Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Masjid Raya Baiturrahman Morotai: Infrastruktur Besar yang Belum Optimal untuk Shalat Idul Fitri

Masjid Raya Baiturrahman Morotai: Infrastruktur Besar yang Belum Optimal untuk Shalat Idul Fitri

  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 551
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Setiap kota yang mayoritas penduduknya beragama Islam umumnya memiliki satu bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban umat. Bangunan itu adalah masjid raya. Ia tidak hanya menjadi tempat shalat lima waktu, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan, ruang pertemuan umat, serta simbol kehadiran Islam dalam kehidupan sosial.

Karena itu, ketika hari raya seperti Idul Fitri tiba namun masjid raya justru tidak menjadi pusat pelaksanaan shalat Id, maka muncul pertanyaan yang wajar: untuk apa masjid raya dibangun jika pada momentum terbesar umat Islam tidak digunakan secara optimal? Dalam perspektif pemikiran Islam, rumah ibadah memiliki fungsi yang melampaui ritual semata. Filsuf dan sejarawan Muslim besar, Ibn Khaldun, menjelaskan bahwa kehidupan sosial manusia dibangun oleh apa yang ia sebut sebagai ‘ashabiyyah’ atau solidaritas sosial.

Dalam karya monumentalnya Muqaddimah, ia menegaskan bahwa kekuatan suatu masyarakat lahir dari kemampuan mereka memelihara kebersamaan, solidaritas, dan kesadaran kolektif dalam ruang-ruang sosial yang mempertemukan mereka. Dalam kerangka pemikiran tersebut, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah individual, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memperkuat kebersamaan umat.

Sejak masa awal peradaban Islam, masjid menjadi pusat pendidikan, musyawarah, dan pertemuan masyarakat. Ia menjadi jantung kehidupan komunitas Muslim. Karena itu, momentum Idul Fitri yang menghadirkan jamaah dalam jumlah besar sebenarnya merupakan saat yang sangat tepat untuk menghidupkan fungsi simbolik masjid raya sebagai pusat kebersamaan umat.

Di banyak daerah memang terdapat tradisi melaksanakan shalat Id di lapangan terbuka. Tradisi ini sering dikaitkan dengan praktik yang dilakukan oleh Nabiyullah Muhammad SAW pada masa awal Islam. Namun para ulama juga menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat Id di masjid tetap sah dan tidak bertentangan dengan syariat, terutama jika masjid mampu menampung jamaah dalam jumlah besar serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Imam besar mazhab Syafi’i, Muhammad ibn Idris al-Shafi’i, dalam kitabnya Al-Umm menjelaskan bahwa shalat Id boleh dilaksanakan di lapangan ataupun di masjid, tergantung pada kemaslahatan dan kondisi masyarakat. Dalam salah satu penjelasannya ia menegaskan: “Jika masjid mampu menampung manusia, maka melaksanakan shalat di dalamnya adalah baik.” Pandangan ini menunjukkan bahwa syariat Islam memberikan ruang bagi pertimbangan kemaslahatan umat. Karena itu, memanfaatkan masjid raya yang luas dan representatif untuk shalat Idul Fitri bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Dalam konteks pembangunan daerah, kita juga perlu melihat realitas yang ada. Masjid Raya di Pulau Morotai merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan nilai sekitar Rp48 miliar. Ini tentu bukan jumlah yang kecil bagi sebuah daerah kepulauan. Bahkan secara fiskal, pinjaman daerah untuk program PEN tersebut mencapai sekitar Rp200 miliar, yang hingga kini masih terus dibayar bersama bunganya oleh pemerintah daerah. Artinya, bangunan masjid raya bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi sosial dan spiritual masyarakat. Ia dibangun dari sumber daya publik, dari uang rakyat, dan dari harapan besar agar menjadi pusat kehidupan keagamaan umat Islam di daerah ini.

Belum lagi, pengelolaan masjid tersebut juga melibatkan pengurus dan imam yang setiap bulan menerima honor dari APBD. Hal ini menunjukkan bahwa negara dan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk memastikan masjid itu hidup dan terurus dengan baik. Namun pertanyaan menjadi wajar jika kemudian muncul di tengah masyarakat: untuk apa ada pengelola dan anggaran pemeliharaan jika pada hari-hari besar umat Islam masjid tidak dimanfaatkan secara optimal?

