Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Gugat Sentralistik Kekuasaan, Forum BEM DIY Sampaikan Sepuluh Tuntutan Rebut Daulat Rakyat

Gugat Sentralistik Kekuasaan, Forum BEM DIY Sampaikan Sepuluh Tuntutan Rebut Daulat Rakyat

  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM DIY) menyampaikan pernyataan sikap tegas dalam aksi bertajuk “Dijajah Sentralistik, Bangun Persatuan dan Rebut Daulat Rakyat” dengan seruan utama “Menagih Negara, Mengembalikan Kedaulatan Rakyat” di Yogyakarta, Kamis (27/08/2026).

Gerakan ini lahir dari akumulasi evaluasi terhadap tata kelola bernegara, sentralisasi kewenangan, ketimpangan fiskal, hingga penurunan kualitas akuntabilitas institusi publik. Forum BEM DIY menegaskan bahwa kekuasaan wajib diawasi karena mandat tertinggi bernegara berada di tangan rakyat.

Poin Utama Aksi Saat Forum BEM DIY Sampaikan Sepuluh Tuntutan

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti ketimpangan penguasaan sumber daya alam, konflik agraria, ancaman ruang hidup masyarakat adat, fenomena kebakaran hutan, akses pendidikan yang kian mahal, hingga lemahnya kontrol atas lembaga negara. Atas persoalan struktural tersebut, Forum BEM DIY sampaikan sepuluh tuntutan krusial sebagai berikut:

  1. Perkuat Otonomi Daerah dan Desentralisasi Fiskal: Hentikan sentralisasi kewenangan yang mengekang daerah. Daerah harus diberi ruang mengelola lingkungan, sumber daya alam, dan distribusi anggaran yang adil.
  2. Transparansi dan Pengesahan RUU Perampasan Aset: Desak draf RUU, naskah akademik, dan DIM perampasan aset dibuka secara jujur kepada publik.
  3. Hentikan Sentralisasi Pengelolaan SDA: Kekayaan alam tidak boleh hanya mengalir ke pusat kekuasaan dan korporasi sementara daerah menanggung dampak kerusakan ekologis.
  4. Reformasi Total Kepolisian Republik Indonesia: Mendorong profesionalitas Polri sebagai institusi sipil pelindung hukum yang setara di mata rakyat.
  5. Hentikan Militerisme dalam Kehidupan Sipil: Menjaga supremasi sipil dan membatasi perluasan peran militer di ruang publik.
  6. Sahkan RUU Masyarakat Adat dan RUU Provinsi Kepulauan: Beri perlindungan hukum atas tanah ulayat, wilayah pesisir, dan hak-hak masyarakat adat.
  7. Wujudkan Pendidikan Gratis dan Demokratis: Menjadikan pendidikan sebagai hak dasar rakyat serta menjamin kebebasan akademik di lingkungan kampus.
  8. Reformasi Total Partai Politik dan Birokrasi: Dorong transparansi pendanaan partai serta bersihkan birokrasi dari politik transaksional dan oligarki.
  9. Perkuat Pengawasan dan Akuntabilitas Penyelenggara Negara: Tegakkan penindakan atas KKN dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan publik.
  10. Evaluasi Total Kebijakan Kehutanan: Lakukan pertanggungjawaban menyeluruh atas tata kelola kehutanan dan kasus kebakaran hutan di Indonesia.

Sikap Kritis Mahasiswa Saat Forum BEM DIY Sampaikan Sepuluh Tuntutan

Forum BEM DIY menegaskan bahwa tuntutan yang disuarakan bukanlah bentuk permusuhan terhadap negara, melainkan bagian dari fungsi kontrol dalam sistem demokrasi. Mahasiswa menekankan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, melainkan menolak model pembangunan yang mengorbankan keadilan, manusia, dan lingkungan.

