Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » “Dijajah” di Rumah Sendiri: Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Gaungkan Opsi Federal hingga Tinjau Ulang Relasi Pusat

“Dijajah” di Rumah Sendiri: Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Gaungkan Opsi Federal hingga Tinjau Ulang Relasi Pusat

  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
  • visibility 721
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kekecewaan menahun terhadap pola relasi pusat dan daerah yang dinilai timpang memicu konsolidasi terbuka dari kalangan intelektual muda. Mahasiswa asal Maluku Utara yang menempuh studi Pendidikan di Kota pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar forum akbar bertajuk “Menuju Negara Federal atau Tetap Dijajah Sentralistik”. Diskusi terbuka ini berlangsung pada Sabtu, (22/8) yang menjadi wadah artikulasi atas kegelisahan pembangunan yang dinilai belum menghadirkan keadilan substantif di bumi Moloku Kie Raha.

Inisiator gerakan menegaskan bahwa langkah ini bukan letupan instan untuk memisahkan diri dari Indonesia, melainkan akumulasi kekecewaan mendalam atas belum tuntasnya pemenuhan janji kesejahteraan dan keadilan sosial sejak republik ini berdiri.

Dalam forum tersebut, Maluku Utara disorot hanya diperlakukan sebagai lumbung eksploitasi sumber daya alam bagi kepentingan nasional tanpa pembagian hasil yang seimbang. Mahasiswa menilai daerah kerap diposisikan layaknya “sapi perah” dan sekadar “dapur logistik” bagi pusat, alih-alih diakui sebagai mitra pembangunan yang setara dalam kerangka kebangsaan.

Format Bernegara Bukan Hal Baku yang Turun dari Langit

Gerakan ini menyoroti bahwa corak ketatanegaraan sentralistik yang berlaku hari ini merupakan hasil konsensus politik historis yang sah untuk ditinjau ulang secara konstitusional. Terlebih, apabila praktiknya di lapangan dinilai terus memperlebar jurang ketimpangan struktural dan meminggirkan masyarakat lokal.

Koordinator Forum, Abdul Haris Nepe, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun kajian komprehensif yang membedah lintasan sejarah, fakta ketimpangan kontemporer, hingga proyeksi strategis posisi tawar Maluku Utara di masa depan.

“Hasil kajian ini akan kami rumuskan menjadi naskah konsensus politik anak muda Maluku Utara. Dokumen ini menjadi ikhtiar politik bersama yang akan diperjuangkan lintas generasi tanpa kompromi,” ungkap Abdul Haris Nepe.

Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Wacana Federal sebagai Alternatif Keadilan

Wadah gerakan ini menegaskan tidak mengunci sikap pada satu doktrin politik kaku. Gagasan federalisme maupun mekanisme referendum ditempatkan sebagai diskursus kritis untuk menguji komitmen negara dalam mendistribusikan keadilan ekonomi dan ekologis secara nyata.

Kritik tajam tidak hanya diarahkan ke pemerintah pusat di Jakarta, tetapi juga menyasar jajaran elite politik lokal di Maluku Utara. Mahasiswa memperingatkan agar keresahan publik tidak sekadar dijadikan komoditas elektoral musiman yang lenyap usai agenda politik praktis.

“Kami mendesak elite lokal untuk tidak bersikap setengah hati dalam memperjuangkan hak rakyat, sekaligus mengajak mereka membuka ruang dialog bersama mahasiswa, khususnya yang berada di Yogyakarta untuk bersama-sama merumuskan arah masa depan Maluku Utara,” tegas Abdul Haris Nepe.

Abdul Haris menutup keterangannya dengan menegaskan kembali komitmen intelektual mahasiswa dalam merespons ketimpangan struktural dan kerusakan lingkungan di daerah.

