Sudah Bersurat ke Pusat: Kepala Balai Bahasa Dukung Status Bahasa dalam Peta Nasional
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Balai Bahasa Malut, berkomitmen memperjuangkan status Bahasa Tidore dalam peta bahasa nasional. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, TERNATE – Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, S.S., M.Hum., menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengakuan status Bahasa Tidore sebagai entitas bahasa yang tercatat dengan baik dalam peta bahasa nasional, bukan sekadar dialek. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam seminar kebahasaan pada rangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) FKIP Universitas Khairun (Unkhair).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Banau FKIP Unkhair, Ternate, Rabu (10/21/2026) Nukman mengungkapkan bahwa perjalanannya selama hampir tujuh tahun sembilan bulan bertugas di daerah ini telah mempertegas urgensi aspirasi masyarakat lokal.
“Perjalanan hampir sekitar 7 tahun 9 bulan di Maluku Utara, saya memang bisa merasakan apa yang kemudian menjadi harapan kita semua agar status Tidore sebagai sebuah bahasa memang tercatat dengan baik dalam peta bahasa nasional,” ujar Nukman dalam seminar tersebut.
Ia menekankan bahwa harapan ini tidak hanya berasal dari masyarakat Tidore, tetapi juga menjadi harapannya, baik secara kelembagaan maupun secara pribadi. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak Balai Bahasa di bawah pimpinannya telah bergerak aktif menghimpun berbagai dukungan dan hasil kajian akademis terkait eksistensi dan vitalitas Bahasa Tidore.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, Nukman, S.S., M.Hum. mengungkapkan bahwa pada tanggal 30 April lalu, pihaknya telah mengirimkan surat resmi atas nama institusi Balai Bahasa kepada Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa. Surat tersebut berisi permohonan agar pusat dapat mempertimbangkan kembali terkait status Bahasa Tidore dalam pemetaan bahasa nasional, mengacu pada data dan kajian yang telah dihimpun.
Kegiatan Bulan Bahasa yang diinisiasi oleh mahasiswa FKIP Unkhair ini menjadi momentum strategis untuk kembali mengangkat isu pelestarian dan revitalisasi bahasa daerah di Maluku Utara. Langkah yang diambil oleh Nukman ini sejalan dengan upaya berkelanjutan dalam melindungi warisan budaya lokal dari ancaman pergeseran bahasa di tengah dinamika modernisasi.
- Penulis: Mujizad Mandea

Saat ini belum ada komentar