Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » RSUD Jailolo: Paripurna yang Dipertanyakan

RSUD Jailolo: Paripurna yang Dipertanyakan

  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 457
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ketika sebuah rumah sakit meraih Akreditasi Paripurna, publik biasanya langsung membayangkan layanan yang nyaman, peralatan yang lengkap, tenaga medis yang bekerja dengan tenang, dan sistem manajemen yang berjalan rapi. Seperti hotel bintang lima, begitulah kira-kira bayangan dari Akreditasi Paripurna yang dihadiahi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo pada  penghujung tahun 2023.

Di atas kertas, prestasi ini tentu sangat membanggakan. Tapi apakah realitasnya sejalan? masyarakat dan tenaga kesehatan tentu tahu jawabannya – realitasnya tidak sesederhana sertifikat yang dipajang di dinding.

RSUD Jailolo adalah satu-satunya rumah sakit di Halmahera Barat. Artinya, tidak ada tempat rujukan lain bagi masyarakat untuk mencari pertolongan ketika sakit datang tiba-tiba. Semua harapan, semua kecemasan, semua pertaruhan nyawa tertumpuk di satu fasilitas ini. Olehnya itu, ketika akreditasi paripurna diumumkan banyak yang berharap besar. Mungkin akan ada perubahan, mungkin ini awal perbaikan, mungkin saja layanan akan menjadi lebih baik.

Namun justru setelah gelar itu diraih, berbagai keluhan mengalir tidak hanya dari luar, melainkan dari dalam. Tenaga medis, dokter spesialis, perawat pelaksana, dan orang-orang yang berjuang di garis terdepan, mengeluhkan hal-hal yang sangat mendasar. Bukan hal mewah, bukan permintaan berlebihan, tetapi kebutuhan pokok dalam pelayanan kesehatan. Obat sering kosong, alat pemeriksaan penunjang tidak tersedia, alat kesehatan habis pakai banyak yang tidak ada. Semua ini membuat tenaga medis bekerja dengan beban pikiran berlapis-lapis.

Bagaimana bisa memberikan pelayanan terbaik kalau alat sarana penunjang penegakan diagnosa dan pemberian terapi tidak tersedia? Padahal bulan November 2025, Klaim BPJS Rawat Inap dan Rawat Jalan RSUD Jailolo terbayarkan 1,7 Milyar. Ironisnya obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) banyak yang tidak tersedia.

Jalur transfer pasien yang terbuka tanpa penutup, pasien yang sedang dalam kondisi lemah, rentan, bahkan mungkin kritis, harus melewati jalur yang langsung terpapar hujan atau panas. Ini bukan hanya soal kenyamanan, Ini soal keselamatan dan martabat manusia dalam situasi sakit. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan standar penilaian Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Pasien.

Semua itu terasa janggal bila disandingkan dengan predikat Paripurna. Seakan ada jurang besar antara label dan kenyataan.

Jika melihat data Harmoni BPKP tahun 2025 Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian tempat tidur tahun 2024 53,3%. Angka dibawah 60% menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur yang rendah dan dapat mengindikasikan adanya masalah dalam manajemen atau kualitas pelayanan Rumah Sakit .

Data ini tidak serta-merta menunjukkan kualitas buruk, tentu saja banyak faktor mempengaruhi. Tetapi data ini cukup menjadi pengingat, bahwa RSUD Jailolo memikul beban besar dan karenanya manajemennya harus benar-benar kuat, bukan sekadar kuat di dokumen akreditasi.

Tenaga kesehatan di RSUD Jailolo sudah bekerja keras. Mereka seringkali mengisi kekurangan dengan kreativitas dan keikhlasan, namun dedikasi tidak bisa selamanya menutupi masalah struktural. Karena pada titik tertentu, sistem manajemen yang menentukan apakah sebuah rumah sakit bisa melayani masyarakat dengan baik atau tidak.

Predikat Paripurna bukan sekadar gelar seremonial. Ia adalah janji – janji kepada masyarakat, bahwa rumah sakit ini memenuhi standar tertinggi dalam pelayanan. Namun ketika janji itu tidak sepenuhnya tampak dalam pelayanan sehari-hari, wajar jika muncul keresahan di berbagai ruang publik terkait pelayanan RSUD Jailolo.