“Forum ini menjadi ruang intelektual dan politik bagi generasi muda Maluku Utara untuk mempertanyakan ulang posisi Maluku Utara dalam percaturan politik nasional, sekaligus merumuskan konsensus baru yang diharapkan membawa keadilan yang selama ini belum juga ditunaikan,” pungkasnya.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Balengko Creative Media

Komentar (1)

  • Ramli S tokoh masyarakat Jailolo halbar

    Kami sangat mendukung dedikasi adik2 yg tlh mewakili rakyat moloku Kie raha utk mendesak niat baik dan tanggungjawab pempus yg selama ini cenderung memeras SDM kita secara ugal-ugalan yg sdh pasti merugikan Maluku utara hr ini dan hari2 mendatang!!!!!👍👍👍💪💪💪

    Balas23 Agustus 2026 8:24 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Integrasi Teori Sastra dalam Pendidikan: Mengasah Cipta, Rasa, dan Nilai Moral untuk Kehidupan Sehari-hari

    Integrasi Teori Sastra dalam Pendidikan: Mengasah Cipta, Rasa, dan Nilai Moral untuk Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea Guru MTs Negeri 1 Pulau Morotai
    • visibility 173
    • 0Komentar

    pendidikan sering kali disalahartikan sebagai proses transfer pengetahuan semata, di mana keberhasilan diukur dari kemampuan kognitif siswa dalam menyerap fakta dan data. Namun, esensi pendidikan yang sejati terletak pada pembentukan manusia yang utuh individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan moral. Dalam konteks inilah, pembelajaran sastra memegang peranan […]

  • Pernyataan sikap dari Barisan Pemuda Adat Nusantara Maluku Utara

    Dinilai Melecehkan Warisan Luhur, Barisan Pemuda Adat Nusantara Kecam Konten Video Influencer

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 501
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Beredarnya sebuah unggahan video di berbagai platform media sosial yang menampilkan aksi sejumlah influencer asal Maluku Utara memicu polemik luas. Pasalnya, gaya koreografi yang dipertontonkan dalam video tersebut dinilai melenceng dan tidak menghormati pakem asli tarian tradisional setempat. Langkah ini langsung memantik reaksi keras dari Barisan Pemuda Adat Nusantara serta para […]

  • Dialog publik PMII bahas sengketa lahan Ternate

    Ternate Krisis Kepercayaan: Pejabat Absen Dialog Sengketa Lahan, PC PMII Ternate Bereaksi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 980
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Kamis (14/8/25) Sengketa lahan yang melibatkan Polda Maluku Utara (Malut) dan warga di kawasan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance di Ternate kini memasuki babak baru. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate mengambil peran penting, menyoroti ketidakadilan dan potensi konflik sosial. Pada […]

  • BELA RUANG HIDUP: Warga Desa Sagea saat melakukan aksi protes terhadap aktivitas pertambangan yang mengancam lingkungan mereka. WALHI Maluku Utara mendesak kepolisian menghentikan pemanggilan terhadap 14 warga yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi pejuang lingkungan. (Foto: Istimewa)

    WALHI Malut Desak Polda Hentikan Pemanggilan 14 Warga Desa Sagea

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Ternate, (BALENGKO) – WALHI Maluku Utara memandang serius pemanggilan 14 warga Desa Sagea oleh Polda Maluku Utara pasca aksi penolakan aktivitas pertambangan PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Aksi yang dilakukan warga bersama Koalisi Save Sagea tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi. Hak itu diatur dalam Pasal 28E UUD 1945 serta […]

  • Ronaldo Molle Pegiat Lingkungan Malut mengapresiasi kolaborasi PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) dan Pusdal LH di Gunung Bawakaraeng.

    Soroti Aksi Bawakaraeng, Pegiat Lingkungan Malut Chiko Molle Puji Sinergi ECOTRU-Pusdal LH Dicontoh

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 548
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, GOWA – Gerakan masif pelestarian hulu ekologis di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, memantik perhatian serius dari berbagai belahan daerah. Pegiat Lingkungan asal Maluku Utara, Ronaldo Molle, S.Tr.KL, bisa di sapa Chiko secara khusus menyoroti kolaborasi strategis antara PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku […]

  • Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebakaran di Kabupaten Pulau Morotai kerap terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput alang-alang. Vegetasi yang mudah kering, terutama saat musim kemarau, membuat api berpotensi menjalar dengan cepat dan meluas. Guna meningkatkan kecepatan respons penanganan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai tengah menyiapkan inovasi […]

expand_less