Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Fahri Sibua: Tawarkan Konsep Integrated Coconut-Based Industry untuk Kelapa Bido Morotai Dari SAF hingga Ekonomi Sirkular

Fahri Sibua: Tawarkan Konsep Integrated Coconut-Based Industry untuk Kelapa Bido Morotai Dari SAF hingga Ekonomi Sirkular

  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • visibility 202
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kelapa Bido (Cocos nucifera var. bido), tanaman endemik khas Pulau Morotai, Maluku Utara, kian menarik perhatian dunia karena potensinya sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengembangan Kelapa Bido memiliki peluang untuk membentuk ekosistem industri berbasis bioekonomi yang tidak hanya menghasilkan pendapatan dari satu produk, tetapi menciptakan berbagai sumber nilai ekonomi melalui diversifikasi usaha. Model bisnis terpadu ini memberikan keuntungan strategis karena mampu mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu pasar, meningkatkan stabilitas pendapatan, serta memperkuat daya saing komoditas lokal dalam rantai nilai global. Namun, di balik sorotan global tersebut, seorang putra daerah melihat peluang ekonomi lain yang tak kalah strategis bagi kesejahteraan warga lokal melalui kacamata akuntansi manajemen dan keberlanjutan.

Fahri Sibua, mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menawarkan perspektif baru bahwa pengembangan Kelapa Bido tidak boleh berhenti pada penjualan komoditas primer atau fokus tunggal pada SAF. Ia menggagas penerapan konsep Integrated Coconut-Based Industry dengan mengoptimalkan seluruh rantai nilai kelapa secara holistik.

“Data menunjukkan Kelapa Bido memiliki kadar minyak mencapai 58,34% dan siklus panen relatif cepat, yaitu 2-3 tahun. Ini memang aset berharga untuk SAF. Namun, saya menawarkan gagasan agar kita juga memaksimalkan nilai tambah dari bagian pohon lainnya secara simultan,” ujar Fahri.

Diversifikasi Produk dan Peningkatan Economic Value Added (EVA)

Dalam pandangannya, produk bernilai tambah seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa premium, pangan fungsional, dan bahan baku kosmetik alami memiliki potensi pasar yang lebih cepat berkembang serta mampu meningkatkan margin keuntungan.

“Dalam perspektif akuntansi manajemen, diversifikasi produk tersebut dapat meningkatkan Economic Value Added (EVA) melalui optimalisasi aset biologis dan pengurangan ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan. Strategi ini memungkinkan perusahaan memperoleh nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya menjual bahan baku mentah,” jelasnya.

Konsep Circular Coconut Economy: Limbah Jadi Aset

Salah satu inovasi konkret yang ditawarkan Fahri adalah penerapan Circular Coconut Economy. Ia menyoroti bahwa limbah kelapa yang selama ini terbuang sebenarnya adalah aset yang belum terkelola.

“Saya menawarkan konsep pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, seperti cocopeat dari sabut kelapa dan karbon aktif (activated carbon) dari tempurung. Serabut kelapa atau ‘serapuk’, misalnya, berpotensi diolah menjadi alas kaki tradisional maupun modern, keset, hingga kerajinan tangan. Jika dikemas dengan desain kontemporer, ini bisa menjadi industri kreatif rumahan yang menyerap tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fahri menekankan bahwa model sirkular ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sumber daya, tetapi juga menciptakan nilai keberlanjutan. “Dalam perspektif akuntansi keberlanjutan, pendekatan tersebut memperkuat nilai lingkungan (environmental value) sekaligus meningkatkan daya tarik investasi berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance),” tegasnya.

Penguatan Aset Tidak Berwujud Melalui Indikasi Geografis

Fahri juga menyoroti pentingnya pengembangan merek berbasis identitas geografis Kelapa Bido Morotai. Menurutnya, status Indikasi Geografis (IG) yang sedang diperjuangkan dapat meningkatkan nilai aset tidak berwujud (intangible asset) melalui diferensiasi produk dan penguatan citra keberlanjutan. Inovasi lain seperti bahan aktif kosmetik, produk nutraseutikal, dan minuman kesehatan berbasis air kelapa juga dinilai memiliki prosesor cerah di pasar global.

