Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 384
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Perkaderan sebagai usaha organisasi yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis mesti memperhatikan tiga aspek utama yang diamanatkan dalam Pedoman Perkaderan HMI: Pertama, menentukan prioritas rekrutmen calon kader dari mahasiswa pilihan, yakni yang memiliki integritas pribadi, bersedia terus menerus meningkatkan pengembangan kualitas diri, berorientasi pada prestasi dan menggali potensi leadership, serta berkomitmen untuk memajukan organisasi. Kedua, memperhatikan kualitas para pengurus, pengelola latihan, relevansitas pedoman perkaderan, dan sarana-prasarana yang mendukung suksesi kegiatan-kegiatan perkaderan. Ketiga, membangun iklim yang menghargai prestasi individu, mendorong semangat belajar kader, menjamin ruang demokratis, membangun nalar kritis, serta membangun kepekaan sosial kader terhadap persoalan-persoalan zaman yang terus berkembang. Berdasarkan Pedoman Dasar BPL telah menegaskan bahwa BPL berfungsi sebagai lembaga yang fokus terhadap latihan kader yang berorientasi pada pembentukan watak, pola pikir, visi, orientasi serta berwawasan ke-HMI-an yang paling elementer. Dengan demikian BPL memiliki kedudukan dan peranan yang tegas mengenai otoritasnya terhadap latihan kader yang dengan pengelolaan pelatihan yang bermutu dapat mempersiapkan kader-kader umat dan bangsa yang dapat berkontribusi aktif membangun masa depan Islam dan Indonesia yang gemilang. Kaderisasi dalam organisasi memiliki makna yaitu proses penyiapan sumber daya manusia agar kelak mereka menjadi pemimpin yang mampu membangun peran dan fungsi organisasi secara lebih baik (Saputra, 2014).

Namun tentu makna dari kaderisasi sendiri tidak bisa dipersempit dengan hanya melakukan pengembangan terhadap peran dan fungsi organisasi, lebih dari itu kaderisasi memiliki konteks yang lebih luas seperti mempelajari kepemimpinan, manajemen sumber daya dan penurunan informasi dan nilainilai politik kepada para kader. Kegiatan kaderisasi terdiri dari dua unsur pokok, yaitu pengader dan kader. Pengader adalah orang-orang yang sudah lebih dahulu berada dalam organisasi kemudian menyusun agenda proses kaderisasi, menentukan pola perkaderan juga menyusun materimateri kaderisasi. Para tim instruktur biasanya orang yang sudah kompeten dalam bidang tentang materi yang akan dibagikan kepada kader. instruktur harus telah memahami dan mendalami terlebih dahulu materi dan muatan-muatan yang akan ditarnsformasikan kepada kader. Sedangkan kader yaitu objek kaderisasi atau biasa disebut sebagai peserta kaderisasi. Peserta kaderisasi adalah individu-individu yang disiapkan secara khusus dan dipersiapkan dengan terencana untuk meneruskan perjuangan dan menjalankan visi misi organisasi. Peserta kaderisasi biasanya merupakan mahasiswa islam dan memiliki ketertarikan untuk tergabung dengan organisasi. Selain itu peserta kaderisasi juga memiliki ke-cenderungan dan kecocokan terhadap visi misi organisasi yang hendak ia jalani. Sebagai organisasi kader, wujud nyata perjuangan HMI dalam komitmen keumatan dan kebangsaan adalah melakukan proses perkaderan yang bertujuan membina kader berkualitas insan cita yang terbagi dalam tiga jenjang perkaderan: Latihan Kader I (Basic Training), Latihan Kader II (Intermediate Training), dan Latihan Kader III (Advance Training). Dengan harapan dan penuh keyakinan bahwa mereka akan mampu mencapai tataran kesadaran yang sangat tinggi akan tanggung jawabnya terhadap diri sendiri, negara, pemerintah dan msyarakat aparatur serta masyarakat Indonesia seluruhnya dan seutuhnya untuk memimpin perjuangan pembangunan sekarang demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

  • Penulis: Madarudin Lapandewa
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya Rumput Laut di Pulau Santari, Wagub Malut Sarbin Sehe Tinjau Langsung Produktivitas Petani Pesisir

    Panen Raya Rumput Laut di Pulau Santari, Wagub Malut Sarbin Sehe Tinjau Langsung Produktivitas Petani Pesisir

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Halmahera Selatan, Sabtu, 03 Mei 2025 –Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menghadiri Panen Raya Rumput Laut di Pulau Santari, Desa Madapolo Timur, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan. Ia datang bersama Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Abdullah Assegaf, serta Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Fauji Momole. Mereka […]

  • Universitas NU Maluku Utara dan Kementerian Transmigrasi Jalin Kerja Sama Strategis di Kawasan Transmigrasi

    Universitas NU Maluku Utara dan Kementerian Transmigrasi Jalin Kerja Sama Strategis di Kawasan Transmigrasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pertukaran data dan informasi, pemberian beasiswa kepada anak-anak transmigran yang berprestasi, penyediaan narasumber dan tenaga ahli, hingga pelaksanaan magang mahasiswa di lingkungan Kementerian Transmigrasi. Kedua belah pihak juga bersepakat untuk bekerja sama dalam kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, termasuk pengembangan program unggulan kementerian serta pemanfaatan potensi kawasan transmigrasi. Melalui kolaborasi […]

  • LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

    LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 300
    • 0Komentar

    ‘Lailatul Qadar’ berarti, satu malam yang sangat dirindukan oleh perindu-perindunya karena ia sangat menentukan kepentingan umat manusia di jagad raya, dan ‘Alfu Syahr” berarti, seribu bulan yang erat hubungannya dengan ‘lailatul qadar’ dalam sistem ajaran Islam. ‘Lailatul qadar’ adalah malam yang sangat mulia dan berharga bagi interest umat Nabi Muhammad Saw untuk perbaikan kualitas hidupnya, […]

  • Sumber Foto: porostimur.com

    HMI Sudah Mati, yang Hidup Hanya Benderanya

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Ada masa ketika bendera hijau-hitam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkibar bukan sekadar kain simbol, tapi api kesadaran. Dari sekretariat sempit di Yogyakarta tahun 1947, Lafran Pane menyalakan obor gerakan intelektual Islam yang menolak kejumudan dan kolonialisme. HMI lahir bukan dari ruang nyaman, tapi dari kebutuhan eksistensial bangsa, mencerdaskan umat, memperjuangkan keadilan, dan menggabungkan iman dengan […]

  • Oleh : Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia) Foto : Istimewa

    Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut Marut

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia)
    • visibility 373
    • 0Komentar

    “Di tengah gemerlap kota yang bising, disudut ruang yang hampa. Terdengar suara tangisan rakyat jelata yang menunggu dan menagih janji pemerinta terhadap kesejatraan rakyatnya.” Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut-Marut memanifestasikan sebuah resistensi epistemologis terhadap dekadensi moral yang terbungkus dalam retorika banal. Dalam menggunakan kacamata fenomenologi Edmund Husserl, janji semestinya merupakan sebuah bentuk intensionalitas […]

  • Penulis opini, source : Istimewa

    Membangun Pendidikan Berkualitas: Antara Pemenuhan Gizi dan Penguatan Fondasi Sekolah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Diyan Dewana Jaya (Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Dalam kondisi seperti ini, sebagian kalangan memandang bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga perlu diiringi dengan investasi yang kuat pada aspek-aspek yang lebih mendasar, seperti perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan literasi, serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Jika fondasi-fondasi tersebut diperkuat, maka berbagai program […]

expand_less