Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier dengan cita-cita kemandirian daerah.

Refleksi Kepemimpinan: Belajar dari Alm. Muktar Balakum Kita merindukan figur seperti Alm. Muktar Balakum. Kecerdasan, militansi, dan kebijaksanaan beliau seharusnya menjadi ethical icon bagi politisi muda hari ini. Perjuangan Galda membutuhkan taktik yang bersih dan visi yang konkret, bukan sekadar retorika yang diproduksi saat musim politik tiba.

Antara Syarat Yuridis dan Janji Utopis Kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah belum terpenuhinya rujukan yuridis sebagaimana diatur dalam PP No. 78 Tahun 2007. Pasal 5, 6, dan 7 mengatur syarat administratif, teknis, dan fisik secara ketat. Pertanyaannya: sejauh mana keseriusan para pelopor? Hingga detik ini, ketiadaan rekomendasi dari Gubernur dan Kemendagri menunjukkan adanya “mata rantai yang putus” antara janji di panggung dengan kerja di atas kertas.

Kritik Ekonomi-Politik: Paradoks Anggaran Kunjungan Kerja Salah satu poin paling krusial adalah efisiensi finansial. Terdapat ketimpangan yang nyata jika kita melakukan analisis empiris terhadap penggunaan anggaran daerah:

  • Biaya Perjalanan Dinas: Mobilisasi elit lokal ke Jakarta dengan dalil kunjungan kerja memakan biaya yang sangat besar.
  • Perbandingan Urgensi: Jika akumulasi biaya transportasi, akomodasi, dan “biaya tak terduga” para pejabat tersebut dialihkan, jumlahnya mungkin jauh lebih dari cukup untuk mendanai riset teknis, penyusunan dokumen pemekaran, bahkan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan dan pendidikan masyarakat Galda dalam setahun.

Kesimpulan dan Harapan Masyarakat tidak boleh lagi “termakan” isu mahar politik yang seolah menjadi batu sandungan utama. Masalah sebenarnya adalah prioritas dan transparansi. Jika para elit memiliki semangat persatuan yang sama dengan rakyat di tahun 2011, maka pemborosan anggaran yang tidak perlu harus ditekan.

Sudah saatnya perjuangan Galda dikembalikan pada relnya: kerja administratif yang nyata, transparansi anggaran, dan komitmen moral untuk melepaskan diri dari jebakan politik utopis.

  • Penulis: Asbar Kuseke
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ernyataan sikap tertulis dari Forum BEM Se-DIY menggugat DPRD

    Gugat DPRD DIY, Forum BEM Se-DIY Suarakan 10 Tuntutan Krusial Mulai dari Krisis Sampah Hingga Isu Nasional

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) kembali melayangkan mosi gugatan terbuka yang ditujukan langsung kepada jajaran DPRD DIY. Dalam aksi bertajuk “Bangun Persatuan Rakyat, Rebut Daulat Rakyat Dan Lawan Republik Otoriter”, aliansi mahasiswa ini menuntut respons konkret legislatif atas berbagai sengkarut sosial-ekonomi yang terjadi di tingkat […]

  • Ketika Industri Melambat: Risiko di Balik Isu Karyawan IWIP Dirumahkan

    Ketika Industri Melambat: Risiko di Balik Isu Karyawan IWIP Dirumahkan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Andika Putra Pratama
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara dihadapkan pada kabar yang cukup mengusik: sebagian karyawan di kawasan industri nikel dikabarkan dirumahkan. Perhatian banyak orang tertuju pada Indonesia Weda Bay Industrial Park, salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia. Informasi yang beredar memang belum sepenuhnya seragam. Ada yang menyebut efisiensi, ada juga yang mengaitkannya dengan penurunan […]

  • Analisis Kemiskinan dalam Perspektif Islam dan Sosiologi

    Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Pernah terjadi pelaksanaan seminar bertajuk tentang kemiskinan yang ditinjau dari perspektif Islam, yang dihadiri oleh beberapa profesor Islam dalam seminar tersebut. Salah seorang profesor Islam di antara mereka mengemukakan pendapatnya begini: “Problem kemiskinan tidak dapat kita atasi, karena Allah Swt yang mengatur rezeki.” Profesor itu kemudian mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan sebagai basis argumennya secara […]

  • USHP Fakultas Hukum Universitas Janabadra Luncurkan Living Law, Program Baru Berbasis Praktik Sosial

    USHP Fakultas Hukum Universitas Janabadra Luncurkan Living Law, Program Baru Berbasis Praktik Sosial

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta, tengah merancang program inovatif bertajuk Living Law sebagai langkah penguatan peran organisasi dalam dinamika akademik dan sosial kampus. Program ini diinisiasi untuk menegaskan bahwa hukum perdata tidak hanya dipahami secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga dihidupkan melalui praktik sosial, ruang diskusi […]

  • Anak-anak panti mengikuti lomba menghias tumpeng HUT RI ke-80 di Ternate

    Lomba Menghias Tumpeng Meriahkan HUT RI ke-80 di Panti Sosial Ternate

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 554
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara bersama Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Budi Sentosa dan Rumah Sejahtera Ternate menggelar Lomba Menghias Tumpeng dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Kegiatan ini berlangsung di halaman panti pada Rabu (13/8/2025) sebagai bagian dari Pekan Kreasi dan Seni Anak Gembira (PAKESANG) 2025. Ketua TP PKK […]

  • Foto Penulis: Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai.

    GURU ADALAH PELOPOR KEMAJUAN BANGSA

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 115
    • 0Komentar

    E ksistensi suatu bangsa tidak pernah ditentukan semata-mata oleh kekayaan alam yang melimpah atau kekuatan militer yang hegemonik. Jauh di lubuk eksistensinya, keberlanjutan dan kejayaan sebuah negara bangsa (nation-state) sangat bergantung pada kualitas manusia yang mendiaminya. Dalam konteks ini, pendidikan tampil sebagai konduktor utama yang mengarahkan simfoni kemajuan tersebut. Dan di garda terdepan dari seluruh […]

expand_less