Terisolasi dan Gelap, Fasilitas Gedung Baru FTIK IAIN Ternate Bikin Sekjen Kemenag Geleng Kepala
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 167
- comment 0 komentar

Gambar Ilustrasi Source : Istimewa
Kontroversi Lahan: Mengapa Bukan di Dodinga?
Polemik ini kian meruncing menyusul mencuatnya informasi mengenai status lahan. Diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebenarnya telah menghibahkan lahan siap bangun seluas 20 hektare di Dodinga yang sudah bersertifikat atas nama IAIN Ternate.
Namun, pihak birokrasi kampus justru memilih membangun di Gambesi yang kini Isu mengenai kejelasan status administratif lahan tersebut kini menjadi perhatian publik. Keputusan ini dipertanyakan banyak pihak, termasuk alumni dan pemerhati pendidikan, yang menilai adanya keganjilan dalam perencanaan pembangunan.
Sentilan Keras Sekjen Kemenag
Dalam pidatonya, Sekjen Kemenag secara tersirat menyentil kondisi internal kampus, dengan teguran yang cukup menohok bagi sivitas akademika IAIN Ternate. Ia mengingatkan agar kampus tidak menjadi “menara gading” yang jauh dari realitas.
“Kampus jangan sampai terisolasi dari realitas sosial. Jangan sampai kita membangun gedung megah tetapi justru mengucilkan mahasiswa dari akses dan kemudahan,” tegasnya dengan nada bicara yang berat. Pernyataan ini dianggap banyak pihak sebagai sinyal ketidakpuasan pusat terhadap kebijakan manajemen IAIN Ternate.
Respons Rektor: “Tidak Ada Masalah”
Berseberangan dengan temuan di lapangan dan keluhan mahasiswa, Rektor IAIN Ternate, Radjiman, tampak tenang menanggapi situasi tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai kerusakan fasilitas hingga sengketa lahan, ia membantah adanya kendala berarti.
“Tidak ada masalah sama sekali. Semua berjalan lancar dan sesuai prosedur. Mahasiswa nanti juga akan terbiasa,” ujar Radjiman singkat sebelum menyudahi pembicaraan.
Kini, publik menanti langkah tegas dari Kementerian Agama untuk mengevaluasi proyek tersebut. Mengingat pembangunan gedung ini menggunakan anggaran negara, sangat disayangkan jika aset tersebut justru terbengkalai atau ditolak oleh penggunanya sendiri.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar