Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Normalisasi Kekerasan? Kasatpol PP Morotai Sebut Pukuli Aktivis HMI “Hal Biasa”

Normalisasi Kekerasan? Kasatpol PP Morotai Sebut Pukuli Aktivis HMI “Hal Biasa”

  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 787
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Gelombang protes yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tertindas (ARIT) di depan Kantor Bupati Pulau Morotai berakhir ricuh pada Senin (4/5/2026) pagi. Aksi yang melibatkan koalisi besar organisasi mahasiswa dan rakyat tersebut diwarnai dugaan tindakan represif Satpol PP Morotai terhadap sejumlah demonstran.

Aliansi ARIT sendiri merupakan gabungan dari berbagai organisasi lintas sektor, mulai dari organisasi nasional hingga lokal. Unsur yang terlibat di antaranya adalah PMII, IMM, HMI, GPM, SAMURAI MALUT Distrik Unipas, GEMPAR, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), GAMHAS Sektor Unipas, serta konfederasi politik Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR).

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Foto Masa Aksi, Dok. Balengko Space

Sekretaris HMI Cabang Pulau Morotai sekaligus bagian dari massa aksi ARIT, Hasanudin Saba, mengaku menjadi korban kekerasan brutal oknum petugas. Ia menjelaskan bahwa saat massa mencoba melakukan negosiasi untuk bertemu Bupati, situasi memanas hingga terjadi kontak fisik.

“Benar, saat kami memaksa masuk untuk bertemu Bupati, saya dipukul kurang lebih 5 kali dan dicakar di bagian leher sampai telinga,” ungkap Hasanudin kepada jurnalis Balengko Space. Menurutnya, kehadiran ARIT adalah untuk menyuarakan hak-hak rakyat yang tertindas, namun justru disambut dengan tindakan yang tidak manusiawi oleh aparatur keamanan.

Tanggapan Kontroversial Kasatpol PP

Menanggapi tudingan tersebut, Kasatpol PP Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Bukannya melakukan evaluasi internal, ia justru menormalisasi tindakan kekerasan tersebut dengan alasan faktor lingkungan.

“Itu soal biasa sudah, saya tidak sempat lihat, tapi itu sudah menjadi hal biasa. Apalagi terik matahari yang cukup panas yang pastinya menimbulkan emosional,” ujar Akri saat dikonfirmasi. Pernyataan ini dinilai publik sebagai bentuk pembiaran terhadap tindakan brutal oknum di lapangan.

Tuntutan Proses Hukum

Merespons tanggapan tersebut, massa ARIT menyatakan tidak akan tinggal diam. Hasanudin menegaskan bahwa aksi demonstrasi adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Ia mendesak agar seluruh oknum yang terlibat dalam penganiayaan diproses secara hukum demi memberikan efek jera.

“Kami sangat kecewa. Seharusnya mereka adalah pelindung massa aksi, bukan pelaku kekerasan. Kami harap tindakan ini diproses hukum agar tidak ada lagi oknum-oknum yang bertindak brutal di masa mendatang,” pungkas Hasanudin. Hingga saat ini, aliansi ARIT tengah mengonsolidasikan kekuatan untuk menentukan langkah hukum dan aksi lanjutan terkait insiden ini. (BS)

  • Penulis: Muzijad Mandea
  • Editor: Mustakim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Ternate mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rida di Kota Tangerang

    LBH Ansor Ternate Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Kader Banser di Tangerang

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Ternate mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rida di Kota Tangerang. Insiden ini dinilai sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran Bailussy, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus segera […]

  • Foto para pimpinan dan kader Fatayat NU Kepulauan Sula berpose bersama pada pembukaan Konfercab III di Sanana, 23 November 2025.

    Konferensi Cabang Ke-III Fatayat NU Kepulauan Sula Resmi Digelar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-III di Sanana pada Ahad (23/11). Kegiatan ini mengusung tema: “Menguat Bersama, Maju Bersama untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia.” Ketua PC Fatayat NU Kepulauan Sula, Faujia Buamona, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui kaderisasi yang berjenjang dan […]

  • Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Sula, (16/3/25) – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula bersama Komunitas Anak Falabisahaya (KAF) telah resmi membuka kegiatan Kontes Literasi Ramadhan dengan tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman di Bulan Suci Ramadhan”. Acara yang dilaksanakan di Desa Falabisahaya ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam selama bulan Ramadhan. Kontes Literasi Ramadhan ini akan […]

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 511
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Pelatihan Peacemaker TFT 2025 Resmi Digelar di Ternate, Siapkan Kader Perdamaian dari Berbagai Kalangan

    Pelatihan Peacemaker TFT 2025 Resmi Digelar di Ternate, Siapkan Kader Perdamaian dari Berbagai Kalangan

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Ternate, 15 Juni 2025 – Pelatihan Peacemaker Training for Trainer (TFT) 2025 resmi digelar selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni, bertempat di Asrama Haji Ternate, Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaboratif, dengan partisipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat, termasuk GP […]

  • Kasus Kekerasan Daycare Jogja

    Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Mencuatnya dugaan Kasus Kekerasan Daycare Jogja yang melibatkan lebih dari satu korban memantik kekhawatiran publik. Praktisi hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati dalam mengusut tuntas perkara yang mencederai hak-hak anak tersebut. Ketua Bidang Hukum dan HAM PB PII sekaligus Advokat GRS Law Office, Gusti Rian […]

expand_less