Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » KABAR NUSANTARA » Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

  • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
  • visibility 592
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Foto : Instagram itssun_d

Sun D, seorang rapper asal Indonesia Timur, memiliki perjalanan hidup yang penuh liku dan inspirasi. Dari kecintaannya pada hip-hop sejak kecil hingga menjadi bagian dari komunitas rap Jakarta, Westwew, kisahnya menunjukkan bagaimana semangat dan ketekunan dapat membawa seseorang melampaui batasan.

Awal Mula: Hip-Hop di Tanah Papua

Bakat rap Sun D sudah terlihat sejak remaja. Ketika masih duduk di bangku SMP, ia aktif mengikuti berbagai lomba rap dan menciptakan lagu bersama teman-temannya di Papua. Kecintaan ini sering kali membuatnya bermasalah di sekolah. Ia menghabiskan banyak waktu di rumah teman untuk membuat lagu, bahkan sampai bolos sekolah.

Setelah lulus SMA, Sun D sempat ingin meninggalkan dunia rap. Ia memilih melanjutkan kuliah di Bali dengan harapan menjauh dari dunia hip-hop, yang saat itu ia pikir tidak terlalu berkembang di sana. Namun, cinta pada rap ternyata tidak mudah dilupakan.

Bali: Titik Balik Kecintaan pada Musik

Di Bali, Sun D justru bertemu dengan idolanya, Ka Lipooz dan Saint Yowzha, yang juga merupakan pelaku hip-hop ternama. Takdir mempertemukan mereka, bahkan kamar kos Sun D bersebelahan dengan kedua rapper ini. Pergaulan ini memicu kembalinya semangat bermusik Sun D.

Bersama teman-teman dari berbagai daerah yang juga merantau ke Bali, Sun D membentuk grup rap MukaRakat. Kolaborasi ini menjadi tonggak awal karier musiknya di luar Papua. Namun, di tengah perjalanan, fokusnya pada musik membuat studinya berantakan. Atas saran sang ibu, Sun D akhirnya pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah yang tertunda.

Jakarta dan Westwew: Rumah Kreatif Baru

Di Jakarta, Sun D bergabung dengan komunitas hip-hop Westwew, yang sebelumnya sudah dikenalnya lewat event di Bali. Bergabung dengan Westwew menjadi momen besar dalam hidupnya. Di sini, ia belajar banyak tentang industri musik, membangun jaringan, dan memperluas wawasan sebagai rapper.

“Setiap hari di Westwew adalah pengalaman berkesan. Gue belajar banyak, bukan cuma soal musik, tapi juga tentang hidup,” kata Sun D.

Inspirasi dan Identitas Budaya

Dalam setiap karya musiknya, Sun D selalu menuangkan pengalaman hidupnya sendiri. Baginya, membuat sesuatu yang tidak sepenuhnya dipahami tidak pernah menjadi pilihannya. Meski elemen budaya Indonesia Timur belum sepenuhnya tereksplorasi dalam karyanya, ia sering menggunakan bahasa daerah dalam lagu-lagunya sebagai bentuk penghormatan pada asal-usulnya.

Menurutnya, saat ini tidak ada lagi perbedaan besar antara rapper Indonesia Timur dan daerah lainnya. Dengan kemajuan teknologi, kolaborasi lintas daerah menjadi lebih mudah. Bahkan, karya anak-anak Indonesia Timur kini semakin diterima oleh masyarakat luas karena keaslian dan kealamian mereka.

Pesan untuk Generasi Muda

Bagi Sun D, perjalanan dari Papua hingga menjadi bagian dari Westwew adalah bukti bahwa mimpi bisa tercapai dengan kerja keras. Ia memegang prinsip untuk terus berkarya sebanyak mungkin.

“Kalau orang nggak dengerin gue, gue bakal berisik sampai mereka nengok,” ujarnya dengan penuh semangat.

Melalui musiknya, Sun D ingin menginspirasi generasi muda untuk tidak menyerah pada mimpi. Perjalanan ini baru permulaan, dan ia yakin bahwa dunia hip-hop Indonesia masih memiliki ruang besar untuk dieksplorasi.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara Abubakar Abdullah bersama Gubernur Sherly meninjau sekolah Play Button

    Indeks Kebinekaan Sekolah Maluku Utara Melonjak, Abubakar Abdullah: Ini Prestasi Besar

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 2 April 2026 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengapresiasi capaian indeks kebinekaan sekolah Maluku Utara yang berada di atas rata-rata nasional berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025. Menurut Abubakar, capaian indeks kebinekaan sekolah Maluku Utara tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga […]

  • DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Aktivitas pembukaan lahan seluas 2 hektare di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, menuai sorotan. Meski alat berat sudah beroperasi untuk penggalian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai mengaku belum turun ke lapangan maupun memeriksa dokumen lingkungan kegiatan tersebut. Kepala DLH Pulau Morotai, Djasmin Taher, menyebut pihaknya baru menerima informasi bahwa lahan itu akan dipakai […]

  • Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 432
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira. Siti Aminah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maupun menerima pembayaran ambulans dari keluarga korban. Menurutnya, komunikasi terkait penggunaan ambulans terjadi setelah […]

  • Kejari Morotai: Kasus Labkesmas Masuk Tahap Penyidikan, Tunggu Hasil Audit BPKP

    Kejari Morotai: Kasus Labkesmas Masuk Tahap Penyidikan, Tunggu Hasil Audit BPKP

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 467
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai memastikan penanganan dugaan penyimpangan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) telah memasuki tahap penyidikan. Saat ini, penyidik tengah menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Anggota Kejari Morotai, Yaumil, kepada wartawan, Rabu (24/6/2026). Menurut Yaumil, meskipun serangkaian […]

  • palestina

    Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Oleh: Muhammad Muzijad Mandea, S.Pd Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-21. Konflik ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia yang telah menelan ribuan korban jiwa. Di antara korban tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan paling banyak terdampak. Genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel tidak hanya […]

  • Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Maluku Utara negeri di pingran bibir pasifik diberkahi laut dan tanah yang subur, namun ironis terbesar hari ini di depan mata bukanlah kemiskinan, kelaparan, melainkan penghiyanatan terhadap sumber daya penghidupan kita. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan publik telah mengadaikan hak-hak nelayan dan petani kepada korporasi tambang yang rakus dan acuh terhadap keadilan ekologi.  […]

expand_less