Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Aksi GEMPUR September Hitam di Jogja: Mahasiswa Malut Gugat “Jakarta” dan Kritik Gubernur Sherly Tjoanda

Aksi GEMPUR September Hitam di Jogja: Mahasiswa Malut Gugat “Jakarta” dan Kritik Gubernur Sherly Tjoanda

  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 310
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar kembali diwarnai gelombang gerakan kritis mahasiswa dalam momentum September Hitam. Mengambil momentum sejarah perlawanan tersebut, mahasiswa Maluku Utara yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Polda D.I. Yogyakarta, Senin (07/09/2026).

Aliansi yang menamakan diri sebagai Generasi Muda Kepulauan Rempah (GEMPUR) ini hadir secara terbuka menggugat “Jakarta”, merujuk pada Pemerintah Pusat, atas ketidakadilan pembagian hasil sumber daya alam (SDA) antara pusat dan daerah. Massa aksi bergerak melintasi titik-titik krusial Yogyakarta mulai dari Pertigaan Gejayan, hingga depan Polda DIY—sejak pukul 15.00 WIB dan berakhir tertib pukul 18.00 WIB.

Selain melayangkan 26 poin tuntutan yang terangkum dalam dokumen manifesto Aksi GEMPUR, massa aksi juga membacakan Manifesto Perjuangan serta menampilkan Tarian Cakalele sebagai simbol perlawanan terhadap sistem kepemerintahan yang dinilai tidak adil terhadap Maluku Utara.

Simbol Perlawanan: Tarian Cakalele digaungkan mahasiswa Maluku Utara saat menggelar Aksi GEMPUR September Hitam di Yogyakarta (7/9/2026) sebagai bentuk protes atas ketimpangan pembagian hasil tambang antara pusat dan daerah. (Foto: Dok. Balengkospace.com)

Gugat Kebijakan “Jakarta” hingga Sentil Gubernur Sherly Tjoanda

Dalam seruan aksinya, mahasiswa mengarahkan kritik tajam terhadap penentu kebijakan di “Jakarta” di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto maupun pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, turut tak luput dari sorotan kritis massa.

Mahasiswa menilai Pemprov Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda belum mampu memberikan solusi konkret terhadap pengelolaan keuangan hasil tambang maupun menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat lokal yang dinilai belum sejahtera di tengah masifnya industri ekstraktif.

Kordum Jelaskan Jalannya Aksi dan Komitmen Perjuangan

Meski sempat terjadi ketegangan di lapangan, situasi dapat dikoordinasikan dengan baik oleh tim keamanan internal dan penanggung jawab aksi. Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Faisal Umanailo, S.H., menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bentuk kesadaran kritis pemuda Maluku Utara di perantauan.

“Aksi hari ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sampai selesai. Ini adalah perjuangan kita bersama atas dasar kesadaran kita sebagai pemuda Maluku Utara yang ada di Yogyakarta. Kedisiplinan seluruh massa aksi yang tetap menjaga koordinasi, mengikuti arahan lapangan, dan menjunjung tinggi prinsip aksi damai dari awal hingga akhir,” ujar Faisal Umanailo, S.H., kepada redaksi Balengko Space di lapangan.

Faisal menyampaikan apresiasinya kepada seluruh elemen aksi dan mengoperasionalkan komitmen bahwa gerakan ini akan berlanjut hingga seluruh tuntutan direalisasikan.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 425
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira. Siti Aminah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maupun menerima pembayaran ambulans dari keluarga korban. Menurutnya, komunikasi terkait penggunaan ambulans terjadi setelah […]

  • PC PMII Kepulauan Sula APBD 2026 menyoroti tajam porsi belanja pegawai yang tembus 50 persen dan mendesak transparansi dari pemerintah daerah.

    PMII Kepulauan Sula APBD 2026 Soroti Belanja Pegawai 50 Persen

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, SANANA – Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sula kembali memantik sorotan tajam dari kalangan aktivis mahasiswa. Langkah taktis ini mencuat setelah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Kepulauan Sula APBD 2026) menggelar diskusi mendalam terkait postur anggaran daerah yang dinilai minim keberpihakan pada publik. Sorotan kritis tersebut mengemuka […]

  • Kemenkes: Cuaca Panas dan Padatnya Jemaah Picu Lonjakan ISPA di Tanah Suci

    Kemenkes: Cuaca Panas dan Padatnya Jemaah Picu Lonjakan ISPA di Tanah Suci

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Balengko Space – Kementerian Kesehatan RI mengimbau jemaah haji Indonesia untuk waspada terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hingga pertengahan Mei 2025, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah mencatat 7.957 kasus ISPA. Dilansir dari laman resmi Kemenkes, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, menyebutkan bahwa suhu panas ekstrem […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Azka Irfani
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kabupaten Lombok Timur, seolah menjadi persoalan lama yang terus berulang tanpa penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar masalah. Meski berbagai laporan statistik menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun, realitas di lapangan justru memperlihatkan wajah lain: masyarakat miskin tetap hidup dalam ketidakpastian ekonomi, pekerjaan yang rentan, […]

  • Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 616
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE, 29 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyampaikan sikap solidaritas dan keprihatinan atas proses hukum yang menimpa 11 warga adat Maba Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur, serta seorang aktivis Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Kota Ternate. Mereka saat ini tengah diproses secara hukum terkait aksi penolakan […]

  • source : istimewa

    USHP Perkuat Konsolidasi Alumni, Bangun Semangat Living Law Berbasis Jejaring Lintas Generasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Andika
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 25 Maret 2026 – Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Universitas Janabadra kembali melaksanakan pertemuan kedua dalam rangka memperkuat konsolidasi serta memperluas jejaring alumni lintas angkatan. Kegiatan ini menghadirkan partisipasi yang lebih luas dari para alumni dengan latar belakang beragam, mulai dari praktisi hukum, akademisi, hingga profesional di berbagai sektor. Pertemuan berlangsung dalam suasana […]

expand_less