Selain itu, dari sisi kapasitas, masjid raya ini sebenarnya sangat memadai untuk menampung jamaah dalam jumlah besar. Bangunan masjid memiliki ukuran sekitar lebar 83 meter dan panjang sekitar 100 meter, dengan halaman depan yang luas. Area pelataran tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 6.000 jamaah tambahan, belum termasuk area jalan di sisi kanan dan depan masjid yang juga cukup luas untuk menampung jamaah jika diperlukan. Dengan kapasitas tersebut, secara rasional dapat dipastikan bahwa masyarakat Morotai Selatan, khususnya warga Kota Daruba dan sekitarnya, dapat melaksanakan shalat Idul Fitri secara bersama di Masjid Raya Baiturrahman Morotai tanpa mengalami keterbatasan ruang.

Tentu kita memahami bahwa shalat Id di lapangan terbuka memiliki dasar sunnah yang kuat. Namun sunnah pada dasarnya juga memberi ruang bagi pertimbangan kemaslahatan. Jika sebuah masjid raya mampu menampung jamaah dalam jumlah besar, nyaman, tertata, dan memang dibangun sebagai pusat ibadah kota, maka menggunakan masjid tersebut untuk shalat Id bukanlah masalah, wallahualam bissawab.

  • Penulis: Akbar Mangoda (Ketua DPD Partai Amanat Nasional Pulau Morotai)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Muhammad Muzijad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum BEM Se-DIY aksi damai Hari Kesehatan Mental Sedunia di Yogyakarta menuntut pembebasan aktivis dan tahanan politik

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi pada Hari Kesehatan Mental Sedunia: Tuntut Pembebasan Aktivis dan Tahanan Politik

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 11 Oktober 2025 – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada Jum’at (10/10). Aksi ini sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan krisis kebebasan akademik dan demokrasi di Indonesia, serta menuntut pembebasan aktivis Jogja dan seluruh tahanan politik. Dalam pernyataannya, Forum BEM […]

  • Gunung Gamkonora

    Keunikan Gunung Gamkonora dan Rute Pendakian yang harus kalian ketahui

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 3.524
    • 1Komentar

    Gunung Gamkonora adalah gunung berapi aktif yang terletak di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Dengan ketinggian sekitar 1.635 meter di atas permukaan laut (Mdpl), gunung ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah. Keindahannya berhasil menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menjelajahi pesonanya. Berikut adalah beberapa keunikan Gunung Gamkonora yang […]

  • Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 869
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta 24 Juni 2024 – Dua puluh lima tahun sejak resmi dimekarkan dari Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara masih menyimpan ironi panjang terkait status ibu kotanya. Sofifi, yang secara hukum telah ditetapkan sebagai ibu kota provinsi, hingga kini masih berada dalam status “antara ada dan tiada” secara administratif dan kelembagaan. Isu inilah yang menjadi […]

  • Skuad Timnas Iran saat berlaga di Stadion SoFi, Los Angeles. Di tengah pembatasan ketat, performa solid mereka berhasil membuka peluang lolos ke babak 16 besar. (Foto: Dok. Istimewa

    Hadapi Pembatasan Ketat, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Emosional di Ruang Ganti Stadion LA

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, CALIFORNIA – Tim Nasional sepak bola Iran menorehkan aksi simpatik di luar lapangan setelah melakoni laga sengit di fase grup Piala Dunia. Skuad berjuluk Team Melli tersebut meninggalkan sebuah pesan tertulis di ruang ganti Stadion SoFi, Los Angeles, pada Minggu (21/06/2026) waktu setempat, sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat yang mereka terima selama […]

  • Tabaru Meletus lagi : Warga Desa Goin berjaga dalam kewaspadaan

    Tabaru Meletus lagi : Warga Desa Goin berjaga dalam kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Sumber foto : Wilton Nyoma Halmahera Barat : Sabtu (11/1/25) Gunung Tabaru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus dan memuntahkan awan panas pada pukul 19.50 WIT. Erupsi kali ini memunculkan pemandangan dramatis dengan lava pijar, gumpalan awan, dan abu vulkanik yang menyelimuti Desa Goin, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat. Wilton Nyoma, salah seorang warga Desa Goin, […]

  • Mahasiswa KKN Universitas Khairun Ternate bersama warga membersihkan sampah di Kampung Makassar Timur, Kota Ternate.

    Mahasiswa KKN dan Nelayan Keluhkan Sampah di Kampung Makassar Timur Ternate

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 2.495
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate –  Kegiatan bakti sosial yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Ternate bersama masyarakat di Kelurahan Kampung Makassar Timur, Kota Ternate, mengungkap persoalan serius terkait pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Saat pembersihan lingkungan berlangsung pada Minggu (3/8/2025) pagi, sejumlah mahasiswa dan warga menyampaikan keluhan atas kebiasaan masyarakat yang membuang sampah […]

expand_less