Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 852
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

“Era Baru PMII”, yang ditandai dengan perubahan dalam arsitektur organisasi, strategi pergerakan, dan orientasi kebijakan organisasi, tampaknya masih jauh dari kenyataan dalam proses pembentukan kader saat ini. Dalam kenyataannya, sistem kaderisasi PMII masih terhambat oleh pendekatan konvensional yang mengarah dari puncak struktur ke bawah, yang lebih berfokus pada kepatuhan terhadap hierarki organisasi. Pendekatan ini gagal mengembangkan keterampilan analitis dan kepemimpinan kader yang mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan sosial dan politik.


Pergerakan PMII sering terjebak dalam perdebatan idealistis dan penuh simbolisme, gagal memberikan solusi konkret terhadap berbagai masalah substansial yang dirasakan langsung oleh kader dan masyarakat umum, seperti ketimpangan struktural yang meningkat dan krisis ekonomi yang semakin parah. Selain itu, sifat-sifat organisasi yang cenderung statis dan pragmatis menunjukkan bahwa gagasan perubahan yang dipromosikan belum mampu memungkinkan pemikiran kritis dan ide-ide inovatif untuk menyelesaikan kompleksitas tantangan yang ada di dunia saat ini.


Perkembangan PMII menunjukkan pergeseran besar dari pola konvensional yang terpusat dan vertikal menuju model yang lebih lentur dengan pembagian kekuasaan yang lebih merata. Selama periode transformasi ini, organisasi berusaha untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi setiap anggota untuk berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas organisasi di tingkat akar rumput. Selain itu, fokus gerakan PMII telah berkembang dari membahas masalah ideal dan prinsip dasar menjadi membahas hal-hal yang lebih nyata dan relevan, seperti dinamika politik praktis, masalah ekonomi, dan berbagai masalah sosial. Perubahan ini menunjukkan bahwa PMII telah berkembang dari sekadar sarana untuk menumbuhkan kesadaran ideologis menjadi sebuah organisasi yang lebih peka dan tanggap terhadap berbagai transformasi yang terjadi di masyarakat.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus GP Ansor Kota Tidore Kepulauan menggelar rapat evaluasi akhir tahun 2025 di Basecamp Sudut Literasi, Desa Garajou, Kecamatan Oba Utara, sekaligus membahas penguatan ekonomi desa dan tindak lanjut program strategis organisasi. Sumber: Istimewa

    GP Ansor Tidore Tutup 2025 dengan Rapat Evaluasi dan Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan menutup akhir tahun 2025 dengan menggelar rapat pengurus di Basecamp Sudut Literasi, Desa Garajou, Kecamatan Oba Utara, Kamis (25/12/2025). Rapat ini difokuskan pada evaluasi kinerja organisasi selama satu tahun kepengurusan serta tindak lanjut pokok-pokok pikiran strategis dari sembilan kader terbaik pasca Pelatihan Kepemimpinan […]

  • Inspirasi di Balik “Dreams”: Wawancara Eksklusif dengan Mister Nobody

    Inspirasi di Balik “Dreams”: Wawancara Eksklusif dengan Mister Nobody

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram misternobody.zip Mimpi yang Tak Sekadar Bunga Tidur Single terbaru Mister Nobody, Dreams, menyimpan cerita menarik di balik proses kreatifnya. Meski lagu ini sebenarnya sudah dirilis sebelumnya, music video-nya baru saja diluncurkan. Apa yang melatarbelakangi keputusan ini? “Music video ini terealisasi waktu gue balik ke Maluku Utara, tepatnya di Ternate. Gue ketemu […]

  • Source : Istimewa

    Aksi Protes Nelayan Pulau Morotai di HUT ke-17

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO)– Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Pulau Morotai diwarnai aksi protes dari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (Hippmamoro), Senin (30/3/2026) Aksi yang digelar di depan Gedung DPRD Pulau Morotai itu berlangsung sekitar pukul 12.00 WIT. Massa aksi menyuarakan tuntutan terkait keadilan dan kesejahteraan nelayan lokal yang dinilai […]

  • Source : Istimewa

    Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan, Massa SMIT Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT Arumba Jaya Perkasa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JAKARTA, 13 Februari 2026 (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (13/2). Massa menuntut intervensi pemerintah pusat terkait sengketa pembebasan lahan yang melibatkan PT Arumba Jaya Perkasa di Desa Saramaake, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Koordinator […]

  • Source : Istimewa

    KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Dalam bahasa Inggris, istilah critic kadang diperuntukkan kepada orangnya. Sementara Poerwadarminta [1904-1968], kritik berarti kemelut, keadaan genting. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kritik adalah kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat orang lain. Maka, orang yang ahli dalam memberikan pertimbangan-pembahasan tentang baik dan buruknya sesuatu disebut kritikus. […]

  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)

    Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 186
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, […]

expand_less