adanya fasilitas yang memadai, Mahasiswa akan lebih mudah menerapkan kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun disisi lain Mahasiswa sendiri harus mengambil inisiatif untuk berubah, kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, serta berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, Mahasiswa dapat menjadi Agen Perubahan dalam menciptakan kampus yang bersih dan hijau.

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Pastabulu, 25/1/25 – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula mengadakan kegiatan Literasi Pesisir dan Bakti Sosial yang bertempat di Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja komunitas untuk tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan pesisir dan laut melalui edukasi serta kolaborasi. Ketua Umum Komunitas […]

  • Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

    Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram @indra_domdom Jakarta, sebuah kota yang penuh dinamika, menjadi rumah bagi banyak jiwa kreatif. Salah satunya adalah Indra Dom Dom, seorang skateboarder sekaligus beatmaker yang terus menyalakan semangatnya di dua dunia yang penuh tantangan ini. Berikut adalah cerita menariknya dalam perjalanan skate dan musik, yang tak hanya menggambarkan passion, tetapi juga dedikasi […]

  • Source : Istimewa

    Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan, Massa SMIT Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT Arumba Jaya Perkasa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 270
    • 0Komentar

    JAKARTA, 13 Februari 2026 (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (13/2). Massa menuntut intervensi pemerintah pusat terkait sengketa pembebasan lahan yang melibatkan PT Arumba Jaya Perkasa di Desa Saramaake, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Koordinator […]

  • Abyakto: Perjalanan Fotografi di Dunia Hiphop yang Penuh Inspirasi

    Abyakto: Perjalanan Fotografi di Dunia Hiphop yang Penuh Inspirasi

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Abaykto sedang memotret rapper dengan teknik fisheye di sebuah studio hiphop.

  • North Moluccan Boys dan The Salawaku Bentangkan Spanduk Dukung Palestina: “Show Israel the Red Card!”

    North Moluccan Boys dan The Salawaku Bentangkan Spanduk Dukung Palestina: “Show Israel the Red Card!”

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Ternate – Laga seru antara Malut United dan PSBS Biak berlangsung sengit di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat malam, 18 April 2025. Kedua tim bermain imbang 1-1 dan harus puas berbagi poin. Hasil ini menjaga posisi Malut United di lima besar klasemen sementara BRI Liga 1. Tim asuhan Imran Nahumarury juga sukses mempertahankan rekor tak […]

  • Foto tulisan tangan milik YBS (10), korban dugaan bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT, yang tersebar di kalangan media, Kamis (29/1/2026). Korban merupakan siswa kelas IV sekolah dasar yang tinggal bersama neneknya. (Foto: HUMAS POLRES NGADA/Kompas.id)

    Diduga Kecewa Tak Bisa Beli Pena, Siswa SD di Ngada Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle balengko space
    • visibility 244
    • 0Komentar

    NGADA NTT (BALENGKO) — Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026). Peristiwa memilukan ini dipicu oleh kesedihan korban yang tidak bisa membeli perlengkapan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kronologi Penemuan Dilansir dari tribunnews.com Jasad YBS ditemukan di sebuah […]

expand_less