Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 254
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier dengan cita-cita kemandirian daerah.

Refleksi Kepemimpinan: Belajar dari Alm. Muktar Balakum Kita merindukan figur seperti Alm. Muktar Balakum. Kecerdasan, militansi, dan kebijaksanaan beliau seharusnya menjadi ethical icon bagi politisi muda hari ini. Perjuangan Galda membutuhkan taktik yang bersih dan visi yang konkret, bukan sekadar retorika yang diproduksi saat musim politik tiba.

Antara Syarat Yuridis dan Janji Utopis Kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah belum terpenuhinya rujukan yuridis sebagaimana diatur dalam PP No. 78 Tahun 2007. Pasal 5, 6, dan 7 mengatur syarat administratif, teknis, dan fisik secara ketat. Pertanyaannya: sejauh mana keseriusan para pelopor? Hingga detik ini, ketiadaan rekomendasi dari Gubernur dan Kemendagri menunjukkan adanya “mata rantai yang putus” antara janji di panggung dengan kerja di atas kertas.

Kritik Ekonomi-Politik: Paradoks Anggaran Kunjungan Kerja Salah satu poin paling krusial adalah efisiensi finansial. Terdapat ketimpangan yang nyata jika kita melakukan analisis empiris terhadap penggunaan anggaran daerah:

  • Biaya Perjalanan Dinas: Mobilisasi elit lokal ke Jakarta dengan dalil kunjungan kerja memakan biaya yang sangat besar.
  • Perbandingan Urgensi: Jika akumulasi biaya transportasi, akomodasi, dan “biaya tak terduga” para pejabat tersebut dialihkan, jumlahnya mungkin jauh lebih dari cukup untuk mendanai riset teknis, penyusunan dokumen pemekaran, bahkan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan dan pendidikan masyarakat Galda dalam setahun.

Kesimpulan dan Harapan Masyarakat tidak boleh lagi “termakan” isu mahar politik yang seolah menjadi batu sandungan utama. Masalah sebenarnya adalah prioritas dan transparansi. Jika para elit memiliki semangat persatuan yang sama dengan rakyat di tahun 2011, maka pemborosan anggaran yang tidak perlu harus ditekan.

Sudah saatnya perjuangan Galda dikembalikan pada relnya: kerja administratif yang nyata, transparansi anggaran, dan komitmen moral untuk melepaskan diri dari jebakan politik utopis.

  • Penulis: Asbar Kuseke
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • foto penulis

    PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle LILIK FEBY RAHMAWATI
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, nilai, dan orientasi hidup generasi mendatang. Sayangnya, praktik pendidikan formal di banyak tempat masih berorientasi pada capaian kognitif semata, seakan-akan anak-anak adalah “robot” yang diprogram untuk menguasai hitungan, membaca, dan menulis secepat mungkin. Orientasi semacam ini kerap mengabaikan hakikat PAUD sebagai ruang bermain yang […]

  • Wagub Maluku Utara tinjau jembatan ambruk di Payahe–Dehepodo, Dusun Yef, Kota Tidore Kepulauan

    Wagub Maluku Utara Tinjau Jembatan Ambruk Desa Sigela

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 482
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MALUT — Minggu siang, 10 Agustus 2025, pukul 13.43 WIT, Wagub Maluku Utara KH. Sarbin Sehe tinjau jembatan ambruk di ruas jalan Payahe, tepatnya di Dusun Yef, Desa Sigela, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Jembatan tersebut ambruk diduga akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan […]

  • Dorong Konektivitas Maritim, Sarbin Sehe Kunjungi Pelabuhan Panambuang Usai Panen Rumput Laut

    Dorong Konektivitas Maritim, Sarbin Sehe Kunjungi Pelabuhan Panambuang Usai Panen Rumput Laut

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Halmahera Selatan, 3 Mei 2025 – Usai menghadiri panen raya rumput laut di Desa Madapolo Timur, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melanjutkan kunjungan ke Balai Pengelola Pelabuhan Daerah Provinsi Maluku Utara di Desa Panambuang, Sabtu (03/05/2025) pukul 14.00 WIT. Kunjungan ini bertujuan memantau pengelolaan pelabuhan serta mendorong peningkatan konektivitas dan ekonomi maritim di wilayah […]

  • Kejutan dari Timur! Malut United Tundukkan Persib dan Meroket di Klasemen Liga 1 Indonesia

    Kejutan dari Timur! Malut United Tundukkan Persib dan Meroket di Klasemen Liga 1 Indonesia

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Ternate, 2 Mei 2025 – Malut United kembali membuktikan ketangguhannya di Liga 1 Indonesia. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Kie Raha, Laskar Kie Raha sukses mengalahkan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 13 pertandingan sekaligus memperkuat posisi mereka di klasmen atas liga 1 Indonesia. Sejak menit […]

  • unutara

    UNUTARA Lepas 20 Mahasiswa KKNU Tematik 2026 untuk Pengabdian di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 712
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE (Ternate) – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UN UTARA) mengikuti Kuliah Kerja Nyata Umat (KKNU) Tematik perdana tahun 2026 dengan mengusung tema “Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan, Kepedulian Lingkungan, Dan Nilai-Nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah”. Pembekalan yang berlangsung di Aulaa UNUTARA selama 1 hari. Ketua Panitia Fahrun Yamin dalam sambutannya mengatakan, […]

  • HMPV Virus lama, ancaman baru?

    HMPV Virus lama, ancaman baru?

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Ilustrasi :Istimewa Pada akhir 2024, masyarakat dikejutkan oleh lonjakan kasus virus HMPV (Human Metapneumovirus) yang terus meningkat. Meski bukan virus baru, kemunculannya yang kembali meluas menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Apa sebenarnya virus HMPV itu? Seberapa berbahayakah dampaknya? Menurut laporan dari Medical Review Virology, Human Metapneumovirus (HMPV) adalah anggota genus Metapneumovirus dalam famili Paramyxoviridae. Meski […]

expand_less