Dukungan terhadap SAF dengan Prinsip Keberlanjutan Lokal

Meskipun menawarkan diversifikasi luas, Fahri menegaskan dukungannya penuh terhadap pengembangan Kelapa Bido sebagai bahan baku SAF. Ia memandang investasi di sektor energi hijau sebagai katalisator penting untuk membawa Morotai ke peta global.

“Dukungan saya terhadap SAF tetap bulat. Namun, implementasinya harus dirancang dengan prinsip akuntabilitas sosial dan ekonomi sirkular. Saya berharap pabrik pengolahan SAF nanti tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga membangun rantai pasok yang adil dengan petani lokal, serta menyediakan ruang bagi UMKM turunan untuk tumbuh berdampingan,” pungkasnya.

Fahri berharap, sinergi antara visi global (energi terbarukan) dan realitas lokal (ekonomi kreatif dan sirkular) dapat menjadikan Kelapa Bido sebagai ikon pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya bagi Kabupaten Pulau Morotai.

  • Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asril Sermaf berpose usai ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum HMI Cabang Yogyakarta dalam Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa (RAKLB) Ke-I yang digelar di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta, Minggu (8/2/2026).

    Komisariat (P) Ali Maksum Resmi Berdiri, RAKLB Ke-I Tetapkan Formatur dan Caretaker

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta resmi mendirikan Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum melalui Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa Ke-1 (RAKLB Ke-I) yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 (19 Sya’ban 1447 H) bertempat di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta. Forum tertinggi komisariat tersebut menetapkan M. Asril Sermaf sebagai […]

  • Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 731
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Halsel, 24 Juli 2025 – Praktisi hukum Halmahera Selatan, Muh. Ramadhan Kelderak, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan pencemaran lingkungan di Desa Kawasi, Pulau Obi, sebagai tindak pidana korporasi, bukan sekadar pelanggaran administratif. Dugaan tersebut mengarah pada perusahaan tambang nikel raksasa PT Harita Group, yang disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas […]

  • KH. Sarbin Sehe: Kesejahteraan Buruh, Kesejahteraan Bangsa

    KH. Sarbin Sehe: Kesejahteraan Buruh, Kesejahteraan Bangsa

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Ternate, Kamis (1/5/2025) -Menghormati buruh dan menjaga martabat bangsa menjadi pesan utama Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, dalam peringatan Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5/2025). Dalam keterangannya, KH. Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh buruh dan pekerja yang telah berkontribusi besar bagi pembangunan nasional. “Buruh adalah pekerja tangguh. Mereka tidak hanya berkontribusi di […]

  • Source : Istimewa

    Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan, Massa SMIT Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT Arumba Jaya Perkasa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JAKARTA, 13 Februari 2026 (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (13/2). Massa menuntut intervensi pemerintah pusat terkait sengketa pembebasan lahan yang melibatkan PT Arumba Jaya Perkasa di Desa Saramaake, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Koordinator […]

  • Satgas Armada Sampah Laut Kota Ternate dan Komunitas Batu Meja mengangkat sampah plastik di perairan pesisir Kelurahan Makassar Timur.

    Kolaborasi Satgas Armada Sampah Laut dan Komunitas Batu Meja Bersihkan Pesisir Makassar Timur Ternate

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Kontributor Wilayah Kota Ternate (Agung Selang)
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO SPACE) 21 September 2025 – Satgas Armada Sampah Laut Kota Ternate bersama Komunitas Batu Meja Kelurahan Makassar Timur membersihkan perairan pesisir Makassar Timur, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Mereka mengerahkan armada sampah laut dan perlengkapan jaring pengait untuk mengangkat sampah plastik, botol, serta limbah rumah tangga yang mencemari laut. Tim mengumpulkan sampah dari permukaan […]

  • Skuad Timnas Iran saat berlaga di Stadion SoFi, Los Angeles. Di tengah pembatasan ketat, performa solid mereka berhasil membuka peluang lolos ke babak 16 besar. (Foto: Dok. Istimewa

    Hadapi Pembatasan Ketat, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Emosional di Ruang Ganti Stadion LA

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, CALIFORNIA – Tim Nasional sepak bola Iran menorehkan aksi simpatik di luar lapangan setelah melakoni laga sengit di fase grup Piala Dunia. Skuad berjuluk Team Melli tersebut meninggalkan sebuah pesan tertulis di ruang ganti Stadion SoFi, Los Angeles, pada Minggu (21/06/2026) waktu setempat, sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat yang mereka terima selama […]

expand_less