Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia hari ini menyerupai sebuah bangunan raksasa. Dari luar, ia tampak kokoh: tembok-temboknya terbuat dari beton tebal, berdiri tinggi dan menjulang. Jalan tol membentang, gedung pemerintahan menjamur, proyek strategis nasional digulirkan, dan regulasi diproduksi hampir tanpa jeda. Namun siapa pun yang berani masuk dan menyentuh bagian dalam bangunan itu akan merasakan getarannya. Bangunan ini memang bertembok beton, tetapi bertiang bambu ringkih, lapuk, dan mudah patah.

Negara tampak kuat secara visual, tetapi rapuh secara substansial.

Tembok beton itu adalah simbol kekuasaan negara: proyek pembangunan, tumpukan undang-undang, izin investasi, dan perangkat koersif yang menyertainya. Ia dibangun dengan logika percepatan dan pertumbuhan, dengan ukuran keberhasilan yang disederhanakan menjadi angka dan grafik. Sementara tiang bambu yang seharusnya menopang bangunan adalah keadilan, etika kekuasaan, kejujuran hukum, dan kepercayaan publik. Sayangnya, bagian inilah yang paling jarang dirawat.

Negara sibuk menuang beton, tetapi lupa memperkuat tiang.

Kondisi ini terlihat paling jelas dalam praktik hukum. Secara formal, Indonesia memiliki sistem hukum yang lengkap, bahkan berlebihan. Peraturan datang bertubi-tubi, revisi undang-undang menjadi rutinitas, dan negara tampak sangat aktif mengatur. Namun di tingkat pengalaman warga, hukum kerap kehilangan makna keadilan. Ia terasa tegas ke bawah, tetapi longgar ke atas. Pelanggaran kecil cepat diproses, sementara pelanggaran besar sering berakhir kabur. Negara tampak berwibawa secara normatif, tetapi compang-camping secara moral.

Hukum akhirnya berdiri seperti tembok beton: dingin, keras, dan menjauh dari rasa keadilan masyarakat. Sementara bambu nurani yang seharusnya memberi kelenturan dan arah dibiarkan rapuh.

Demokrasi pun mengalami nasib serupa. Dari sisi prosedur, demokrasi Indonesia masih berjalan. Pemilu diselenggarakan, lembaga perwakilan bekerja, dan konstitusi terus dirujuk. Namun secara substantif, demokrasi makin kehilangan ruh deliberasi. Keputusan publik lebih sering lahir dari ruang sempit elite ketimbang dari percakapan luas warga. Partisipasi rakyat direduksi menjadi angka kehadiran, bukan kualitas gagasan.

  • Penulis: Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus COVID-19 Naik di Asia, Kemenkes: Indonesia Masih Aman tapi Tetap Waspada

    Kasus COVID-19 Naik di Asia, Kemenkes: Indonesia Masih Aman tapi Tetap Waspada

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Balengko Space – Kementerian Kesehatan RI menanggapi lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia, seperti Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Meski situasi global menunjukkan tren peningkatan, pemerintah memastikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman dan terkendali. Di lansir dari situs resmi kemenkes, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa hingga pekan […]

  • Wagub Malut Sarbin Sehe Tegaskan Komitmen Pendidikan & Kesehatan Gratis dalam Jalan Sehat Hardiknas Guru Tidore

    Wagub Malut Sarbin Sehe Tegaskan Komitmen Pendidikan & Kesehatan Gratis dalam Jalan Sehat Hardiknas Guru Tidore

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Tidore, 28 April 2025 – Ratusan guru se-Pulau Tidore memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan menggelar jalan sehat. Tidak hanya sekadar olahraga, kegiatan ini sekaligus memperkuat kebersamaan dan motivasi para pendidik di wilayah tersebut kegiatan ini berlangsung pada (26/04/2025). Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, secara resmi membuka acara ini. Turut hadir […]

  • Sumber foto : Istimewa

    BADKO HMI Maluku Utara: Diplomasi Prabowo di Davos dan Program 1.500 Kapal adalah Tonggak Kebangkitan Poros Maritim

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 223
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku Utara, M. Akbar M. Lakoda, memberikan apresiasi mendalam atas langkah strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata kembalinya taring diplomasi Indonesia di kancah internasional. Akbar menegaskan bahwa […]

  • Debat terbuka Sergap Eddy di Boulevard UGM Yogyakarta menghadirkan Wakil Menteri Hukum RI Eddy Hiariej, akademisi, dan mahasiswa membahas RKUHAP.

    Kasus Maba Sangaji Disorot di Debat Terbuka bertajuk ‘Sergap Eddy’ di UGM Yogyakarta

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.636
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta – Kasus Maba Sangaji di Halmahera Timur menjadi salah satu isu  yang mencuat dalam debat terbuka bertajuk “Sergap Eddy” yang digelar di Boulevard Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025). Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri Wakil Menteri Hukum RI, Eddy Hiariej, yang memenuhi tantangan untuk berdebat selama 7 x […]

  • Ketua IKPM-HT Yogyakarta, Ikmal Ali M. Nur, Sumber foto: Istimewa

    Ketua IKPM-HT Yogyakarta Desak Komisi II DPRD Haltim Evaluasi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 913
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Ketua Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta, Ikmal Ali M. Nur, mendesak Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Timur untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Halmahera Timur yang dinilai minim inovasi dan kurang memperhatikan pengembangan kawasan transmigrasi. Desakan tersebut disampaikan Ikmal usai mengikuti dialog publik bertajuk “Ketimpangan […]

  • Expo Fishum Uniera 2026: Langkah Awal Menuju Produk Lokal Berdaya Saing

    Expo Fishum Uniera 2026: Langkah Awal Menuju Produk Lokal Berdaya Saing

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 516
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum), Universitas Halmahera (Uniera) sukses menyelenggarakan malam pembukaan Festival Fishum Expo 2026. Acara tersebut berlangsung meriah di BUMDES desa Gotalamo Morotai Selatan, pada Jumat, (1/5/2026) malam. Mengusung tema “Dari Kampus untuk Masyarakat, Motivasi, Inovasi, dan Inspirasi”, rangkain kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pentingnya menciptakan produk loka yang […]

expand_less