Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 1.219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Gerakan mahasiswa selama ini dikenal sebagai agen perubahan sosial-politik yang membawa aspirasi rakyat dan menjadi suara moral bangsa. Akan tetapi dalam perkembangan kontemporer gerakan mahasiswa menghadapi tantangan serius berupa degradasi semangat, tujuan, dan bentuk perjuangan. Gerakan yang dahulu bersifat ideologis dan transformatif kini kerap terjebak dalam agenda pragmatis, partisan, bahkan kooptatif. Dalam banyak kasus kekinian mahasiswa terlihat tidak lagi sebagai kekuatan penekan yang independen melainkan menjadi instrumen kekuasaan atau bagian dari permainan elite politik. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar apakah gerakan mahasiswa masih berjuang untuk merebut kemenangan rakyat atau justru tunduk pada logika kekuasaan yang menindas.

Penurunan daya kritis ini tidak muncul dalam ruang hampa semata ia merupakan bagian dari transformasi historis panjang gerakan mahasiswa. Sebab itu untuk memahami degradasi hari ini kita perlu menengok kembali kompas sejarah panjang gerakan mahasiswa, serta bagaimana mengupas akar dominasi sistemik dalam masyarakat modern. Sehingas kita membutuhkan semacam formulasi gerakan alternatif yang relevan dengan konteks zaman hari ini demi mengembalikan watak emansipatoris gerakan mahasiswa.

Melemahnya Gerakan Aliansi Mahasiswa yang Elitis

Fenomena yang memperparah degradasi gerakan mahasiswa kontemporer adalah menguatnya kecenderungan elitis dalam tubuh aliansi mahasiswa. Alih-alih memperluas basis massa dan memperjuangkan aspirasi akar rumput, banyak aliansi mahasiswa hari ini terjebak dalam manuver-manuver elitis yang terbatas pada kalangan pemimpin organisasi intra kampus, serta orientasi politik yang cenderung kompromistis terhadap kekuasaan. Kecenderungan ini mengakibatkan gerakan mahasiswa kehilangan legitimasinya di mata publik terutama kalangan mahasiswa umum dan masyarakat sipil yang merasa tidak lagi terwakili.

Dalam sosiolog gerakan sosial Charles Tilly menekankan pentingnya “mobilization structure” yang kuat dalam menjaga keberlanjutan gerakan. Tanpa basis sosial yang luas dan partisipasi horizontal gerakan akan mengalami stagnasi. Hal ini diperkuat oleh Donatella della porta yang menyatakan bahwa eksklusivitas dalam gerakan akan menghambat kapasitas mobilisasi dan menjauhkan gerakan dari tujuan transformasionalnya. aliansi mahasiswa seringkali tidak mencerminkan keterbukaan, partisipasi demokratis, maupun akuntabilitas terhadap basisnya sendiri.

Munculnya elitisme juga berdampak pada menurunnya kreativitas dan militansi gerakan aliansi mahasiswa yang kerap berputar di lingkaran wacana formalistik dan retorika simbolik namun minim aksi substantif. Situasi ini diperburuk oleh relasi personal dengan elite partai politik atau pejabat negara yang seringkali menciptakan konflik kepentingan dan mereduksi independensi gerakan. Dalam jangka panjang jika gerakan mahasiswa tidak mampu mereformasi struktur aliansinya maka sulit berharap pada lahirnya gerakan progresif yang berakar dan berdampak luas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONSTRUKSI SEKOLAH RAKYAT

    KONSTRUKSI SEKOLAH RAKYAT

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Bahwa sesuai dengan amanah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hendak mendirikan lembaga pendidikan wabilkhusus bagi anak-anak Indonesia yang kurang mampu (fuqara wal masakin) secara ekonomi (al-iqtishadiyyah) yang kemudian dinamakan dengan Sekolah Rakyat. Sekolah ini harus dimulai tahiyyat awalnya pada tahun 2025 dan target pendiriannya berjumlah 100 (seratus) Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia selama lima tahun. […]

  • Gambar buah pinang segar yang umum dikunyah di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian tradisi dan kesehatan.

    Manfaat dan Bahaya Buah Pinang bagi Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Buah pinang (Areca catechu) adalah tanaman tropis dari keluarga palma yang sangat populer di wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Di daerah ini, pinang bukan hanya cemilan atau pelengkap sirih dan kapur, tetapi juga bagian penting dalam adat istiadat, ritual budaya, hingga aktivitas sosial sehari-hari. Kebiasaan mengunyah pinang […]

  • Suasana diskusi publik SEMAINDO Halmahera Barat tentang pengembangan geothermal dan transisi energi rendah karbon di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

    Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Balengko Space, Jakarta, 12 Maret 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat DKI Jakarta menggelar diskusi publik dan buka puasa bersama bertajuk “Geothermal Halmahera Barat: Antara Transisi Energi Rendah Karbon dan Keadilan Ekologis.” Kegiatan yang berlangsung di Hotel BlueSky Raden Saleh, Jakarta, ini menghadirkan narasumber dari pemerintah, asosiasi energi panas bumi, kalangan industri, serta […]

  • Komunitas Pijar NC Gelar Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pantai Falajawa, Ternate

    Komunitas Pijar NC Gelar Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pantai Falajawa, Ternate

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

    peserta simulasi BHD di Pantai Falajawa bersama Komunitas Pijar NC.

  • Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

    Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Rosita Tuhuteru
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Isu yang selalu menjadi perbincangan yang hangat adalah Kesetaraan Gender yang selalu mengklaim bahwa perempuan hanya mengurus Rumah Tangga seperti di Dapur, Sumur, Kasur, bahkan hanya untuk melayani suaminya, dan beberapa topik perbincangan lainnya. Olehnya itu perlu dibahas lebih mendalam Kesetaraan Gender didalam kepemimpinan perempuan minimal 30% jumlah kursi di parlemen. Isu Kesetaraan Gender semuanya […]

  • Sahrir Jamsin soroti sidak RSUD Jailolo dan mendesak audit anggaran BLUD serta pemeriksaan direktur rumah sakit demi transparansi dan perbaikan layanan kesehatan.

    Sidak RSUD Jailolo Disorot, Sahrir Jamsin Desak Audit Anggaran dan Pemeriksaan Direktur

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Jailolo (BALENGKO) – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Halmahera Barat di RSUD Jailolo menuai sorotan. Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan dan justru berpotensi menjadi pengalihan isu dari problem utama pengelolaan anggaran rumah sakit. Dalam keterangannya, Sahrir menegaskan bahwa publik seharusnya mendapatkan penjelasan terbuka terkait […]

expand_less