RSUD Jailolo seharusnya bisa menjadi kebanggaan. Rumah sakit ini punya potensi besar, dengan predikat Paripurna, dengan dukungan Pemerintah Daerah, dan dengan tenaga kesehatan yang berdedikasi. RSUD Jailolo bisa menjadi contoh – bukan hanya contoh prestasi administratif, tetapi contoh mutu layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Maka dari itu, manajemen perlu membuka mata, melihat langsung apa yang terjadi di lapangan, mendengar keluhan tenaga medis tanpa defensif, melihat kebutuhan yang tidak terpenuhi, bukan sekadar membaca laporan di atas meja kerja. Meningkatkan kesejahteraan Pegawai, membenahi tata kelola obat, memastikan alat kesehatan tersedia, serta memperhatikan keamanan pasien. Hal-hal sederhana ini dampaknya luar biasa besar.

Masyarakat tidak menuntut rumah sakit yang sempurna. Mereka hanya berharap rumah sakit satu-satunya ini layak, aman, dan manusiawi. Akreditasi Paripurna adalah titik awal, perbaikan adalah langkah berikutnya. Harapan yang sederhana, tetapi sangat berarti untuk menjadikan RSUD Jailolo benar-benar sebagai rumah sakit berpredikat Paripurna.

Ini refleksi atas realitas yang sama-sama kita hadapi, bukan upaya menjatuhkan apalagi mempermalukan. Ini upaya untuk mengingatkan, bahwa ada tanggung jawab besar yang sedang ditanggung RSUD Jailolo – yang tidak bisa diselesaikan dengan janji manajemen yang hanya berakhir didepan mata kamera atau ujung pena pewarta.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sarbin Sehe Apresiasi Putusan MK dan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Maluku Utara

    Sarbin Sehe Apresiasi Putusan MK dan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Sumber Illustrasi : Facebook Kanwil Kemenag Sulut Ternate, (6/2/25) – Melalui saluran WhatsApp dalam menjawab pertanyaan awak media, Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atas putusan yang telah diambil terkait Pilgub Maluku Utara. Menurut Sarbin Sehe, dalam proses demokrasi ini tidak ada pihak yang kalah atau menang. Yang […]

  • Kegiatan Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I di depan Lab Pendidikan Geografi Unkhair, anggota membaca dan berdiskusi untuk tingkatkan literasi.

    Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I Tingkatkan Literasi Anggota

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 639
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE– Ternate, (15/8/25), Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I menjadi program literasi rutin untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Agustus 2025 di depan ruang Lab Pendidikan Geografi, Universitas Khairun. Pengurus menyediakan berbagai buku sosial, novel, dan pendalaman Alkitab. Peserta membaca buku pilihan, lalu mempresentasikan ringkasan bacaan […]

  • Oleh: Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)

    Konsolidasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk Sula Bermartabat

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Memperkuat sistem pengelolaan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) di daerah merupakan ikhtiar strategis untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri NU. Dalam perjalanan panjang organisasi, NU telah melalui berbagai dinamika yang justru menempa dirinya menjadi organisasi keagamaan yang kuat, adaptif, dan memiliki basis jamaah terbesar di Indonesia. Data tahun 2019 mencatat jumlah anggota NU mencapai 91,2 juta […]

  • Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 679
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE, 29 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyampaikan sikap solidaritas dan keprihatinan atas proses hukum yang menimpa 11 warga adat Maba Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur, serta seorang aktivis Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Kota Ternate. Mereka saat ini tengah diproses secara hukum terkait aksi penolakan […]

  • Intel Polisi Masuk Kampus UMY

    Aksi Titik Nol Damai, Aliansi UMY Bergerak Sayangkan Insiden Penyusupan Intel Polisi di Dalam Kampus

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 260
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Aliansi UMY Bergerak menegaskan bahwa jalannya aksi demonstrasi bertajuk “Menuju Pembebasan Nasional” yang dipusatkan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Rabu (17/06/2026) berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kendati demikian, pihak aliansi menyesalkan adanya insiden ketegangan di lingkungan internal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pasca-aksi, menyusul ditemukannya oknum aparat kepolisian berpakaian preman yang […]

  • Generasi muda Moloku Kie Raha sedang mengikuti diskusi budaya dan sejarah lokal

    Generasi Muda Moloku Kie Raha dan Tanggung Jawab Merawat Warisan Leluhur

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Muhamad Affath Hidayah
    • visibility 859
    • 0Komentar

    Sesekali cobalah kita tengok ke belakang atau yang kerab disebut masa lalu. Sebagai generasi baru, kita tak harus melupakan sejarah; mengingat kembali ketika para leluhur (nenek moyang) dengan perjuangannya rela berlumuran darah, pun tak mengenal siang dan malam berjuang hingga darah penghabisan, demi keberlangsungan hidup anak cucunya. Perjuangan dengan segala cara coba dilakukan untuk kemaslahatan […]

expand_less