Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Pasien Digendong dari Puskesmas Yaba, Kader PMII D.I Yogyakarta Soroti Pemda Soal Infrastruktur

Pasien Digendong dari Puskesmas Yaba, Kader PMII D.I Yogyakarta Soroti Pemda Soal Infrastruktur

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Potret tenaga kesehatan yang menggendong pasien dari Puskesmas Yaba, Bacan, Halmahera Selatan, baru-baru ini memenuhi lini masa media sosial. Karena akses jalan yang terputus dan jalur laut yang lumpuh akibat ombak besar, raga manusia harus menjadi pengganti ambulans. Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat seperti potret dedikasi. Namun, bagi saya, ini adalah tamparan keras bagi nurani publik; sebuah cermin yang memilukan bahwa kaum mustadh’afin masih memikul beban terberat dari ketimpangan pembangunan.

Sebagai tenaga kesehatan sekaligus kader PMII D.I. Yogyakarta, saya menyaksikan peristiwa ini dengan perpaduan rasa resah dan sedih. Resah, karena di tengah narasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang kerap digaungkan, masih ada warga yang harus dipanggul selayaknya masa lampau hanya untuk mengakses layanan medis dasar. Sedih, karena korbannya selalu kelompok yang sama: masyarakat desa terpencil dengan keterbatasan ekonomi—mereka yang suaranya jarang bergema di ruang pengambilan kebijakan.

Tulisan ini lahir dari kegelisahan pribadi saya yang telah bertahun-tahun bergelut di lapangan, mulai dari menempuh pendidikan D3 hingga S1 dan sudah bertahun-tahun bekerja dipelayanan kesehatan. Sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang ditempa dengan nilai Nilai Dasar Pergerakan (NDP), terutama dalam konteks Hablum Minannas (hubungan antar manusia) dan keadilan sosial, saya menolak untuk diam. Pengalaman dan nilai-nilai itulah yang memaksa saya bersuara ketika ketimpangan sistemik ini terus berulang dan mulai dianggap sebagai kewajaran yang lumrah.

Jangan Menormalisasi “Romantisme Penderitaan”

Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Yaba, Halmahera Selatan, terpaksa menggendong pasien melalui jalur darat yang sulit karena akses jalan terputus dan gelombang laut yang ekstrem. Sebuah heroisme yang lahir dari keterbatasan infrastruktur (Sumber foto) : Facebook Asthy Asmiathy

Dalam kerangka pembangunan yang berkeadilan, infrastruktur jalan menuju fasilitas kesehatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan pengejawantahan dari Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketika jalan menuju Puskesmas Yaba terputus, maka negara secara tidak langsung sedang membiarkan terjadinya hambatan terhadap hak hidup warganya.

Kita tentu menghormati dedikasi tenaga kesehatan tersebut. Namun, heroisme nakes jangan sampai dijadikan tameng untuk menormalisasi ketimpangan. Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait perlu segera mengevaluasi peta kerentanan akses kesehatan di wilayah terpencil. Kita butuh solusi sistemik-seperti pengadaan ambulans laut yang tangguh cuaca atau percepatan perbaikan jalan evakuasi medis-bukan sekadar kekaguman sesaat pada nakes yang rela berkorban.

Sebagai kader PMII, saya memandang bahwa keberpihakan pada kaum mustadh’afin harus dimulai dari keberpihakan anggaran dan prioritas pembangunan. Pembangunan infrastruktur jangan hanya terpusat pada wilayah yang ‘terlihat’ (estetika kota), tapi harus menyentuh wilayah yang ‘terluka’ (pelosok desa).”

Luka Nyata di Tubuh Rakyat

Potret perjuangan Nakes di Yaba, Halmahera Selatan, memperlihatkan jurang yang masih menganga lebar antara pusat dan pinggiran. Di satu sisi ada wilayah dengan aspal mulus dan ambulans siaga, di sisi lain ada warga yang harus menembus hutan sambil menahan sakit. Di titik inilah, “keadilan sosial” berhenti menjadi jargon konstitusi dan menjelma menjadi luka nyata di tubuh rakyat.

Jika situasi ini terus dibiarkan, penderitaan kaum mustadh’afin akan menjadi siklus yang tak berujung: sakit, terisolasi, lalu dilupakan oleh sistem yang seharusnya melindungi. Sebagai nakes, saya paham betul bahwa setiap menit keterlambatan adalah penentu hidup atau mati. Sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), saya meyakini bahwa diam di hadapan ketidakadilan adalah pengingkaran terhadap nurani.

