Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 116
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kabupaten Lombok Timur, seolah menjadi persoalan lama yang terus berulang tanpa penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar masalah. Meski berbagai laporan statistik menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun, realitas di lapangan justru memperlihatkan wajah lain: masyarakat miskin tetap hidup dalam ketidakpastian ekonomi, pekerjaan yang rentan, serta akses terbatas terhadap pendidikan dan layanan dasar.
Lombok Timur dikenal sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di NTB. Ironisnya, besarnya jumlah penduduk ini tidak diiringi dengan kualitas kesejahteraan yang memadai. Persentase penduduk miskin di daerah ini masih berada di atas rata-rata nasional. Fakta tersebut seharusnya menjadi alarm keras bahwa kemiskinan di Lombok Timur bukan sekadar persoalan angka, melainkan persoalan struktural yang belum ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Selama ini, pembangunan sering dipahami sebagai pertumbuhan ekonomi semata. Ketika angka pertumbuhan naik, pemerintah merasa cukup percaya diri mengklaim keberhasilan. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti pemerataan kesejahteraan. Banyak masyarakat Lombok Timur yang tetap bergantung pada sektor informal seperti pertanian skala kecil, buruh harian, atau pekerjaan musiman dengan penghasilan tidak menentu. Dalam kondisi seperti ini, sedikit saja guncangan—cuaca buruk, kenaikan harga, atau sakit—dapat langsung menyeret keluarga kembali ke jurang kemiskinan.
- Penulis: Muhammad Azka Irfani
- Editor: Asmar Joma

Saat ini belum ada komentar