Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 120
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
Masalah lain yang tak kalah serius adalah ketimpangan akses pendidikan. Kemiskinan di Lombok Timur bukan hanya diwariskan melalui kondisi ekonomi, tetapi juga melalui keterbatasan kesempatan belajar. Anak-anak dari keluarga miskin sering kali terpaksa mengubur mimpi untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena alasan biaya dan akses. Akibatnya, lingkaran kemiskinan terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tanpa intervensi serius di sektor pendidikan, kemiskinan akan terus menjadi takdir sosial, bukan sekadar kondisi sementara.
Program penanggulangan kemiskinan yang selama ini dijalankan pun kerap bersifat parsial dan jangka pendek. Bantuan sosial memang penting sebagai penyangga, tetapi tidak cukup jika tidak disertai dengan pemberdayaan ekonomi yang nyata. Terlalu sering kebijakan terjebak pada logika bantuan, bukan penciptaan kemandirian. Masyarakat miskin diposisikan sebagai penerima, bukan sebagai subjek pembangunan yang memiliki potensi untuk berkembang.
- Penulis: Muhammad Azka Irfani
- Editor: Asmar Joma

Saat ini belum ada komentar