Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 602
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Perkaderan sebagai usaha organisasi yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis mesti memperhatikan tiga aspek utama yang diamanatkan dalam Pedoman Perkaderan HMI: Pertama, menentukan prioritas rekrutmen calon kader dari mahasiswa pilihan, yakni yang memiliki integritas pribadi, bersedia terus menerus meningkatkan pengembangan kualitas diri, berorientasi pada prestasi dan menggali potensi leadership, serta berkomitmen untuk memajukan organisasi. Kedua, memperhatikan kualitas para pengurus, pengelola latihan, relevansitas pedoman perkaderan, dan sarana-prasarana yang mendukung suksesi kegiatan-kegiatan perkaderan. Ketiga, membangun iklim yang menghargai prestasi individu, mendorong semangat belajar kader, menjamin ruang demokratis, membangun nalar kritis, serta membangun kepekaan sosial kader terhadap persoalan-persoalan zaman yang terus berkembang. Berdasarkan Pedoman Dasar BPL telah menegaskan bahwa BPL berfungsi sebagai lembaga yang fokus terhadap latihan kader yang berorientasi pada pembentukan watak, pola pikir, visi, orientasi serta berwawasan ke-HMI-an yang paling elementer. Dengan demikian BPL memiliki kedudukan dan peranan yang tegas mengenai otoritasnya terhadap latihan kader yang dengan pengelolaan pelatihan yang bermutu dapat mempersiapkan kader-kader umat dan bangsa yang dapat berkontribusi aktif membangun masa depan Islam dan Indonesia yang gemilang. Kaderisasi dalam organisasi memiliki makna yaitu proses penyiapan sumber daya manusia agar kelak mereka menjadi pemimpin yang mampu membangun peran dan fungsi organisasi secara lebih baik (Saputra, 2014).

Namun tentu makna dari kaderisasi sendiri tidak bisa dipersempit dengan hanya melakukan pengembangan terhadap peran dan fungsi organisasi, lebih dari itu kaderisasi memiliki konteks yang lebih luas seperti mempelajari kepemimpinan, manajemen sumber daya dan penurunan informasi dan nilainilai politik kepada para kader. Kegiatan kaderisasi terdiri dari dua unsur pokok, yaitu pengader dan kader. Pengader adalah orang-orang yang sudah lebih dahulu berada dalam organisasi kemudian menyusun agenda proses kaderisasi, menentukan pola perkaderan juga menyusun materimateri kaderisasi. Para tim instruktur biasanya orang yang sudah kompeten dalam bidang tentang materi yang akan dibagikan kepada kader. instruktur harus telah memahami dan mendalami terlebih dahulu materi dan muatan-muatan yang akan ditarnsformasikan kepada kader. Sedangkan kader yaitu objek kaderisasi atau biasa disebut sebagai peserta kaderisasi. Peserta kaderisasi adalah individu-individu yang disiapkan secara khusus dan dipersiapkan dengan terencana untuk meneruskan perjuangan dan menjalankan visi misi organisasi. Peserta kaderisasi biasanya merupakan mahasiswa islam dan memiliki ketertarikan untuk tergabung dengan organisasi. Selain itu peserta kaderisasi juga memiliki ke-cenderungan dan kecocokan terhadap visi misi organisasi yang hendak ia jalani. Sebagai organisasi kader, wujud nyata perjuangan HMI dalam komitmen keumatan dan kebangsaan adalah melakukan proses perkaderan yang bertujuan membina kader berkualitas insan cita yang terbagi dalam tiga jenjang perkaderan: Latihan Kader I (Basic Training), Latihan Kader II (Intermediate Training), dan Latihan Kader III (Advance Training). Dengan harapan dan penuh keyakinan bahwa mereka akan mampu mencapai tataran kesadaran yang sangat tinggi akan tanggung jawabnya terhadap diri sendiri, negara, pemerintah dan msyarakat aparatur serta masyarakat Indonesia seluruhnya dan seutuhnya untuk memimpin perjuangan pembangunan sekarang demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

  • Penulis: Madarudin Lapandewa
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Keshalehan sosial seorang Kepala Daerah Sherly Tjoanda Laos, bahwa dimana secara nyata dia adalah seorang Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dan pada saat yang sama, dia juga sebagai pemeluk agama miniroritas, tidak hanya dilihat pada kedispilinannya melaksanakan […]

  • Kolaborasi DKP dan Warga, Taman Lelong Ternate Dibersihkan dari Tanaman Air

    DKP Ternate Bersihkan Taman Lelong dari Tanaman Air pada Hari Clean Up Day

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    “Kita harus optimis dengan target itu. Yang penting kita sudah berbuat. Mudah-mudahan masyarakat pesisir juga ikut terlibat menjaga lingkungan. Harapannya semua elemen ikut serta, karena laut bukan tempat sampah,” tegasnya. Suara Masyarakat Aksi pembersihan ini juga mendapat dukungan dari warga sekitar. Junaidi, salah satu pemuda Lelong, menilai pembersihan tanaman air sangat penting agar taman kembali […]

  • Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Hari Gizi Nasional ke-65 yang mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” menjadi salah satu momen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini sangat relevan mengingat tingginya angka permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro yang masih menjadi tantangan […]

  • Source : Istimewa

    Jamin Mutu Pendidikan, Prodi Kimia Unutara Jalani Visitasi Akreditasi LAMSAMA

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 849
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) melaksanakan visitasi akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) di Kampus Unutara, Ternate, Senin (9/2/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 11 Februari ini bertujuan mengevaluasi dan menjamin mutu pendidikan tinggi di wilayah Maluku Utara. Komitmen Peningkatan Kualitas Tim asesor […]

  • Anggota DPRD Morotai Naswin Rowo Apresiasi Kontingen MA, MTs, dan MI Juara Galatama II Maluku Utara

    Anggota DPRD Morotai Naswin Rowo Apresiasi Kontingen MA, MTs, dan MI Juara Galatama II Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 349
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen peserta dari sekolah Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berpartisipasi dalam ajang Galatama II tingkat Provinsi Maluku Utara. Apresiasi khusus disampaikan kepada para siswa yang berhasil meraih juara dalam […]

  • Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta Gelar Aksi Damai: Desak Cabut IUP Bermasalah dan Stop Perampasan Tanah Adat Play Button

    Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta Gelar Aksi Damai: Desak Cabut IUP Bermasalah dan Stop Perampasan Tanah Adat

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.835
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 28 April 2025 – Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta menggelar aksi damai di halaman Kantor Polda DIY, Senin (28/4/25). Mereka menyuarakan sepuluh tuntutan, di antaranya mencabut seluruh Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah di Halmahera Timur, menghentikan perampasan ruang hidup, serta mendorong penghentian pencemaran lingkungan di daerah tersebut. Dalam […]

expand_less