Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ada fenomena aneh tapi nyata kawan pada rezim kepemimpinan Rektorat di IAIN Ternate saat ini. Memang ada Rektor, Wakil Rektor satu, dua, dan tiga. Namun, ada jabatan yang lebih tinggi dari seorang Rektor dan sangat besar pengaruhnya dalam mengambil sebuah kebijakan strategis tapi sangat menyebalkan. Jabatan itu diistilah dengan “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate yang membuat Rektor sendiri tidak bisa berkutik dan mati kutu olehnya. Segala macam keputusan Rektor di kampus ini harus mendapatkan persetujuan dari “Rektornya Rektor” itu. Artinya, bahwa Rektor IAIN Ternate lebih fokus pada mementingkan kepentingan pribadinya atau kelompoknya saja, daripada memprioritaskan kepentingan institusi dan masyarakat akademik. Indikator “Rektornya Rektor” ini dapat dipotret pada kenyataan hari ini yaitu kurangnya transparansi pada penggunaan anggaran kampus dan rapuhnya prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan institusi. Kurangnya kemampuan untuk meningkatkan kualitas akademik dan penelitian. Tidak adanya upaya maksimal untuk meningkatkan kolaborasi dengan institusi lainnya. Sebuah gambaran nyata tentang keadaan kepemimpinan yang “tara butul” di institusi ini. Bukankah IAIN Ternate telah mengalami fase kemunduran-jika enggan berkata, IAIN Ternate telah terkutuk oleh “Rektornya Rektor”. Sebuah kepemimpinan yang terkutuk karena IAIN Ternate secara riil telah kehilangan arah dan tujuan yang sebenarnya, tidak ada visi dan misi yang jelas dan terukur. Apalagi sama sekali tidak ada prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola-pengelolaannya. Banyak modus operandi yang mengarah kepada inovasi pelanggaran baru untuk memperkaya diri dan kelompoknya. Realitas inilah yang telah membuat masyarakat akademik IAIN Ternate merasa tidak percaya lagi dan tidak menghargai kepemimpinan yang ada karena sangat “tidak berkeadaban” kawan!

Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk bertindak cepat dalam menyelamatkan institusi IAIN Ternate dari pengaruh negatif “Rektornya Rektor” yang dianggap ngeri-ngeri sedap tapi sangat menyesatkan masyarakat akademik. Sudah saatnya saya, anda dan kita semua menantikan terpilihnya Rektor baru IAIN Ternate yang visioner, berani bertindak pada orang yang salah, tegas, dan jujur dalam kepemimpinannya. Maka tibalah saatnya IAIN Ternate berada pada fase baru dan berkemajuan untuk semua aspeknya. Rektor baru haruslah melakukan perubahan-reformasi totalitas untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pada level Rektorat demi tercapainya kemashlahatan masyarakat akademik. Menempatkan masyarakat akademik yang tepat pada jabatannya secara profesional dan harus sesuai dengan perintah Statuta IAIN Ternate. Rektor baru IAIN Ternate haram hukumnya menabrak aturan main dalam mengelola institusi ini tapi haruslah mengikuti aturan permainan. Karena institusi ini memang mendesak membutuhkan pemimpin-Rektor jadiidun-baru yang mampu memimpin dengan menggunakan prinsip integritas-satu kata sama dengan perbuatannya, gunakanlah prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ditempatkan sebagai panglima bagi seorang Rektor baru IAIN Ternate. Sebagaimana panglima perang yang tak pernah terkalahkan dalam memimpin peperangan di zaman Rasulullah Saw. Itulah seorang sahabat yang bernama Khalid bin Walid. Sebuah model pemimpin yang on the track-kepemimpinannya selalu berada di jalur yang benar-al-Shidqu, wajahnya tidak penuh dengan kemunafikan, bertindak sesuai rencana, dan mengarah pada tujuan bersama yang telah disepakati-tidak berwajah kemenduaan. Inilah sosok figur pemimpin yang kepemimpinannya berjalan efektif dan memiliki fokus yang jelas dalam mencapai sasaran yang hendak dicapai secara kolektif-kolegial. Maka, kepada Rektor baru jangan lagi menciptakan yang namanya “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate agar saya, anda, dan kita semua dapat mengalami suasana kebatinan yang penuh dengan kenikmatan yang tiada-taranya. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oleh: Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)

    Konsolidasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk Sula Bermartabat

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Memperkuat sistem pengelolaan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) di daerah merupakan ikhtiar strategis untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri NU. Dalam perjalanan panjang organisasi, NU telah melalui berbagai dinamika yang justru menempa dirinya menjadi organisasi keagamaan yang kuat, adaptif, dan memiliki basis jamaah terbesar di Indonesia. Data tahun 2019 mencatat jumlah anggota NU mencapai 91,2 juta […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Indonesia hari ini menyerupai sebuah bangunan raksasa. Dari luar, ia tampak kokoh: tembok-temboknya terbuat dari beton tebal, berdiri tinggi dan menjulang. Jalan tol membentang, gedung pemerintahan menjamur, proyek strategis nasional digulirkan, dan regulasi diproduksi hampir tanpa jeda. Namun siapa pun yang berani masuk dan menyentuh bagian dalam bangunan itu akan merasakan getarannya. Bangunan ini memang […]

  • BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

    BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 995
    • 1Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Dentuman reformasi birokrasi ala Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menjadi “tahiyyat awal” untuk memulai akan membereskan manajemen tata kelola pemerintahan Provinsi Maluku Utara hari ini yang wajib hukumnya berdasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, aksesibilitas, efektif dan efisien […]

  • Kebakaran Ternate ilustrasi

    Kebakaran di Ternate Marak, LBH Ansor Desak Polres Lakukan Penyelidikan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Kebakaran di Ternate yang terjadi secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir memicu perhatian serius dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyoroti sedikitnya empat peristiwa kebakaran yang terjadi di lokasi berbeda, yakni Bastiong Talangame, kawasan Stadion, Kelurahan Takoma (Warung Bakso Fajar), serta wilayah Perikanan. […]

  • Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Zidni Ilman Warnangan
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Krisis ekologis Indonesia hari-hari ini tidak dapat dipahami sebagai persoalan teknis dalam tata kelola lingkungan.

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara (kiri) dan Dasco (kanan) dalam dua momen berbeda

    Don Dasco: Pembisik Keadilan yang Mengoreksi Ketimpangan Hukum di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai langkah rehabilitasi terhadap Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong, bukan sekadar keputusan politik biasa. Keduanya adalah contoh paling baru bagaimana negara kembali mengoreksi proses hukum yang dianggap tidak selaras dengan nilai keadilan. Dan dalam dua peristiwa ini, ada […]

expand_less