Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » “Dijajah” di Rumah Sendiri: Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Gaungkan Opsi Federal hingga Tinjau Ulang Relasi Pusat

“Dijajah” di Rumah Sendiri: Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Gaungkan Opsi Federal hingga Tinjau Ulang Relasi Pusat

  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 313
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kekecewaan menahun terhadap pola relasi pusat dan daerah yang dinilai timpang memicu konsolidasi terbuka dari kalangan intelektual muda. Mahasiswa asal Maluku Utara yang menempuh studi Pendidikan di Kota pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar forum akbar bertajuk “Menuju Negara Federal atau Tetap Dijajah Sentralistik”. Diskusi terbuka ini berlangsung pada Sabtu, (22/8) yang menjadi wadah artikulasi atas kegelisahan pembangunan yang dinilai belum menghadirkan keadilan substantif di bumi Moloku Kie Raha.

Inisiator gerakan menegaskan bahwa langkah ini bukan letupan instan untuk memisahkan diri dari Indonesia, melainkan akumulasi kekecewaan mendalam atas belum tuntasnya pemenuhan janji kesejahteraan dan keadilan sosial sejak republik ini berdiri.

Dalam forum tersebut, Maluku Utara disorot hanya diperlakukan sebagai lumbung eksploitasi sumber daya alam bagi kepentingan nasional tanpa pembagian hasil yang seimbang. Mahasiswa menilai daerah kerap diposisikan layaknya “sapi perah” dan sekadar “dapur logistik” bagi pusat, alih-alih diakui sebagai mitra pembangunan yang setara dalam kerangka kebangsaan.

Format Bernegara Bukan Hal Baku yang Turun dari Langit

Gerakan ini menyoroti bahwa corak ketatanegaraan sentralistik yang berlaku hari ini merupakan hasil konsensus politik historis yang sah untuk ditinjau ulang secara konstitusional. Terlebih, apabila praktiknya di lapangan dinilai terus memperlebar jurang ketimpangan struktural dan meminggirkan masyarakat lokal.

Koordinator Forum, Abdul Haris Nepe, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun kajian komprehensif yang membedah lintasan sejarah, fakta ketimpangan kontemporer, hingga proyeksi strategis posisi tawar Maluku Utara di masa depan.

“Hasil kajian ini akan kami rumuskan menjadi naskah konsensus politik anak muda Maluku Utara. Dokumen ini menjadi ikhtiar politik bersama yang akan diperjuangkan lintas generasi tanpa kompromi,” ungkap Abdul Haris Nepe.

Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Wacana Federal sebagai Alternatif Keadilan

Wadah gerakan ini menegaskan tidak mengunci sikap pada satu doktrin politik kaku. Gagasan federalisme maupun mekanisme referendum ditempatkan sebagai diskursus kritis untuk menguji komitmen negara dalam mendistribusikan keadilan ekonomi dan ekologis secara nyata.

Kritik tajam tidak hanya diarahkan ke pemerintah pusat di Jakarta, tetapi juga menyasar jajaran elite politik lokal di Maluku Utara. Mahasiswa memperingatkan agar keresahan publik tidak sekadar dijadikan komoditas elektoral musiman yang lenyap usai agenda politik praktis.

“Kami mendesak elite lokal untuk tidak bersikap setengah hati dalam memperjuangkan hak rakyat, sekaligus mengajak mereka membuka ruang dialog bersama mahasiswa, khususnya yang berada di Yogyakarta untuk bersama-sama merumuskan arah masa depan Maluku Utara,” tegas Abdul Haris Nepe.

Abdul Haris menutup keterangannya dengan menegaskan kembali komitmen intelektual mahasiswa dalam merespons ketimpangan struktural dan kerusakan lingkungan di daerah.

“Forum ini menjadi ruang intelektual dan politik bagi generasi muda Maluku Utara untuk mempertanyakan ulang posisi Maluku Utara dalam percaturan politik nasional, sekaligus merumuskan konsensus baru yang diharapkan membawa keadilan yang selama ini belum juga ditunaikan,” pungkasnya.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Balengko Creative Media

Komentar (1)

  • Ramli S tokoh masyarakat Jailolo halbar

    Kami sangat mendukung dedikasi adik2 yg tlh mewakili rakyat moloku Kie raha utk mendesak niat baik dan tanggungjawab pempus yg selama ini cenderung memeras SDM kita secara ugal-ugalan yg sdh pasti merugikan Maluku utara hr ini dan hari2 mendatang!!!!!👍👍👍💪💪💪

    Balas23 Agustus 2026 8:24 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok KH. Abdul Ghani Kasuba: Ulama & Umara yang Menginspirasi

    Sosok KH. Abdul Ghani Kasuba: Ulama & Umara yang Menginspirasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Maluku Utara kehilangan sosok ulama dan umara yang menjadi teladan bagi banyak orang. KH. Abdul Ghani Kasuba adalah figur yang mengabdikan hidupnya tanpa pamrih untuk agama, bangsa, negara, dan masyarakat. Beliau memulai pengabdian sebagai seorang da’i yang menjelajahi wilayah Moloku Kie Raha tanpa mengharapkan imbalan. Dengan keterbatasan fasilitas, beliau berdakwah dari […]

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 323
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

  • Skandal klaim lahan 700 hektar di Mamboro, Sumba Barat, dilaporkan ke Polda NTT atas dugaan penggunaan dokumen palsu yang menabrak aturan batasan lahan UUPA. Source : Istimewa

    Sengketa Lahan 700 Ha di Sumba Tengah: Diduga Gunakan Dokumen Palsu, Lima Orang Dilaporkan ke Polda NTT

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.172
    • 1Komentar

    SUMBA TENGAH, BALENGKO SPACE – Dugaan praktik mafia tanah dalam skala besar mencuat di wilayah Sumba Tengah. Skandal klaim lahan seluas 700 hektar yang berlokasi di Sawirara Undu Watu, Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, kini resmi dilaporkan ke Mapolda NTT terkait dugaan penggunaan dokumen palsu. Daniel Ndala Wunu, warga Desa Wendewa Barat, melaporkan lima orang […]

  • PESAWAT LION AIR GAGAL MENDARAT DI YOGYAKARTA AKIBAT CUACA BURUK, DIALIHKAN KE SURABAYA

    PESAWAT LION AIR GAGAL MENDARAT DI YOGYAKARTA AKIBAT CUACA BURUK, DIALIHKAN KE SURABAYA

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Minggu (13/4/2025) – Sebuah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 634 rute Makassar–Yogyakarta yang terbang pada Sabtu, 12 April 2025, gagal mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akibat cuaca buruk. Pesawat sempat berputar-putar selama beberapa menit di atas wilayah Yogyakarta sembari menunggu cuaca membaik. Namun, kondisi cuaca yang tak kunjung stabil membuat pilot […]

  • Mahasiswa KKN Universitas Trilogi Kelompok 21 berfoto bersama warga dan panitia saat pembukaan perayaan HUT RI ke-80 di RW 09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jumat (8/8/2025)

    Mahasiswa KKN Trilogi Meriahkan Pembukaan HUT RI ke-80 di RW 09 Srengseng Sawah

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 623
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Srengseng Sawah, Jagakarsa — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, RW 09 Kelurahan Srengseng Sawah menggelar pembukaan perayaan dengan penuh semangat kebersamaan, Jumat malam (8/8/2025). Acara ini dihadiri warga, tokoh masyarakat, panitia, serta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trilogi Kelompok 21 yang sedang bertugas di wilayah tersebut. Rangkaian […]

  • Program Lapak Baca MTsN 1 Pulau Morotai kembali digelar di kawasan Taman Kota Daruba sebagai upaya berkelanjutan dalam membudayakan literasi di ruang publik. Kegiatan yang diinisiasi oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pulau Morotai ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para pelajar yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca berbagai koleksi buku yang disediakan.

    Lapak Baca MTsN 1 Morotai Hadir Kembali, Minat Baca Pelajar dan Masyarakat Terus Meningkat.

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 315
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Program Lapak Baca MTsN 1 Pulau Morotai kembali digelar di kawasan Taman Kota Daruba, Sabtu (6/6/2026) kemarin. Program lapak baca ini sebagai upaya berkelanjutan dalam membudayakan literasi di ruang publik. Kegiatan yang diinisiasi oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pulau Morotai ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para pelajar yang memanfaatkan […]

expand_less