Jaga Ekosistem Pesisir Pasifik, BEM Unipas Tanam Mangrove di Pulau Dodola
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa BEM Universitas Pasifik Unipas Morotai melakukan aksi penanaman mangrove di pesisir Pulau Dodola. Source : Istimewa
MOROTAI, BALENGKO SPACE – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasifik (BEM Unipas) Morotai menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Pada Minggu (29/04/2026), gabungan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Unipas melaksanakan gerakan penanaman mangrove di pesisir pantai Pulau Dodola, Kabupaten Pulau Morotai.
Aksi lingkungan ini melibatkan kolaborasi lintas fakultas, mulai dari BEM FKIP, BEM Teknik, BEM FPIK, BEM Fisip, hingga BEM Fekom. Penanaman mangrove tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekologi di wilayah bibir pantai Pasifik.
Benteng Alam terhadap Abrasi
Presiden BEM Unipas sekaligus Koordinator Lapangan, Rifaldi Madjid, menjelaskan bahwa penanaman mangrove sangat krusial untuk mencegah abrasi pantai serta menjaga keseimbangan ekosistem laut. Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai benteng terakhir yang melindungi kawasan daratan dari pengikisan air laut.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah melestarikan alam yang ada di Morotai dan menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi,” ujar Rifaldi di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Rifaldi menambahkan bahwa pelestarian mangrove berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat, terutama para nelayan. Ekosistem mangrove yang sehat menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut, yang pada akhirnya menjadi sumber penghidupan bagi nelayan lokal.
Dorong Kesadaran Pemda dan Masyarakat
Pihak mahasiswa menegaskan bahwa isu ketahanan pesisir seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Keterlibatan aktif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memitigasi dampak kerusakan lingkungan.
“Kegiatan ini seharusnya mendapat perhatian khusus dari Pemda, karena menyangkut ketahanan pesisir pantai. Kami berharap pemerintah dan masyarakat memiliki kesadaran penuh untuk peduli pada pantai demi masa depan daerah,” tegas Rifaldi.
Aksi Bersih Sampah Plastik
Selain menanam mangrove, para mahasiswa juga menggelar aksi bersih sampah plastik di sepanjang pesisir Pulau Dodola. Langkah ini diambil untuk memberikan edukasi kepada para wisatawan yang berkunjung ke salah satu ikon wisata Morotai tersebut.
Rifaldi menekankan bahwa sampah plastik adalah ancaman serius karena sulit terurai dan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk hancur secara alami. Kurangnya kesadaran dalam membuang sampah dinilai menjadi faktor utama rusaknya lingkungan hidup saat ini.
Melalui aksi gabungan ini, BEM Unipas berharap Pulau Dodola tetap menjadi primata wisata yang lestari sekaligus benteng ekologis yang kuat bagi Pulau Morotai. (BS)
- Penulis: Mujizad Mandea
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar