Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Anak Susah Fokus & Hiperaktif? Waspada ADHD – Kenali Gejala & Cara Menanganinya!

Anak Susah Fokus & Hiperaktif? Waspada ADHD – Kenali Gejala & Cara Menanganinya!

  • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
  • visibility 712
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

(balengkospace.com) Setiap anak memiliki karakter dan kepribadian yang unik. Misalnya, ada yang sejak kecil cenderung pendiam (introvert), sementara yang lain mudah bergaul (ekstrovert). Namun, tahukah Anda bahwa selain dua kepribadian tersebut, ada kondisi lain yang sering kali kurang dikenal? Salah satunya adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Apa Itu ADHD?

Dilansir dari berbagai sumber, ADHD merupakan gangguan neurobiologis yang menyebabkan penderitanya kesulitan mempertahankan perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Biasanya, dokter mendeteksi gangguan ini sejak masa kanak-kanak, dan tanpa penanganan yang tepat, gejala dapat berlanjut hingga dewasa.

Gejala ADHD pada Anak

Anda dapat mengenali anak dengan ADHD melalui beberapa gejala berikut:

  • Kesulitan memfokuskan perhatian: Mereka mudah teralihkan, sering lupa, atau kesulitan menyelesaikan tugas.

  • Hiperaktivitas: Anak tampak tidak bisa diam, gelisah, atau sering berlari tanpa tujuan jelas.

  • Impulsivitas: Mereka cenderung bertindak tanpa berpikir panjang, sulit menunggu giliran, atau kerap menyela pembicaraan.

Penyebab ADHD pada Anak

Beberapa faktor meningkatkan risiko seorang anak mengalami ADHD. Mari kita bahas satu per satu:

1. Faktor Genetik

Penelitian menunjukkan bahwa ADHD bersifat genetik. Faktanya, sekitar 25% anak dengan ADHD memiliki kerabat dengan gangguan serupaTerlebih lagi, risiko ini lebih tinggi pada anak kembar identik.

2. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Zat Berbahaya Selama Kehamilan

Jika ibu hamil merokok atau mengonsumsi alkohol, maka risiko melahirkan anak dengan ADHD meningkat. Selain itu, paparan zat kimia beracun seperti polychlorinated biphenyls (PCB)—yang sering ditemukan dalam pestisida—juga dapat mengganggu perkembangan otak janin.

3. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan yang tidak mendukung turut berperan dalam memicu ADHD. Contohnya:

  • Stres dalam keluarga

  • Paparan polusi udara dan zat kimia beracun

  • Kurangnya dukungan sosial

Bagaimana Menghadapi Anak dengan ADHD?

Pertama-tama, orang tua dan pendidik harus memahami bahwa ADHD bukan sekadar kenakalan anak. Sebaliknya, ini adalah kondisi yang memerlukan pendekatan khusus. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Berikan dukungan emosional dan hindari hukuman berlebihan.

  • Buat lingkungan yang terstruktur agar anak lebih mudah fokus.

  • Konsultasikan dengan profesional, seperti psikolog atau dokter, untuk penanganan yang tepat.

Jelas bahwa ADHD bukan hal yang bisa diabaikan. Dengan pemahaman yang baik, dukungan keluarga, dan penanganan tepat, anak dengan ADHD dapat tumbuh optimal. Oleh karena itu, semakin dini kita mengenali gejalanya, semakin besar peluang untuk membantu mereka mengelola kondisinya.

Artikel ini di lansir dari berbagai sumber.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur.

    SPPG Kenari Morotai Utara Bantah Petugas Bawa Pulang Jatah Makan Gratis.

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 294
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur. Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Hasanudin menjelaskan, […]

  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY melakukan long march dan aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026), menyoroti berbagai isu nasional dengan salah satu fokus pada polemik proyek geotermal Telaga Ranu. Source : Instagram Forum BEM DIY

    Telaga Ranu di Pusaran Kritik: Isu Geotermal Warnai Aksi Forum BEM D.I Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO)— Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar unjuk rasa pada Rabu petang (25/2) dengan menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk isu proyek geotermal yang dinilai berkaitan dengan kepentingan asing dan berdampak pada masyarakat. Aksi dimulai dari kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, berorasi di depan DPRD DIY, dan berakhir […]

  • Mahasiswa KKN Universitas Khairun Ternate bersama warga membersihkan sampah di Kampung Makassar Timur, Kota Ternate.

    Mahasiswa KKN dan Nelayan Keluhkan Sampah di Kampung Makassar Timur Ternate

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 2.396
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate –  Kegiatan bakti sosial yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Ternate bersama masyarakat di Kelurahan Kampung Makassar Timur, Kota Ternate, mengungkap persoalan serius terkait pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Saat pembersihan lingkungan berlangsung pada Minggu (3/8/2025) pagi, sejumlah mahasiswa dan warga menyampaikan keluhan atas kebiasaan masyarakat yang membuang sampah […]

  • Ketua Cabang PMII Kota Ternate, Safrian Sula

    PMII Ternate Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Syarat Rekrutmen PPPK Paruh Waktu, Pemkot Diminta Beri Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Proses penerimaan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kota Ternate pada tahun ini menyedot perhatian publik. Program tersebut pada dasarnya dinilai positif karena menjadi langkah penataan birokrasi sekaligus memberikan kepastian status bagi tenaga honorer untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, munculnya dugaan adanya peserta yang lolos […]

  • Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, menyampaikan bahwa proyek pembangunan talud di Desa Yayasan telah rampung 100 persen dan dilaksanakan sesuai masa kontrak Tahun Anggaran 2025.

    Kadis PUPR Morotai: Proyek Talud Desa Yayasan Senilai Rp4,1 Miliar Sudah 100 Persen

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) – Pekerjaan pembangunan talud di Desa Yayasan, Kabupaten Pulau Morotai, yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025, kini telah mencapai progres 100 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa, (6/1/25). Fahmi menjelaskan, proyek […]

  • Kantor Polres Pulau Morotai tempat warga melaporkan dugaan penyerobotan tanah

    Abaikan Somasi dan Mediasi, Warga Morotai Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) – Sengketa tanah di Kabupaten Pulau Morotai kembali mencuat. Santo Daeng Suki bersama tim kuasa hukumnya melaporkan empat orang ke Kepolisian Resor Pulau Morotai pada Selasa (23/9/2025). Laporan itu menyoroti dugaan penyerobotan dan penguasaan tanah tanpa hak. Tim kuasa hukum yang terdiri dari Zulfikran A. Bailussy, S.H., Susanti Daeng Suki, S.H., dan Marwan […]

expand_less