Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Komisariat (P) Ali Maksum Resmi Berdiri, RAKLB Ke-I Tetapkan Formatur dan Caretaker

Komisariat (P) Ali Maksum Resmi Berdiri, RAKLB Ke-I Tetapkan Formatur dan Caretaker

  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta (BALENGKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta resmi mendirikan Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum melalui Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa Ke-1 (RAKLB Ke-I) yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 (19 Sya’ban 1447 H) bertempat di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta.

Forum tertinggi komisariat tersebut menetapkan M. Asril Sermaf sebagai Formatur Ketua Umum Komisariat (P) Ali Maksum. Selain itu, forum juga menetapkan struktur caretaker yang terdiri dari:

  • Muhammad Al Amin sebagai Anggota Caretaker
  • K. Moh Reza sebagai Koordinator Caretaker
  • Suhail Elly sebagai Anggota Caretaker

Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, menegaskan bahwa bertambahnya satu komisariat baru di bawah naungan HMI Cabang Yogyakarta menjadi spirit baru, khususnya di lingkungan Kampus Universitas Alma Ata, untuk terus memperhatikan kondisi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kader HMI terhadap umat dan bangsa.

Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy

“Kehadiran komisariat baru ini bukan hanya soal penambahan struktur organisasi, tetapi menjadi energi baru bagi kader HMI untuk lebih peka terhadap persoalan sosial dan memperkuat peran pengabdian di tengah masyarakat,” tegas Isra Boy.

Pendiri Komisariat (P) Ali Maksum, Suhail Elly, menyampaikan rasa bahagia dan haru atas terwujudnya gagasan yang telah diwacanakan sejak akhir tahun 2022. Ia menuturkan bahwa berdirinya komisariat ini merupakan hasil proses panjang yang direkomendasikan dalam Pleno II HMI Cabang Yogyakarta tahun 2025, sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi melalui RAKLB Ke-I.

Pendiri Komisariat (P) Ali Maksum, Suhail Elly

“Sebagai pendiri, saya menyambut baik terbentuknya komisariat ini. Ada rasa bahagia, suka, dan haru yang bercampur menjadi satu saat RAKLB berlangsung di Gedung Kebudayaan Lafran Pane,” ujar Suhail.

Ia berharap Komisariat (P) Ali Maksum menjadi ruang kaderisasi yang konsisten, melahirkan insan akademis yang kritis, berintegritas, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Menurutnya, kehadiran komisariat di Universitas Alma Ata tidak boleh berhenti sebagai organisasi formal, tetapi harus menjadi wadah pembinaan intelektual dan moral mahasiswa, sekaligus mitra strategis kampus dalam menciptakan iklim akademik yang sehat dan dialogis.

“Selama komisariat ini berjalan pada koridor perjuangannya, maka keberadaannya akan menjadi aset penting, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Bang Musta, pencetus, pendiri, dan pembina Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata (HIMAIT), turut mengapresiasi berdirinya Komisariat (P) Ali Maksum. Ia menilai kehadiran komisariat ini sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk berproses dan mengembangkan diri melalui organisasi.

Bang Musta, pencetus, pendiri, dan pembina Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata (HIMAIT)

Menurutnya, HIMAIT sejak awal hadir sebagai wadah mahasiswa Indonesia Timur tanpa membatasi pilihan organisasi, baik eksternal seperti HMI, PMII, GMNI, maupun organisasi internal kampus.

“Mahasiswa Himpunan Timur Universitas Alma Ata Yogyakarta (HIMAIT) harus aktif berorganisasi karena tantangan dunia kerja sangat besar. Soft skill seperti manajemen emosi, public speaking, dan problem solving tidak diajarkan di ruang kelas, tetapi ditempa melalui organisasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengalaman organisasi akan membentuk mahasiswa yang dewasa, berdaya saing, dan berkarakter, sehingga ketika kembali ke daerah asal mampu berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

RAKLB Ke-I Komisariat (P) Ali Maksum HMI Cabang Yogyakarta ini menjadi tonggak awal penguatan kaderisasi HMI di Universitas Alma Ata, sekaligus membuka harapan lahirnya kader-kader umat dan bangsa yang kritis, berintegritas, serta berpijak pada nilai keislaman dan keindonesiaan.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DOB Kabupaten Kepulauan Obi: Masyarakat Joronga Desak Integrasi Demi Pembangunan

    DOB Kabupaten Kepulauan Obi: Masyarakat Joronga Desak Integrasi Demi Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Ternate, 27 April 2025 – Fahrul Abd Muid (Direktur Bajo Institut Maluku Utara) dan Rahim Yasim (Mantan Staf Khusus Bupati Halmahera Selatan) mendesak pemerintah memasukkan Kecamatan Kepulauan Joronga ke dalam Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kepulauan Obi. Mereka menilai, integrasi ini akan mempercepat pembangunan dan mempermudah pelayanan publik bagi warga Joronga. Fahrul menegaskan, jarak geografis Joronga lebih dekat ke Obi daripada ke pusat […]

  • DEBUT ABUBAKAR SEBAGAI “SERVANT OF GOD”

    DEBUT ABUBAKAR SEBAGAI “SERVANT OF GOD”

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Sahabat Abu Bakar, namanya sangat gampang dizikirkan dan mudah diingat oleh kebanyakan orang yang pernah bershilaturrahim dengannya, nama ini sama dengan sebuah nama yang berismun Abu Bakar Ashshiddiq, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling dekat dan sangat dipercaya oleh Sang Nabi SAW. Khalifah pertama ini merupakan salah satu contoh model kepemimpinan umat yang […]

  • Source : Istimewa

    Bisa Ganggu Proses Hukum, GP Ansor Morotai Soroti Tekanan Opini Kasus Tunjangan DPRD

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pulau Morotai, Safrudin Boy, memberikan pernyataan tegas terkait perkembangan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024. Ia menekankan bahwa penanganan perkara yang kini tengah diproses oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara harus tetap berada dalam koridor negara hukum yang murni. Dalam keterangannya di Pulau Morotai […]

  • Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula

    FPM Desa Pas Ipa Desak Inspektorat Serahkan LHP ke Kejaksaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 258
    • 0Komentar

    SANANA (BALENGKO) – Front Persatuan Masyarakat (FPM) Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, meminta Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula segera menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula. Permintaan tersebut berkaitan dengan laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan Anggaran Desa Pas Ipa yang sebelumnya telah dilayangkan FPM ke Kejaksaan pada […]

  • Tumpukan sampah rumah tangga di Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate, yang sudah berhari-hari belum diangkut petugas DLH.

    Tumpukan Sampah di Makassar Timur Tak Kunjung Diangkut, Warga Geram

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Agung R. Selang,S.Kom
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Ternate, 3 November 2025 — Warga Kelurahan Makassar Timur dibuat geram akibat tumpukan sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga. “Ini sudah lewat dari tiga hari, sampah tidak diangkut. Kalau hujan, airnya bercampur dengan bau sampah, bikin mual!” ujar salah […]

  • foto penulis

    PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle LILIK FEBY RAHMAWATI
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, nilai, dan orientasi hidup generasi mendatang. Sayangnya, praktik pendidikan formal di banyak tempat masih berorientasi pada capaian kognitif semata, seakan-akan anak-anak adalah “robot” yang diprogram untuk menguasai hitungan, membaca, dan menulis secepat mungkin. Orientasi semacam ini kerap mengabaikan hakikat PAUD sebagai ruang bermain yang […]

expand_less