Hari Pers Nasional 2026: LBH Ansor Malut Soroti Tekanan Kekuasaan terhadap Jurnalis
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
TERNATE (BALENGKO) – Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menegaskan bahwa pers harus tetap menjadi alat koreksi sosial dan penjaga kebenaran di tengah tekanan kekuasaan yang kian kompleks, Senin (9/2/2026). Momentum Hari Pers Nasional ini dinilai sebagai titik refleksi penting bagi demokrasi, khususnya dalam mengawal isu konflik agraria, lingkungan, dan korupsi di Maluku Utara.
Pers Bukan Pemuas Penguasa
Zulfikran menekankan bahwa fungsi utama pers adalah memberikan pemahaman realitas secara utuh kepada masyarakat, bukan sekadar memberikan informasi yang menyenangkan pihak tertentu.
“Pers bekerja bukan untuk menyenangkan penguasa, tetapi untuk memastikan publik mendapatkan kebenaran. Tanpa keberanian pers, banyak fakta akan terkubur oleh kepentingan,” tegas Zulfikran di Ternate.
Tantangan Kemerdekaan Pers Lokal
Di tingkat lokal, LBH Ansor mencatat masih adanya tantangan serius bagi insan pers. Beberapa praktik yang kerap muncul antara lain:
- Pemanggilan wartawan terkait pemberitaan.
- Pelaporan pidana sebagai respon atas karya jurnalistik.
- Intimidasi non-formal dengan dalih stabilitas daerah.
Zulfikran mengingatkan bahwa sengketa pers harus diselesaikan melalui mekanisme UU Pers dan Dewan Pers. Menurutnya, menggunakan pendekatan pidana terhadap karya jurnalistik merupakan bentuk kemunduran demokrasi.
Integritas dan Etika Jurnalistik
Selain menyoroti perlindungan hukum, LBH Ansor juga mengingatkan jurnalis untuk menjaga tanggung jawab etik. Akurasi, keberimbangan, dan independensi adalah harga mati bagi pers yang kuat.
“Keberanian tanpa etika adalah kecerobohan. Etika tanpa keberanian adalah kepatuhan semu. Pers harus menjaga keduanya,” tambahnya.
LBH Ansor Maluku Utara menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum bagi kerja-kerja pers yang profesional dan berintegritas. Zulfikran menutup pernyataannya dengan memberikan penghormatan kepada jurnalis yang tetap bekerja meski dalam risiko dan tekanan.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar