Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Fahri Sibua: Tawarkan Konsep Integrated Coconut-Based Industry untuk Kelapa Bido Morotai Dari SAF hingga Ekonomi Sirkular

Fahri Sibua: Tawarkan Konsep Integrated Coconut-Based Industry untuk Kelapa Bido Morotai Dari SAF hingga Ekonomi Sirkular

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kelapa Bido (Cocos nucifera var. bido), tanaman endemik khas Pulau Morotai, Maluku Utara, kian menarik perhatian dunia karena potensinya sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengembangan Kelapa Bido memiliki peluang untuk membentuk ekosistem industri berbasis bioekonomi yang tidak hanya menghasilkan pendapatan dari satu produk, tetapi menciptakan berbagai sumber nilai ekonomi melalui diversifikasi usaha. Model bisnis terpadu ini memberikan keuntungan strategis karena mampu mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu pasar, meningkatkan stabilitas pendapatan, serta memperkuat daya saing komoditas lokal dalam rantai nilai global. Namun, di balik sorotan global tersebut, seorang putra daerah melihat peluang ekonomi lain yang tak kalah strategis bagi kesejahteraan warga lokal melalui kacamata akuntansi manajemen dan keberlanjutan.

Fahri Sibua, mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menawarkan perspektif baru bahwa pengembangan Kelapa Bido tidak boleh berhenti pada penjualan komoditas primer atau fokus tunggal pada SAF. Ia menggagas penerapan konsep Integrated Coconut-Based Industry dengan mengoptimalkan seluruh rantai nilai kelapa secara holistik.

“Data menunjukkan Kelapa Bido memiliki kadar minyak mencapai 58,34% dan siklus panen relatif cepat, yaitu 2-3 tahun. Ini memang aset berharga untuk SAF. Namun, saya menawarkan gagasan agar kita juga memaksimalkan nilai tambah dari bagian pohon lainnya secara simultan,” ujar Fahri.

Diversifikasi Produk dan Peningkatan Economic Value Added (EVA)

Dalam pandangannya, produk bernilai tambah seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa premium, pangan fungsional, dan bahan baku kosmetik alami memiliki potensi pasar yang lebih cepat berkembang serta mampu meningkatkan margin keuntungan.

“Dalam perspektif akuntansi manajemen, diversifikasi produk tersebut dapat meningkatkan Economic Value Added (EVA) melalui optimalisasi aset biologis dan pengurangan ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan. Strategi ini memungkinkan perusahaan memperoleh nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya menjual bahan baku mentah,” jelasnya.

Konsep Circular Coconut Economy: Limbah Jadi Aset

Salah satu inovasi konkret yang ditawarkan Fahri adalah penerapan Circular Coconut Economy. Ia menyoroti bahwa limbah kelapa yang selama ini terbuang sebenarnya adalah aset yang belum terkelola.

“Saya menawarkan konsep pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, seperti cocopeat dari sabut kelapa dan karbon aktif (activated carbon) dari tempurung. Serabut kelapa atau ‘serapuk’, misalnya, berpotensi diolah menjadi alas kaki tradisional maupun modern, keset, hingga kerajinan tangan. Jika dikemas dengan desain kontemporer, ini bisa menjadi industri kreatif rumahan yang menyerap tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fahri menekankan bahwa model sirkular ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sumber daya, tetapi juga menciptakan nilai keberlanjutan. “Dalam perspektif akuntansi keberlanjutan, pendekatan tersebut memperkuat nilai lingkungan (environmental value) sekaligus meningkatkan daya tarik investasi berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance),” tegasnya.

Penguatan Aset Tidak Berwujud Melalui Indikasi Geografis

Fahri juga menyoroti pentingnya pengembangan merek berbasis identitas geografis Kelapa Bido Morotai. Menurutnya, status Indikasi Geografis (IG) yang sedang diperjuangkan dapat meningkatkan nilai aset tidak berwujud (intangible asset) melalui diferensiasi produk dan penguatan citra keberlanjutan. Inovasi lain seperti bahan aktif kosmetik, produk nutraseutikal, dan minuman kesehatan berbasis air kelapa juga dinilai memiliki prosesor cerah di pasar global.

Dukungan terhadap SAF dengan Prinsip Keberlanjutan Lokal

Meskipun menawarkan diversifikasi luas, Fahri menegaskan dukungannya penuh terhadap pengembangan Kelapa Bido sebagai bahan baku SAF. Ia memandang investasi di sektor energi hijau sebagai katalisator penting untuk membawa Morotai ke peta global.

“Dukungan saya terhadap SAF tetap bulat. Namun, implementasinya harus dirancang dengan prinsip akuntabilitas sosial dan ekonomi sirkular. Saya berharap pabrik pengolahan SAF nanti tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga membangun rantai pasok yang adil dengan petani lokal, serta menyediakan ruang bagi UMKM turunan untuk tumbuh berdampingan,” pungkasnya.

Fahri berharap, sinergi antara visi global (energi terbarukan) dan realitas lokal (ekonomi kreatif dan sirkular) dapat menjadikan Kelapa Bido sebagai ikon pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya bagi Kabupaten Pulau Morotai.

  • Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkai dan helai daun singkong hijau sebagai sumber protein nabati dan zat besi

    Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan: Superfood Lokal Kaya Nutrisi

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Daun singkong (Manihot esculenta) menjadi salah satu sayuran hijau populer di Indonesia, di Indonesia Timur khususnya di wilayah Maluku Utara, masyarakat lokal biasa menyebut “Daun Kasbi”. Masyarakat lokal Maluku Utara mengkonsumsinya sudah sejak lama, salain karena enak daun singkong mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan kandungan nutrisinya sangat melimpah, biasanya daun singkong ini […]

  • Gubernur Maluku Utara Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya KH. Abdul Ghani Kasuba

    Gubernur Maluku Utara Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya KH. Abdul Ghani Kasuba

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, (15/3/25), Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc, mantan Gubernur Maluku Utara periode 2014–2019 dan 2019–2024. Beliau wafat pada 14 Maret 2025, dan kepergiannya meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Maluku Utara. Dalam upacara persemayaman, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan […]

  • Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe melepas kontingen Pramuka Maluku Utara menuju Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional 2025 di Cibubur

    Wagub Maluku Utara Lepas Kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Kemah Nasional 2025

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 524
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, melepas secara resmi 19 kontingen Pramuka Maluku Utara untuk mengikuti Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus (KPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–19 Agustus 2025. Acara pelepasan berlangsung di Syamatira Caffe, Selasa (12/8/25) Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa gerakan pramuka […]

  • Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

    Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Foto : Instagram itssun_d Sun D, seorang rapper asal Indonesia Timur, memiliki perjalanan hidup yang penuh liku dan inspirasi. Dari kecintaannya pada hip-hop sejak kecil hingga menjadi bagian dari komunitas rap Jakarta, Westwew, kisahnya menunjukkan bagaimana semangat dan ketekunan dapat membawa seseorang melampaui batasan. Awal Mula: Hip-Hop di Tanah Papua Bakat rap Sun D sudah […]

  • LBH Ansor Ternate menyerahkan laporan ke Dewan Pers terkait pemberitaan sepihak

    LBH Ansor Ternate Laporkan Dugaan Pemberitaan Sepihak ke Dewan Pers

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO SPACE) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate melaporkan dugaan pemberitaan sepihak ke Dewan Pers Republik Indonesia. Laporan ini diajukan karena sejumlah pemberitaan media online JendelaNewsTV.com dinilai tidak berimbang dan mencederai kehormatan Yusri N. Samsudin, ASN Kementerian Agama Maluku Utara. Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran Bailussy, SH, menjelaskan bahwa pihaknya menempuh jalur […]

  • Penampakan fisik bangunan LabKesmas Pulau Morotai yang sedang dalam masa adendum. Kepala Dinas Kesehatan memastikan tetap mengedepankan profesionalitas dan standarisasi material meskipun pekerjaan mengalami keterlambatan dari jadwal semula. (Sumber Foto: Istimewa)

    Dinkes Morotai Buka Suara Soal Keterlambatan Proyek LabKesmas, Sebut Kendala Cuaca hingga Mutu Material

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    DARUBA (BALENGKO) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan publik mengenai lambannya progres pembangunan proyek Laboratorium Kesehatan Masyarakat (LabKesmas). Pihak dinas menegaskan bahwa sejumlah kendala teknis dan alam menjadi faktor utama terhambatnya pekerjaan di lapangan. Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr. Diana Pinangkaa, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal agar […]

expand_less