Yohanes Ama Laga Soromaking Terpilih sebagai Ketua BEM Janabadra Periode 2026-2027
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 150
- comment 0 komentar
- print Cetak

aslon Nomor Urut 2, Yohanes Ama Laga Soromaking dan Reno, resmi terpilih memimpin BEM Universitas Janabadra Periode 2026–2027. (Foto Ilustrasi: Dok. Istimewa)
BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Masa penantian mahasiswa Universitas Janabadra Yogyakarta akan kekosongan wadah aspirasi akhirnya resmi berakhir. Melalui proses Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) yang berlangsung demokratis, Pasangan Calon Nomor Urut 2, Yohanes Ama Laga Soromaking dan Reno, resmi keluar sebagai pemenang dan dipercaya menakhodai BEM Universitas Janabadra Periode 2026–2027.
Kembalinya BEM Universitas Janabadra menjadi momentum krusial bagi kebangkitan dinamika kemahasiswaan di ‘Kampus Kebangsaan’ tersebut usai sempat vakum beberapa waktu. Kehadiran kembali lembaga eksekutif mahasiswa ini diharapkan sanggup menjadi jembatan komunikasi yang solid antara mahasiswa dan pihak rektorat.
Yohanes Ama Laga Soromaking Ketua BEM Janabadra Siap Kembalikan Marwah Kampus Pergerakan
Ketua BEM UJB terpilih, Yohanes Ama Laga Soromaking, menegaskan komitmen kepemimpinannya untuk mengembalikan marwah Universitas Janabadra sebagai kampus pergerakan yang kritis, responsif, dan berintegritas.
“Kami siap membangun BEM Universitas Janabadra yang memiliki integritas, profesionalitas, dan komitmen penuh dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa,” ujar Yohanes mengulang komitmen yang disampaikan dalam dialog publik Kampus Janabadra.
Yohanes menambahkan bahwa nahkoda baru BEM UJB hadir membawa semangat baru untuk memastikan setiap suara dan persoalan mahasiswa didengar serta diperjuangkan lewat jalan dialog maupun gerakan yang terukur.
Menjadi Wadah Aspirasi yang Kritis dan Solutif
Terpilihnya pasangan Yohanes dan Reno disambut hangat oleh mahasiswa yang merindukan independensi kelembagaan di kampus. BEM UJB diproyeksikan menjadi solusi atas berbagai kebuntuan komunikasi serta membendung potensi pembungkaman aspirasi mahasiswa di lingkungan akademik.
“Kehadiran kembali BEM adalah awal dari semangat baru. Organisasi ini akan menjadi wadah memperjuangkan aspirasi secara santun, kritis, dan solutif, sekaligus memastikan momentum kebangkitan mahasiswa Janabadra berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(BS/Red)
- Penulis: Andhika
- Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media
- Sumber: Andhika

Saat ini belum ada komentar