Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ada fenomena aneh tapi nyata kawan pada rezim kepemimpinan Rektorat di IAIN Ternate saat ini. Memang ada Rektor, Wakil Rektor satu, dua, dan tiga. Namun, ada jabatan yang lebih tinggi dari seorang Rektor dan sangat besar pengaruhnya dalam mengambil sebuah kebijakan strategis tapi sangat menyebalkan. Jabatan itu diistilah dengan “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate yang membuat Rektor sendiri tidak bisa berkutik dan mati kutu olehnya. Segala macam keputusan Rektor di kampus ini harus mendapatkan persetujuan dari “Rektornya Rektor” itu. Artinya, bahwa Rektor IAIN Ternate lebih fokus pada mementingkan kepentingan pribadinya atau kelompoknya saja, daripada memprioritaskan kepentingan institusi dan masyarakat akademik. Indikator “Rektornya Rektor” ini dapat dipotret pada kenyataan hari ini yaitu kurangnya transparansi pada penggunaan anggaran kampus dan rapuhnya prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan institusi. Kurangnya kemampuan untuk meningkatkan kualitas akademik dan penelitian. Tidak adanya upaya maksimal untuk meningkatkan kolaborasi dengan institusi lainnya. Sebuah gambaran nyata tentang keadaan kepemimpinan yang “tara butul” di institusi ini. Bukankah IAIN Ternate telah mengalami fase kemunduran-jika enggan berkata, IAIN Ternate telah terkutuk oleh “Rektornya Rektor”. Sebuah kepemimpinan yang terkutuk karena IAIN Ternate secara riil telah kehilangan arah dan tujuan yang sebenarnya, tidak ada visi dan misi yang jelas dan terukur. Apalagi sama sekali tidak ada prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola-pengelolaannya. Banyak modus operandi yang mengarah kepada inovasi pelanggaran baru untuk memperkaya diri dan kelompoknya. Realitas inilah yang telah membuat masyarakat akademik IAIN Ternate merasa tidak percaya lagi dan tidak menghargai kepemimpinan yang ada karena sangat “tidak berkeadaban” kawan!

Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk bertindak cepat dalam menyelamatkan institusi IAIN Ternate dari pengaruh negatif “Rektornya Rektor” yang dianggap ngeri-ngeri sedap tapi sangat menyesatkan masyarakat akademik. Sudah saatnya saya, anda dan kita semua menantikan terpilihnya Rektor baru IAIN Ternate yang visioner, berani bertindak pada orang yang salah, tegas, dan jujur dalam kepemimpinannya. Maka tibalah saatnya IAIN Ternate berada pada fase baru dan berkemajuan untuk semua aspeknya. Rektor baru haruslah melakukan perubahan-reformasi totalitas untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pada level Rektorat demi tercapainya kemashlahatan masyarakat akademik. Menempatkan masyarakat akademik yang tepat pada jabatannya secara profesional dan harus sesuai dengan perintah Statuta IAIN Ternate. Rektor baru IAIN Ternate haram hukumnya menabrak aturan main dalam mengelola institusi ini tapi haruslah mengikuti aturan permainan. Karena institusi ini memang mendesak membutuhkan pemimpin-Rektor jadiidun-baru yang mampu memimpin dengan menggunakan prinsip integritas-satu kata sama dengan perbuatannya, gunakanlah prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ditempatkan sebagai panglima bagi seorang Rektor baru IAIN Ternate. Sebagaimana panglima perang yang tak pernah terkalahkan dalam memimpin peperangan di zaman Rasulullah Saw. Itulah seorang sahabat yang bernama Khalid bin Walid. Sebuah model pemimpin yang on the track-kepemimpinannya selalu berada di jalur yang benar-al-Shidqu, wajahnya tidak penuh dengan kemunafikan, bertindak sesuai rencana, dan mengarah pada tujuan bersama yang telah disepakati-tidak berwajah kemenduaan. Inilah sosok figur pemimpin yang kepemimpinannya berjalan efektif dan memiliki fokus yang jelas dalam mencapai sasaran yang hendak dicapai secara kolektif-kolegial. Maka, kepada Rektor baru jangan lagi menciptakan yang namanya “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate agar saya, anda, dan kita semua dapat mengalami suasana kebatinan yang penuh dengan kenikmatan yang tiada-taranya. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa

    Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Ekonomi seringkali dipersepsikan sebagai ilmu yang rumit, penuh angka, grafik, dan istilah teknis yang hanya layak dipelajari di bangku sekolah menengah atau perguruan tinggi. Padahal, tanpa disadari, aktivitas ekonomi justru paling awal dan paling sering dijalani manusia sejak usia kanak-kanak. Saat seorang anak memilih jajanan di sekolah, menabung menggunakan celengan, atau meminta orang tuanya membelikan, […]

  • Sidang pleno Muscab PKB Pulau Morotai menetapkan calon pengurus DPC periode 2026-2037.

    Tiga Nama Muncul dalam Muscab PKB Pulau Morotai, Siap Ikuti Uji Kelayakan DPP

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 413
    • 0Komentar

    MOROTAI, BALENGKO SPACE – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pulau Morotai resmi menetapkan tiga nama yang akan mengisi struktur kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Pulau Morotai untuk periode 2026–2037. Penetapan ini dilakukan dalam sidang pleno yang berlangsung di Morotai, Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, ketiga nama yang […]

  • Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Yusril S. Pom (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan)
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Kesejahteraan dan kebebasan merupakan cita-cita mendasar setiap manusia. Setiap orang berhak menjalani hidup secara bermartabat tanpa tekanan, ketidakadilan, maupun perlakuan sewenang-wenang. Ketika penindasan dan ketidakadilan menjadi praktik yang dinormalisasi, nilai-nilai kemanusiaan pun tercederai. Dalam konteks tersebut, perlawanan terhadap praktik penindasan bukanlah pilihan emosional, melainkan tuntutan etis. Upaya ini diperlukan agar kelompok-kelompok yang termarjinalkan dapat menjalankan […]

  • Mantan Pelatih Timnas U-17 Iwan Setiawan Hadir Beri Coaching Clinic, Bangkitkan Semangat Pemain Muda Tidore

    Mantan Pelatih Timnas U-17 Iwan Setiawan Hadir Beri Coaching Clinic, Bangkitkan Semangat Pemain Muda Tidore

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Balengko Space – Tidore, 23 Mei 2025 – Mantan pelatih Timnas Indonesia U-17, Iwan Setiawan, hadir di Sekolah Sepak Bola (SSB) Saremo Putra, Kelurahan Tambula, Kota Tidore Kepulauan, untuk memberikan coaching clinic kepada para pemain muda di Lapangan Stadion Marimoi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025. Iwan Setiawan datang bersama Coach Muhlis Nur […]

  • Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Wacana Federal dalam Forum Konsolidasi Intelektual Play Button

    “Dijajah” di Rumah Sendiri: Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Gaungkan Opsi Federal hingga Tinjau Ulang Relasi Pusat

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 613
    • 1Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kekecewaan menahun terhadap pola relasi pusat dan daerah yang dinilai timpang memicu konsolidasi terbuka dari kalangan intelektual muda. Mahasiswa asal Maluku Utara yang menempuh studi Pendidikan di Kota pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar forum akbar bertajuk “Menuju Negara Federal atau Tetap Dijajah Sentralistik”. Diskusi terbuka ini berlangsung pada Sabtu, (22/8) yang menjadi […]

  • Menkeu Purbaya sebut 490 Pemda berpotensi kekurangan dana gaji PNS

    Dampak Penyesuaian TKD, 490 Pemda Berpotensi Kekurangan Dana untuk Bayar Gaji Pegawai

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sekitar 490 pemerintah daerah (pemda) di Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Dana tersebut diperlukan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS) serta memenuhi kebutuhan operasional minimum di daerah masing-masing. Menurut Purbaya, potensi kekurangan anggaran tersebut muncul setelah adanya penyesuaian Transfer ke […]

expand_less