Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas Jadi Rp268 Triliun
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun atas instruksi Presiden Prabowo. | Source, Ilustrasi : ANTARA FOTO/M Risyal Hiday
BALENGKO SPACE, JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah mengejutkan terkait pendanaan program prioritas nasional. Kebijakan fiskal terbaru menetapkan Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pagu program andalan tersebut diciutkan dari rencana semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Keputusan krusial ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/05/2026). Purbaya menjelaskan, rasionalisasi anggaran ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna menjamin tata kelola dana yang jauh lebih efisien.
Hingga 30 April 2026, realisasi penyaluran program garapan Badan Gizi Nasional (BGN) ini telah menyerap dana sebesar Rp75 triliun. Penyerapan tersebut setara dengan 22,4 persen dari pagu awal dan telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta mengaktifkan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sinyal Efisiensi Lanjutan Tanpa Korbankan Murid Sekolah
Meskipun Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas secara signifikan, Menkeu memberikan sinyal bahwa skema penghematan lanjutan masih berpotensi terjadi. Pemerintah saat ini tengah fokus merombak total manajemen internal BGN serta mengevaluasi rantai pasok pembelanjaan di lapangan.
“Presiden sedang mengalkulasi kalkulasi terbaik untuk penghematan tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Poin utamanya ada di sana,” ungkap Purbaya menegaskan komitmen pemerintah dikutip dari ANTARA.
Postur APBN 2026: Belanja Meroket, Defisit Terjaga
Penyusutan anggaran MBG ini menggelinding di tengah lonjakan belanja negara yang tumbuh signifikan sebesar 34,3 persen, dengan realisasi menembus Rp1.082,8 triliun. Angka ini setara dengan 28,2 persen dari total target belanja APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp3.842,7 triliun.
Akselerasi ini didorong oleh lonjakan belanja pemerintah pusat yang tumbuh 51,1 persen senilai Rp826 triliun. Tingginya angka ini diklaim sebagai hasil dari strategi Kemenkeu untuk meratakan distribusi penyaluran belanja sepanjang tahun anggaran berjalan.
Secara terperinci, belanja kementerian/lembaga (K/L) melonjak hingga 57,9 persen atau setara Rp400,5 triliun, sementara belanja non-K/L tumbuh mencapai Rp425,5 triliun.
Di koridor pendapatan, negara mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 13,3 persen dengan realisasi Rp918,4 triliun. Dengan postur belanja dan pendapatan tersebut, defisit APBN hingga akhir April 2026 berhasil ditekan pada level aman, yakni 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara dengan Rp164,4 triliun. (BS)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar