Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 387
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Secara umum, perkaderan sebagai pelatihan di HMI bertujuan untuk mencapai tujuan pelatihan itu sendiri dengan kerangka materi sebagai sumber wawasan dan aktualisasinya pada sesi bersama instruktur. Maka peran instruktur dan fungsi sesi MoT menjadi kunci dalam keberhasilan pelatihan di HMI dan instruktur harus benar-benar menguasai materi serta metode penilaian peserta. Relevan pada metode penilaian pada pendidikan orang dewasa dengan memadukan aspek pengetahuan, kecakapan, dan sikap, sesuai dengan kerangka penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif (Djumena, 2016; Noviansah 2020). Dalam proses pengembangan kualitas instruktur dan kader dalam memahami materi dapat ditinjau dari kehadiran peserta serta aktivitas peserta selama sesi materi berlangsung, yaitu kedisiplinan, keaktifan, kontribusi menjadi moderator, dan pemahaman yang diuji menggunakan penugasan berupa review materi. Aktivitas peserta yang dapat ditinjau dari sesi MoT yang diisi dengan FGD atau pengayaan materi dapat berupa gagasan yang dikemukakan oleh peserta dan rasa tanggung jawab berupa sikap yang konstruktif pada sesi kegiatan dan tenggang rasa pada sesama. Kita tahu berasama bahwa Latihan Kader I merupakan gerbang awal yang krusial bagi setiap anggota baru untuk menempa diri, membentuk karakter dan menancapkan pondasi kesadaran serta integritas yang tinggi dan kuat. Namun yang selalu menjadi problematic di tubuh yaitu Komsariat mengunakan pola perkaderan yang hanya menghadirkan Follow Up tanpa mengetahui kulturl komsariat dari 25 komsariat di bawa naungan HMI Cabang Yogyakarta. Follow Up selalu dikenal sebagai rutinitas pasca Latihan Kader I, namun yang harus dipikirkan adalah bagamana cara menjawab kebutuhan-kebutuhan kader yang memiliki bigron jurusan yang berbeda-beda.

Proses pembinaan anggota baru HMI merupakan tugas dan tanggung jawab dari komisariat dan cabang. Bentuk-bentuk pembinaan kader HMI seperti, Latihan Kader: LK I, LK II, dan LK III; kegiatan informal: diskusi, bakti sosial, kepanitiaan dan lain-lain; penguatan: follow up, pelatihan, up grading. Dalam kondisi pembinaan anggota di HMI Cabang Yogyakarta dalam rentang waktu tahun 2024-2026 mengalami kemunduran di mana organ-organ yang ada di HMI Cabang Yogyakarta baik bidang maupun Lembaga Badan Pengelolah Latihan (BPL) tidak menjalankan fungsinya secara maksimal. Kondisi ini membuat anggota HMI Cabang Yogyakarta kehilangan wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi dirinya, apalagi setelah pasca LKI, LKII dan SC tidak ada lagi kelas-kelas pengembagan dan pendalaman materi yang mempersipakan regenerasi di kemudiam hari. Saya menganggap ini adalah masa transisi bagi Badan Pengelolah Latihan HMI (BPL) Cabang Yogyakarta, untuk menatah ulang pola perkaderan yang selalu adaptif dan progresif sesuai dengan kemajuan zaman dan memperhatikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) demi mengembalikan marwah HMI Cabang Yogyakarta sebagai titik nadi pradaban HMI.

  • Penulis: Madarudin Lapandewa
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

    Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Mujais Apling, S.Pd.,M,.Pd (Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara)
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Guru tahun ini, bangsa Indonesia kembali diajak untuk menoleh sejenak pada realitas yang dihadapi para pendidik di seluruh pelosok negeri. Di balik peran mulia mereka dalam mencetak generasi masa depan, terdapat beban dan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa dekade lalu. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dituntut memahami dinamika sosial, tekanan […]

  • Kondisi jalan rusak di Pulau Moti, Kota Ternate, yang mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua dan roda empat. Sumber: Istimewa

    Kerusakan Jalan di Pulau Moti Kian Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 203
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Kondisi jalan di Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate, dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Berdasarkan informasi warga, beberapa ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup signifikan sehingga menyulitkan pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Salah satu titik yang disebut mengalami kerusakan berat berada di Kelurahan Moti […]

  • Muslimat NU Maluku Utara Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Maluku Utara Play Button

    Muslimat NU Maluku Utara Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, melaksanakan kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Royal Resto, Ternate, pada Rabu, 12 Maret 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Penggerak Tim PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Azka Irfani
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Lebih jauh, kemiskinan di Lombok Timur juga berkaitan erat dengan persoalan kualitas kesehatan dan gizi. Tingginya kasus stunting di NTB menunjukkan bahwa kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga tentang kualitas hidup. Anak-anak yang tumbuh dalam kondisi gizi buruk akan menghadapi hambatan perkembangan jangka panjang, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing daerah itu […]

  • Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Sebagai penutup, Pimpinan Komisariat IMM Achmad Yani meluncurkan inisiatif nyata berupa keranjang sampah botol plastik yang berfungsi sebagai tempat daur ulang dan media kerajinan. Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua Umum IMM Komisariat Achmad Yani, Immawan Muhammad Farid Supele, didampingi oleh pembina IMM, Dr. Muhammad Zaki Mubarak, S.H., M.H. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam panen raya di Desa Sumber Makmur, Gane Timur.

    Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe Dampingi Gubernur Panen Raya di Gane Timur

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 321
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Kamis, 11 September 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam panen raya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan, pada Rabu (10/9). Sarbin tampil kompak bersama Sherly dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi menjadikan pangan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya langkah konkret […]

expand_less