Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia hari ini menyerupai sebuah bangunan raksasa. Dari luar, ia tampak kokoh: tembok-temboknya terbuat dari beton tebal, berdiri tinggi dan menjulang. Jalan tol membentang, gedung pemerintahan menjamur, proyek strategis nasional digulirkan, dan regulasi diproduksi hampir tanpa jeda. Namun siapa pun yang berani masuk dan menyentuh bagian dalam bangunan itu akan merasakan getarannya. Bangunan ini memang bertembok beton, tetapi bertiang bambu ringkih, lapuk, dan mudah patah.

Negara tampak kuat secara visual, tetapi rapuh secara substansial.

Tembok beton itu adalah simbol kekuasaan negara: proyek pembangunan, tumpukan undang-undang, izin investasi, dan perangkat koersif yang menyertainya. Ia dibangun dengan logika percepatan dan pertumbuhan, dengan ukuran keberhasilan yang disederhanakan menjadi angka dan grafik. Sementara tiang bambu yang seharusnya menopang bangunan adalah keadilan, etika kekuasaan, kejujuran hukum, dan kepercayaan publik. Sayangnya, bagian inilah yang paling jarang dirawat.

Negara sibuk menuang beton, tetapi lupa memperkuat tiang.

Kondisi ini terlihat paling jelas dalam praktik hukum. Secara formal, Indonesia memiliki sistem hukum yang lengkap, bahkan berlebihan. Peraturan datang bertubi-tubi, revisi undang-undang menjadi rutinitas, dan negara tampak sangat aktif mengatur. Namun di tingkat pengalaman warga, hukum kerap kehilangan makna keadilan. Ia terasa tegas ke bawah, tetapi longgar ke atas. Pelanggaran kecil cepat diproses, sementara pelanggaran besar sering berakhir kabur. Negara tampak berwibawa secara normatif, tetapi compang-camping secara moral.

Hukum akhirnya berdiri seperti tembok beton: dingin, keras, dan menjauh dari rasa keadilan masyarakat. Sementara bambu nurani yang seharusnya memberi kelenturan dan arah dibiarkan rapuh.

Demokrasi pun mengalami nasib serupa. Dari sisi prosedur, demokrasi Indonesia masih berjalan. Pemilu diselenggarakan, lembaga perwakilan bekerja, dan konstitusi terus dirujuk. Namun secara substantif, demokrasi makin kehilangan ruh deliberasi. Keputusan publik lebih sering lahir dari ruang sempit elite ketimbang dari percakapan luas warga. Partisipasi rakyat direduksi menjadi angka kehadiran, bukan kualitas gagasan.

  • Penulis: Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • shoope ternate

    Shopee Express di Ternate Diduga Tahan THR Pekerja, LBH Ansor: Abaikan Kewajiban Hukum

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 30 Maret 2026 -Perusahaan jasa ekspedisi Shopee Express yang beroperasi di Kelurahan Tabona, Kota Ternate, diduga melanggar ketentuan ketenagakerjaan setelah tidak membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 12 pekerja operator gudang. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyatakan bahwa persoalan ini tidak lagi sekadar perselisihan hubungan industrial biasa. Ia menilai, sikap perusahaan […]

  • Gambar Ilustrasi, Source : Istimewa

    Distribusi Air Makin Stabil, Kinerja Pelayanan PDAM Galela Raih Apresiasi Warga

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 411
    • 0Komentar

    GALELA (BALENGKO) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Galela mendapatkan respons positif dari masyarakat terkait peningkatan signifikan kualitas pelayanan dalam beberapa pekan terakhir. Distribusi air bersih yang sebelumnya sering terkendala, kini dilaporkan berjalan lancar, stabil, dan merata di berbagai wilayah pelayanan. Langkah strategis PDAM Galela dalam membenahi sistem distribusi dan pengelolaan jaringan dinilai berhasil menjawab […]

  • Suprio Datang terpilih sebagai Ketua GMKI Ternate dalam Konfercab 2025

    GMKI Ternate Gelar Konfercab, Suprio Datang dan Sutrisno Siliba Terpilih Pimpin Cabang Periode 2025–2027

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle kontributor wilayah kota Ternate (Agung Selang)
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ternate resmi menetapkan kepengurusan baru melalui Konferensi Cabang (Konfercab) tahun 2025. Forum ini berlangsung alot karena perdebatan kriteria kepemimpinan dan sempat deadlock lebih dari sepekan. Akhirnya, forum memilih Suprio Datang sebagai Ketua Cabang dan Sutrisno Siliba sebagai Sekretaris Cabang periode 2025–2027. Konfercab tahun ini menjadi momentum […]

  • ketua LBH Ansor Kota Ternate

    Saya menyebutnya Si Melankolis: Sutan Sjahrir Melihat Indonesia dalam Teropong Sosialisme

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    Sutan Sjahrir adalah paradoks dalam sejarah Indonesia: ia pejuang kemerdekaan yang tidak meledak dalam retorika, melainkan menyusup melalui keheningan pikiran. Di saat banyak pemimpin memanggil massa dengan semboyan, Sjahrir memilih menulis dalam sunyi. Ia dijuluki “si melankolis”, bukan karena ia lemah, melainkan karena ia terlalu mencintai bangsanya hingga takut melihatnya terjerumus dalam kesalahan sejarah. Bagi […]

  • Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Kepulauan Sula – Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 di Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, kembali menuai sorotan. Mursid Puko, mahasiswa asal desa setempat, angkat bicara mengenai belum maksimalnya realisasi sejumlah program yang hingga pertengahan 2025 tak kunjung tuntas. Mursid menilai lambatnya audit dari pihak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula terhadap pengelolaan […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara

    LBH Ansor Maluku Utara Mendesak Aparat Mengusut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Balengko Space, Ternate – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Tindakan brutal tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga merupakan ancaman terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi […]

expand_less