Peristiwa ini semestinya menjadi momentum refleksi, sekaligus dorongan moral bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kebijakan untuk menempatkan infrastruktur kesehatan sebagai prioritas utama. Ini bukan soal pencitraan di mata publik, melainkan soal memastikan hak atas hidup benar-benar dirasakan hingga ke pelosok nusantara.

Sebab, selama orang sakit masih harus digendong untuk mendapatkan pertolongan, selama itu pula kita harus jujur mengakui: keadilan sosial dan makna kemerdekaan belum sepenuhnya sampai ke tangan seluruh anak bangsa.

  • Penulis: Muzsta Oscar
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ageng Pradana: Membawa Kreativitas Baru ke Dunia Video Musik Hip-Hop Indonesia

    Ageng Pradana: Membawa Kreativitas Baru ke Dunia Video Musik Hip-Hop Indonesia

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Foto : Instagram : agengpradana9 Dunia video musik hip-hop di Indonesia sedang berkembang pesat, dan salah satu nama yang patut diperhatikan adalah Ageng Pradana. Sebagai seorang video director, Ageng telah berhasil bekerja dengan sejumlah rapper dan Grup HipHop terkenal seperti Jumbrong, Punokawan, dan Bennet A.K. Dalam wawancara eksklusif ini, Ageng berbagi cerita tentang perjalanan kariernya, […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Jasri Usman Kembali Pimpin PKB Malut: Melanjutkan Tradisi Kemenangan di Bumi Moloku Kieraha

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 191
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO), 25 JANUARI 2026 – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pulau Morotai secara resmi menyatakan dukungan penuh atas ditetapkannya kembali Jasri Usman sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku Utara untuk periode 2026-2031. Keputusan ini disampaikan menyusul penetapan struktur baru Dewan Syura dan Dewan Tanfidz DPW PKB Maluku […]

  • Poltekkes Kemenkes Ternate Kembali Aktifkan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Gelar Bakti Sosial di Taman Nukila

    Poltekkes Kemenkes Ternate Kembali Aktifkan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Gelar Bakti Sosial di Taman Nukila

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Minggu, 16 Februari 2025 – Program Studi DIII Kebidanan dan DIV Sarjana Terapan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Ternate sukses menggelar bakti sosial di Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali Prodi Sarjana Terapan Kebidanan yang baru diaktifkan. Pemeriksaan […]

  • Program Pengabdian Masyarakat PK-252 Kitorang Sangga: Membangun Impian Anak Pesisir untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    Program Pengabdian Masyarakat PK-252 Kitorang Sangga: Membangun Impian Anak Pesisir untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle Muzsta
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Februari 2025 – Program pengabdian masyarakat PK-252 Kitorang Sangga telah sukses dilaksanakan di Taman Anak Pesisir, Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini diinisiasi oleh para awardee LPDP untuk memberikan pendidikan dan kesadaran lingkungan kepada anak-anak pesisir. Dengan tema besar “Samudra Lestari, Nusantara Berdaya”, program ini bertujuan untuk menginspirasi anak-anak pesisir Indonesia agar mereka bisa […]

  • Foto para pimpinan dan kader Fatayat NU Kepulauan Sula berpose bersama pada pembukaan Konfercab III di Sanana, 23 November 2025.

    Konferensi Cabang Ke-III Fatayat NU Kepulauan Sula Resmi Digelar

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-III di Sanana pada Ahad (23/11). Kegiatan ini mengusung tema: “Menguat Bersama, Maju Bersama untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia.” Ketua PC Fatayat NU Kepulauan Sula, Faujia Buamona, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui kaderisasi yang berjenjang dan […]

  • Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

    Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram @indra_domdom Jakarta, sebuah kota yang penuh dinamika, menjadi rumah bagi banyak jiwa kreatif. Salah satunya adalah Indra Dom Dom, seorang skateboarder sekaligus beatmaker yang terus menyalakan semangatnya di dua dunia yang penuh tantangan ini. Berikut adalah cerita menariknya dalam perjalanan skate dan musik, yang tak hanya menggambarkan passion, tetapi juga dedikasi […]

expand_less