Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA, BALENGKO SPACE – Mencuatnya dugaan Kasus Kekerasan Daycare Jogja yang melibatkan lebih dari satu korban memantik kekhawatiran publik. Praktisi hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati dalam mengusut tuntas perkara yang mencederai hak-hak anak tersebut.

Ketua Bidang Hukum dan HAM PB PII sekaligus Advokat GRS Law Office, Gusti Rian Saputra, M.H., menegaskan bahwa penanganan perkara ini harus berorientasi pada perlindungan maksimal bagi korban. Menurutnya, keterlambatan penyidikan berpotensi menghilangkan alat bukti vital dan memperpanjang trauma psikologis anak.

Ujian Komitmen Aparat Penegak Hukum

“Polisi tidak boleh lambat dalam menyelidiki Kasus Kekerasan Daycare Jogja ini. Kita berbicara tentang keselamatan anak-anak. Semakin lama prosesnya, semakin besar risiko hilangnya bukti dan potensi kekerasan berulang jika pelaku belum diamankan,” tegas Gusti dalam wawancara di Jakarta, Selasa (28/1).

Gusti menilai perkara ini tidak bisa dianggap sebagai penganiayaan biasa. Pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana berat, terutama jika ditemukan pola kekerasan yang dilakukan secara berulang. Ia juga mengingatkan polisi untuk mengembangkan penyidikan ke arah pengelola dan pengawas daycare.

Potensi Tanggung Jawab Korporasi dan Gugatan Perdata

Lebih lanjut, Gusti menekankan adanya konsep penyertaan dalam hukum pidana. Pengelola yang membiarkan atau lalai dalam pengawasan dapat dimintai pertanggungjawaban. Jika kekerasan terjadi secara sistematis, Kasus Kekerasan Daycare Jogja ini bahkan bisa mengarah pada tanggung jawab korporasi.

“Daycare sebagai lembaga tidak bisa berlindung di balik tindakan individu semata. Jika ada kegagalan pengawasan, pengelola juga bisa dipidana sebagai efek jera,” tambahnya. Selain jalur pidana, keluarga korban juga memiliki hak menuntut ganti rugi secara perdata, bahkan melalui langkah class action jika jumlah korban terus bertambah.

Bantuan Hukum Gratis bagi Korban

Sebagai bentuk komitmen nyata, Gusti menyatakan bahwa GRS Law Office siap memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma (gratis) bagi keluarga korban Kasus Kekerasan Daycare Jogja. Hal ini dilakukan untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa hambatan finansial bagi pelapor.

“Negara harus hadir. Kami siap membantu keluarga korban tanpa biaya, karena ini adalah tanggung jawab moral untuk memastikan ruang pengasuhan anak benar-benar aman,” pungkas Gusti. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total terhadap sistem pengawasan lembaga daycare di Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (BS)

  • Penulis: Agung Gumelar
  • Editor: Mustakim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Kurikulum Aswaja Tak Diterapkan, Kader NU Sula Desak Evaluasi Kepala MA Maarif NU Wailau

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 283
    • 0Komentar

    SANANA (BALENGKO), 3 Februari 2026 – Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula menyoroti kinerja Kepala Madrasah Aliyah (MA) Maarif NU Wailau terkait pengabaian kurikulum organisasi. Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2020 tersebut dinilai tidak menjalankan proses pembelajaran sesuai ketentuan dan aturan Nahdlatul Ulama. Kader Muda NU Kepulauan Sula, Ahmad Sapsuha, S.Hi., menyatakan bahwa pengelolaan […]

  • Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Muhamad Yudis Kamah
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Di tengah geliat pembangunan yang digadang-gadang membawa kesejahteraan, kampung sering kali dipandang sebagai wilayah tertinggal, identik dengan kekumuhan, konflik, dan ketertinggalan. Namun di balik stigma itu, kampung justru menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ruang hidup dari berbagai bentuk ketidakadilan: penggusuran, bentrokan lahan, hingga perampasan wilayah adat. Ironisnya, ketika warga kampung mempertahankan haknya, respons yang muncul […]

  • Mahasiswa USHP Livinglaw saat menyerahkan bantuan sembako dan berinteraksi di panti asuhan.

    Tumbuhkan Empati, USHP Livinglaw Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan dan Panti Jompo

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 104
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, BALENGKO SPACE – Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Livinglaw kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui program kerja bertajuk USHP Peduli Livinglaw. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026) ini menyasar panti asuhan dan panti jompo di wilayah Yogyakarta sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Dalam aksi tersebut, para anggota Livinglaw tidak hanya menyalurkan bantuan berupa paket […]

  • Inspirasi di Balik “Dreams”: Wawancara Eksklusif dengan Mister Nobody

    Inspirasi di Balik “Dreams”: Wawancara Eksklusif dengan Mister Nobody

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram misternobody.zip Mimpi yang Tak Sekadar Bunga Tidur Single terbaru Mister Nobody, Dreams, menyimpan cerita menarik di balik proses kreatifnya. Meski lagu ini sebenarnya sudah dirilis sebelumnya, music video-nya baru saja diluncurkan. Apa yang melatarbelakangi keputusan ini? “Music video ini terealisasi waktu gue balik ke Maluku Utara, tepatnya di Ternate. Gue ketemu […]

  • Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, generasi muda kini lebih mudah memiliki akses atas apa yang mereka inginkan. Meskipun banyak yang hidup dengan keterbatasan ekonomi, hal tersebut tak selalu menghentikan mereka untuk memenuhi keinginan pribadi, terutama keinginan akan pengakuan dan pujian dari lingkungan sosial mereka. Untuk itu, banyak yang akhirnya memilih […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Gelar Sarjana Saja Tidak Cukup: Mengapa Kamu Harus “Ribet” Berorganisasi?

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Banyak mahasiswa baru melangkah ke gerbang kampus dengan ekspektasi yang indah: kuliah itu santai, bisa memakai baju bebas, dan jadwal belajar yang fleksibel-mungkin hanya satu atau dua mata kuliah sehari. Namun, realita seringkali datang seperti tamparan keras. Dunia perkuliahan ternyata bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan medan perjuangan yang menuntut ketangguhan mental. Menjadi mahasiswa berarti […]

expand_less