“Ketika kekuasaan menjauh, rakyat harus mendekat. Kekuasaan memiliki batas dan jabatan memiliki masa, sementara kedaulatan tetap berada di tangan rakyat,” tegas seruan Forum BEM DIY.

Melalui konsolidasi ini, Forum BEM DIY berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan serta mendorong partisipasi publik secara konsisten di jalur demokratis.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ALM. KH. ABDUL GANI KASUBA (Dari Gerakan Dakwah Menuju Gerakan Politik)

    ALM. KH. ABDUL GANI KASUBA (Dari Gerakan Dakwah Menuju Gerakan Politik)

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Al-marhum KH. Abdul Gani Kasuba mulai mengamalkan ilmunya sebagai sang da’i yang sangat terkenal sejak tahun 1960-an karena sesuai dengan jurusannya ketika kuliah di Kota Madinah Al-Munawwarah untuk diterapkan di Provinsi Maluku Utara dan awalnya beliau tidak memiliki […]

  • Oleh: Ibrahim S. Zakaria, Peneliti Tata Ruang dan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UNUTARA

    Maluku Utara 27 Tahun: Menata Ruang, Memastikan Pertumbuhan Terasa

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Ibrahim S. Zakaria, Peneliti Tata Ruang dan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UNUTARA
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Setiap kali melihat perubahan wajah Maluku Utara, saya selalu sampai pada satu pertanyaan: apakah wilayah yang semakin berkembang ini juga membuat kehidupan masyarakatnya semakin baik? Di satu sisi, kita menyaksikan geliat pembangunan yang semakin nyata. Kawasan industri tumbuh, investasi mengalir, infrastruktur berkembang, dan angka pertumbuhan ekonomi menempatkan Maluku Utara dalam sorotan nasional. Namun, di sisi […]

  • Kadis Lingkungan Hidup Ternate Sambut Inisiatif Containder untuk Atasi Masalah Sampah di Kota Ternate

    Kadis Lingkungan Hidup Ternate Sambut Inisiatif Containder untuk Atasi Masalah Sampah di Kota Ternate

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, (1/2/25) – Setelah pertemuan yang produktif dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, perwakilan dari Containder langsung menuju Kota Ternate. Mereka melakukan identifikasi mendalam mengenai permasalahan sampah yang ada. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari langkah yang sebelumnya dilakukan oleh Chiko Molle, yang beberapa minggu lalu meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota […]

  • Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun atas instruksi Presiden Prabowo.

    Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas Jadi Rp268 Triliun

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 238
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah mengejutkan terkait pendanaan program prioritas nasional. Kebijakan fiskal terbaru menetapkan Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pagu program andalan tersebut diciutkan dari rencana semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Keputusan krusial ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, […]

  • Kasus Kekerasan Daycare Jogja

    Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Mencuatnya dugaan Kasus Kekerasan Daycare Jogja yang melibatkan lebih dari satu korban memantik kekhawatiran publik. Praktisi hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati dalam mengusut tuntas perkara yang mencederai hak-hak anak tersebut. Ketua Bidang Hukum dan HAM PB PII sekaligus Advokat GRS Law Office, Gusti Rian […]

  • KH. Sarbin Sehe Terima PGM Award 2025, Diakui sebagai Tokoh Berjasa dalam Pengembangan Madrasah di Maluku Utara

    KH. Sarbin Sehe Terima PGM Award 2025, Diakui sebagai Tokoh Berjasa dalam Pengembangan Madrasah di Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 700
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Jakarta, 23 Juli 2025 – Pengurus Pusat Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PP PGM Indonesia) melalui Pengurus Wilayah PGM Indonesia Provinsi Maluku Utara memberikan penghargaan bergengsi PGM Award 2025 kepada KH. Sarbin Sehe, atas dedikasinya dalam mengembangkan pendidikan madrasah di Provinsi Maluku Utara. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Hari Lahir (Harlah) ke-17 PGM Indonesia, […]

expand_less