MTsN 1 Pulau Morotai Sukses Gelar Expo Seni Kelulusan dan Wisuda Tahfiz Angkatan II.
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pulau Morotai sukses menyelenggarakan Expo Seni Kelulusan (Expo Art and Graduation) yang dirangkaikan dengan Wisuda Tahfiz Angkatan II Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut dihadiri oleh dewan guru, orang tua siswa, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai.
Ketua Panitia, Mukmin Hamsar, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja madrasah untuk menumbuhkan kreativitas siswa, mempererat silaturahmi, sekaligus wujud syukur atas selesainya proses pendidikan siswa kelas IX.
“Terima kasih kepada Kepala Madrasah, dewan guru, seluruh panitia, dan terutama para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh. Sebanyak 158 siswa yang terdiri atas 78 laki-laki dan 80 perempuan telah mengikuti seluruh rangkaian ujian. Kami berharap seluruh peserta dapat lulus dengan hasil terbaik,” ujar Mukmin
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pulau Morotai, Nursina Fete, mengapresiasi berbagai capaian yang berhasil diraih madrasah, baik di bidang akademik, seni, literasi, hingga kepramukaan.
“Alhamdulillah, MTsN 1 Pulau Morotai terus menunjukkan prestasi yang membanggakan. Di bidang kepramukaan, kita mampu mempertahankan juara pertama tingkat kabupaten. Sementara karya-karya yang dipamerkan hari ini merupakan hasil kreativitas murni siswa,” ungkap Nursina.
Pada kesempatan itu, Nursina juga mengklarifikasi mengapa jumlah peserta Wisuda Tahfiz tahun ini hanya berjumlah lima orang. Hal tersebut, tegasnya, bukan karena minimnya siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an, melainkan karena madrasah menerapkan standar kelulusan yang sangat ketat melalui proses tahsin dan evaluasi berjenjang.
“Kami berkomitmen bahwa yang diwisuda adalah mereka yang benar-benar memenuhi standar. Semua peserta harus melalui ujian tahsin dan penilaian ketat oleh ustaz-ustazah. Jika hafalan belum tuntas, meskipun hanya kurang satu atau dua surat, maka belum dapat mengikuti wisuda tahfiz,” tegas Nursina.
Langkah ini diambil demi menjaga kualitas lulusan sesuai arahan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara. “Yang paling penting bukan sekadar hafal, tetapi bagaimana bacaan Al-Qur’annya benar, karena itu menjadi dasar dalam beribadah, khususnya salat,” tambahnya.
Di hadapan orang tua murid, Nursina juga memohon maaf atas ketidaknyamanan aktivitas belajar selama lima bulan terakhir akibat proyek rehabilitasi total gedung madrasah. Namun, ia optimistis ke depan fasilitas MTsN 1 Pulau Morotai akan semakin prima, termasuk adanya rencana pemasangan AC di setiap ruang kelas.
Apresiasi tinggi juga datang dari Mukmin Ali, perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Pulau Morotai yang membidangi Pendidikan Islam (Pendis). Ia membawa kabar baik bahwa pemerintah berencana membangun gedung laboratorium dua lantai pada tahun depan untuk mendukung digitalisasi pendidikan di MTsN 1 Pulau Morotai.
Mukmin juga memaparkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi baca-tulis jenjang MI dan MTs di Pulau Morotai, meski kemampuan numerasi masih menjadi PR bersama.
Hebatnya lagi, MTsN 1 Pulau Morotai bersama MIN 2 Morotai disebut sebagai madrasah yang mendominasi perolehan medali emas di tingkat kabupaten dan siap melaju ke tingkat provinsi. Kedua madrasah ini juga terlibat dalam pemecahan Rekor MURI lewat aksi penulisan anafora yang melibatkan lebih dari 3.800 peserta madrasah se-Maluku Utara.
Menutup arahannya, Mukmin mengingatkan pentingnya membangun sinergi antara tiga unsur utama pendidikan: orang tua, guru, dan siswa. Keberhasilan pendidikan tidak bisa ditumpukan kepada sekolah semata.
“Pendidikan pertama dan utama itu ada di rumah. Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Guru bertugas mengajar di sekolah, dan siswa harus memiliki kesungguhan belajar. Ketika ketiga unsur ini berjalan bersama, keberhasilan pendidikan akan lebih mudah tercapai,” pesan Mukmin.
Ia juga meminta para siswa untuk selalu menghormati dan menjaga rida orang tua sebagai bekal utama masa depan.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para wisudawan tahfiz, penampilan seni dari siswa, serta sesi foto bersama yang penuh haru dan kebanggaan.
- Penulis: Mujizad Mandea
- Editor: Redaksi

Saat ini belum ada komentar