PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 165
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
Secara umum, perkaderan sebagai pelatihan di HMI bertujuan untuk mencapai tujuan pelatihan itu sendiri dengan kerangka materi sebagai sumber wawasan dan aktualisasinya pada sesi bersama instruktur. Maka peran instruktur dan fungsi sesi MoT menjadi kunci dalam keberhasilan pelatihan di HMI dan instruktur harus benar-benar menguasai materi serta metode penilaian peserta. Relevan pada metode penilaian pada pendidikan orang dewasa dengan memadukan aspek pengetahuan, kecakapan, dan sikap, sesuai dengan kerangka penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif (Djumena, 2016; Noviansah 2020). Dalam proses pengembangan kualitas instruktur dan kader dalam memahami materi dapat ditinjau dari kehadiran peserta serta aktivitas peserta selama sesi materi berlangsung, yaitu kedisiplinan, keaktifan, kontribusi menjadi moderator, dan pemahaman yang diuji menggunakan penugasan berupa review materi. Aktivitas peserta yang dapat ditinjau dari sesi MoT yang diisi dengan FGD atau pengayaan materi dapat berupa gagasan yang dikemukakan oleh peserta dan rasa tanggung jawab berupa sikap yang konstruktif pada sesi kegiatan dan tenggang rasa pada sesama. Kita tahu berasama bahwa Latihan Kader I merupakan gerbang awal yang krusial bagi setiap anggota baru untuk menempa diri, membentuk karakter dan menancapkan pondasi kesadaran serta integritas yang tinggi dan kuat. Namun yang selalu menjadi problematic di tubuh yaitu Komsariat mengunakan pola perkaderan yang hanya menghadirkan Follow Up tanpa mengetahui kulturl komsariat dari 25 komsariat di bawa naungan HMI Cabang Yogyakarta. Follow Up selalu dikenal sebagai rutinitas pasca Latihan Kader I, namun yang harus dipikirkan adalah bagamana cara menjawab kebutuhan-kebutuhan kader yang memiliki bigron jurusan yang berbeda-beda.
Proses pembinaan anggota baru HMI merupakan tugas dan tanggung jawab dari komisariat dan cabang. Bentuk-bentuk pembinaan kader HMI seperti, Latihan Kader: LK I, LK II, dan LK III; kegiatan informal: diskusi, bakti sosial, kepanitiaan dan lain-lain; penguatan: follow up, pelatihan, up grading. Dalam kondisi pembinaan anggota di HMI Cabang Yogyakarta dalam rentang waktu tahun 2024-2026 mengalami kemunduran di mana organ-organ yang ada di HMI Cabang Yogyakarta baik bidang maupun Lembaga Badan Pengelolah Latihan (BPL) tidak menjalankan fungsinya secara maksimal. Kondisi ini membuat anggota HMI Cabang Yogyakarta kehilangan wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi dirinya, apalagi setelah pasca LKI, LKII dan SC tidak ada lagi kelas-kelas pengembagan dan pendalaman materi yang mempersipakan regenerasi di kemudiam hari. Saya menganggap ini adalah masa transisi bagi Badan Pengelolah Latihan HMI (BPL) Cabang Yogyakarta, untuk menatah ulang pola perkaderan yang selalu adaptif dan progresif sesuai dengan kemajuan zaman dan memperhatikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) demi mengembalikan marwah HMI Cabang Yogyakarta sebagai titik nadi pradaban HMI.
- Penulis: Madarudin Lapandewa
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar