Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

  • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
  • visibility 598
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sumber Foto : Istimewa

Hari Gizi Nasional ke-65 yang mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” menjadi salah satu momen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini sangat relevan mengingat tingginya angka permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro yang masih menjadi tantangan besar. Melalui edukasi dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan yang interaktif, acara ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memiliki peran sentral dalam membentuk pola hidup sehat. Pemilihan makanan bergizi menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan setiap anggota keluarga memperoleh asupan yang cukup, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dalam hal ini, Hari Gizi Nasional menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan gizi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama, baik itu dalam lingkungan keluarga, komunitas, hingga tingkat nasional.

Acara yang digelar oleh HMJ Gizi Poltekkes Ternate bersama PERSAGI dan alumni dari Ikatan Alumni GiziPoltekkes Ternate (IKAGAMIG) merupakan wujud nyata kolaborasi yang positif. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pola makan bergizi untuk mencegah berbagai permasalahan kesehatan, baik yang disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan gizi.

Dalam perayaan Hari Gizi Nasional ke-65 ini, berbagai kegiatan menarik seperti lomba mewarnai, badminton, dan lomba menu gizi seimbang menjadi daya tarik tersendiri. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan hiburan, tetapi juga memiliki nilai-nilai edukasi.

Keterlibatan berbagai pihak dalam acara ini, mulai dari HMJ Gizi Poltekkes Ternate, PERSAGI, IKAGAMIG, hingga masyarakat umum, menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia. Kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat menciptakan sinergi yang kuat untuk menyampaikan pesan edukasi dengan lebih efektif.

Kehadiran direktur Poltekkes dan perwakilan dari berbagai jurusan juga memberikan dukungan moral yang besar terhadap pentingnya Hari Gizi Nasional ini. Hal ini menunjukkan bahwa isu gizi bukan hanya urusan ahli gizi semata, tetapi melibatkan semua kalangan. Gizi adalah isu multidimensi yang memengaruhi aspek kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks yang lebih luas, edukasi gizi juga berkontribusi pada upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizi masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup bangsa. Pemilihan tema yang menekankan pentingnya makanan bergizi untuk keluarga sehat mencerminkan fokus pada akar permasalahan, yaitu pola makan keluarga.

Keluarga memiliki peran kunci dalam menentukan pola makan yang sehat. Orang tua, khususnya ibu, sering kali menjadi pengambil keputusan dalam menyusun menu makanan harian. Oleh karena itu, edukasi yang diberikan kepada keluarga akan berdampak langsung pada perubahan pola makan yang lebih baik. Edukasi ini juga perlu didukung oleh kampanye yang berkelanjutan agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diinternalisasi dengan baik oleh masyarakat.

Hari Gizi Nasional ke-65 ini telah memberikan gambaran yang baik tentang bagaimana kolaborasi dan kreativitas dapat digunakan untuk menyampaikan pesan edukasi gizi kepada masyarakat. Namun, momentum ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. 

Penulis : Fahmil Usman, S.Gz, M.Gz (Ketua Alumni Gizi, Poltekkes Ternate)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BEM Se-Riau Desak Kejaksaan Kabupaten Bengkalis Usut Dugaan Korupsi di Dinas PUPR

    BEM Se-Riau Desak Kejaksaan Kabupaten Bengkalis Usut Dugaan Korupsi di Dinas PUPR

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Bengkalis, (11/2/25) – Menyikapi lemahnya penindakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi di Kabupaten Bengkalis, khususnya yang melibatkan dugaan penyalahgunaan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), saya, Sarifah Aini, selaku Koordinator Daerah Bengkalis BEM Se-Riau, dengan tegas menyatakan keprihatinan kami atas kondisi ini. Dugaan Korupsi yang Merugikan Masyarakat Dugaan korupsi […]

  • Source : Istimewa

    PAN Morotai Desak DPRD Panggil Perindagkop dan Agen BBM, Soroti Dugaan Permainan Harga Minyak Tanah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO) – Gelombang keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga Minyak Tanah (BBM Bersubsidi) di Kabupaten Pulau Morotai menuai reaksi keras dari Ketua Formatur DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pulau Morotai, Moh. Akbar Mangoda. Ia menilai adanya kelemahan pengawasan serta sikap “takut” dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) dalam menindak pengecer nakal. […]

  • Petani transmigran mengolah lahan pertanian di kawasan permukiman baru program transmigrasi.

    Pemecahan Urusan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Solusi atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Imran Tahir
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Dahulu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi—hingga ke tingkat pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi—dibentuk dengan tujuan menyinergikan kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan serta transmigrasi. Harapannya, kebijakan tersebut mampu menciptakan keterkaitan yang erat antara penyediaan lapangan kerja dan penempatan tenaga kerja, termasuk bagi transmigran, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia, pembangunan, […]

  • Sarbin Sehe Memulai Tugas sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dengan Apel Perdana di Gosale Puncak

    Sarbin Sehe Memulai Tugas sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dengan Apel Perdana di Gosale Puncak

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 721
    • 0Komentar

    Foto : Istimewa Sofifi, Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pelantikan Kepala Daerah di Jakarta, pada Minggu, 23 Februari 2025, Sarbin Sehe tiba di Ternate. Pagi ini, Senin, 24 Februari 2025, hari pertama Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dimulai dengan memimpin apel perdana yang diadakan di Gosale Puncak, tepatnya di halaman kantor Gubernur Provinsi Maluku […]

  • Santri Dafater Sabet Banyak Juara di STQH Kota Ternate 2025, Bukti Konsistensi dan Ketekunan

    Santri Dafater Sabet Banyak Juara di STQH Kota Ternate 2025, Bukti Konsistensi dan Ketekunan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Ternate – Santri Pondok Pesantren Darul Falah Ternate (Dafater) kembali membuktikan kualitas mereka dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XVIII tingkat Kota Ternate yang berlangsung pada 17–21 April 2025. Mereka tampil gemilang di cabang Hifdzul Hadits, baik kategori 500 hadits maupun 100 hadits dengan sanad. Di cabang 500 hadits, M. Nasrullah Kadir berhasil […]

  • Filosofi tentang Waktu di Antara Kehilangan dan Cinta

    Filosofi tentang Waktu di Antara Kehilangan dan Cinta

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Riki Arista
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Kehilangan datang sebagai penagihnya, sementara cinta hampir selalu datang sebagai janji. Waktu berdiri di antara keduanya, menentukan segalanya seperti hakim yang diam. Kita sering berpikir bahwa cinta adalah tentang perasaan, dan kehilangan adalah tentang nasib. Namun, jika kita melihat lebih dalam, keduanya adalah tentang waktu, tentang kapan kita bertemu, berapa lama kita bersama, dan kapan semuanya runtuh atau hanya menjadi kenangan.

expand_less