Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier dengan cita-cita kemandirian daerah.

Refleksi Kepemimpinan: Belajar dari Alm. Muktar Balakum Kita merindukan figur seperti Alm. Muktar Balakum. Kecerdasan, militansi, dan kebijaksanaan beliau seharusnya menjadi ethical icon bagi politisi muda hari ini. Perjuangan Galda membutuhkan taktik yang bersih dan visi yang konkret, bukan sekadar retorika yang diproduksi saat musim politik tiba.

Antara Syarat Yuridis dan Janji Utopis Kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah belum terpenuhinya rujukan yuridis sebagaimana diatur dalam PP No. 78 Tahun 2007. Pasal 5, 6, dan 7 mengatur syarat administratif, teknis, dan fisik secara ketat. Pertanyaannya: sejauh mana keseriusan para pelopor? Hingga detik ini, ketiadaan rekomendasi dari Gubernur dan Kemendagri menunjukkan adanya “mata rantai yang putus” antara janji di panggung dengan kerja di atas kertas.

Kritik Ekonomi-Politik: Paradoks Anggaran Kunjungan Kerja Salah satu poin paling krusial adalah efisiensi finansial. Terdapat ketimpangan yang nyata jika kita melakukan analisis empiris terhadap penggunaan anggaran daerah:

  • Biaya Perjalanan Dinas: Mobilisasi elit lokal ke Jakarta dengan dalil kunjungan kerja memakan biaya yang sangat besar.
  • Perbandingan Urgensi: Jika akumulasi biaya transportasi, akomodasi, dan “biaya tak terduga” para pejabat tersebut dialihkan, jumlahnya mungkin jauh lebih dari cukup untuk mendanai riset teknis, penyusunan dokumen pemekaran, bahkan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan dan pendidikan masyarakat Galda dalam setahun.

Kesimpulan dan Harapan Masyarakat tidak boleh lagi “termakan” isu mahar politik yang seolah menjadi batu sandungan utama. Masalah sebenarnya adalah prioritas dan transparansi. Jika para elit memiliki semangat persatuan yang sama dengan rakyat di tahun 2011, maka pemborosan anggaran yang tidak perlu harus ditekan.

Sudah saatnya perjuangan Galda dikembalikan pada relnya: kerja administratif yang nyata, transparansi anggaran, dan komitmen moral untuk melepaskan diri dari jebakan politik utopis.

  • Penulis: Asbar Kuseke
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Getty Image

    ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Apakah konflik antara orang-orang yahudi Israel dengan orang-orang arab palestina adalah konflik agama atau hanya rebutan tanah sengketa saja? Dengan pendekatan historis dapat kita temukan jawaban yang sebenarnya atas pertanyaan tersebut. Dulu, pendiri Koloseum di Romawi bernama Vespasianus yang sekaligus menjabat sebagai Walikota Romawi. Pada tahun 1979 Koloseum ini berhasil diresmikan oleh anaknya Vespasianus bernama […]

  • Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 830
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, 19 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara menyampaikan keberatan atas tindakan Kejaksaan Negeri Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, yang dinilai membatasi hak pendampingan hukum terhadap seorang warga dalam proses pemeriksaan. Koordinator Wilayah LBH Ansor, Dr. (cand) Al Walid Muhammad, S.H., M.H.Li, menyebutkan bahwa pihaknya […]

  • Percakapan dalam Bahasa Ternate, yang harus kalian ketahui.

    Percakapan dalam Bahasa Ternate, yang harus kalian ketahui.

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.027
    • 0Komentar
  • Ilustrasi

    Terisolasi dan Gelap, Fasilitas Gedung Baru FTIK IAIN Ternate Bikin Sekjen Kemenag Geleng Kepala

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 276
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Alih-alih menjadi simbol kemajuan akademik, peresmian gedung baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ternate di kawasan Gambesi pada Minggu (15/2/2026) justru berujung polemik. Kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin, yang diharapkan membawa suasana sukacita, justru diwarnai raut kekecewaan mendalam saat meninjau langsung kondisi bangunan. Berdasarkan pantauan di […]

  • Titiek Puspa Meninggal Dunia, Wakil Gubernur Maluku Utara Sampaikan Belasungkawa

    Titiek Puspa Meninggal Dunia, Wakil Gubernur Maluku Utara Sampaikan Belasungkawa

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Ternate, (11/4/25) — Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, yang tutup usia pada 10 April 2025. Melalui pesan singkat yang dibagikan kepada awak media, KH. Sarbin Sehe menyatakan rasa duka cita yang mendalam. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, saya […]

  • Sekretaris Departemen Advokasi Hukum dan Kebijakan HMP UGM, Moh. Resa, S.H. Source : Istimewa

    HMP UGM Mengecam Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Tual yang Menyebabkan Anak Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 22 Februari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brigade Mobil Polda Maluku di Kota Tual yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak di bawah umur. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026. Korban, pelajar berusia 14 tahun bernama Arianto Tawakal, […]

expand_less